Kamis, 12 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Ijeck Kunjungi Tambang PT Bumi Suksesindo, Kedepankan CSR dan Pelestarian Lingkungan

Ijeck Kunjungi Tambang PT Bumi Suksesindo, Kedepankan CSR dan Pelestarian Lingkungan

Selasa, 22 Oktober 2019 19:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com–Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah menginginkan perusahaan tambang yang berada di Sumut bisa mengedepankan program-program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat, serta mengutamakan pelestarian lingkungan.
 
Hal ini disampaikan Wagubsu Musa Rajekshah setelah berkunjung dan melihat Tambang Operasi Tujuh Bukit milik PT Bumi Suksesindo (PT BSI), di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timut, Senin (21/10/2019). Kunjungan antara lain bertujuan untuk mengetahui tentang keberhasilan PT Bumi Suksesindo mengolah limbah dan menjaga kelestarian lingkungan
 
“Kita berharap, perusahaan tambang yang ada di Sumatera Utara juga dapat mengedepankan CSR yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar tambang, seperti yang diterapkan PT BSI ini. Juga dalam pelestarian lingkungan,” ujar Wagub Musa Rajekshah.
 
Turut serta dalam kunjungan tersebut Bupati Labura Kharuddin Syah, Bupati Serdang Bedagai Soekirman, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Indra Salahuddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Deliserdang Faisal Arif Nasution, Kepala Disporapar Batubara Ilyas, Komisaris dan Direksi BUMD BUMD Sumut, dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut.
 
Dalam kunjungan tersebut, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, bertemu dengan para penggiat UKM kelompok perempuan yang mengembangkan bisnis-bisnis kecil menengah. Ijeck juga sempat mencicipi beberapa produk unggulan, antara lain dodol yang berasal dari buah naga.
 
Tri Sakti Kurniawan, CSR Manager PT Bumi Suksesindo menjelaskan, dalam pengembangan program CSR, PT BSI bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekitar, tambang serta memberikan pendapatan riil, karena hal tersebut diwajibkan oleh Kementrian ESDM selaku Kementrian yang membawahi PT BSI di perusahaan tambang.
 
"Salah satunya adalah mendayagunakan kelompok perempuan, sehingga kelompok ini nantinya bisa mandiri dan bisa berproduksi dengan maksimal dalam mengembangkan bisnisnya. CSR PT BSI juga mencakup bidang pendidikan berupa beasiswa sekolah. Ada juga program Bis Sekolah dan Perpustakaan Keliling, serta Taman Bacaan guna memberikan pendidikan literasi kepada masyarakat," papar Tri.
 
Dari bidang kesehatan, Tri menjelaskan PT BSI memberikan pelayanan kesehatan keliling gratis yang berkeliling lima desa dan dua kecamatan. Serta mobil ambulance gratis yang jika diperlukan untuk membawa pasien rujukan ke Banyuwangi. Ada juga mobil jenazah serta pelatihan kader kesehatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi guna melakukan pencegahan berbagai penyakit.
 
Usai melihat UKM Center, Ijeck kemudian beranjak menuju Tambang Operasi Tujuh Bukit untuk melihat langsung bagimana tambang beroperasi dalam menghasilkan emas. Kehadiran Ijeck dan rombongan disambut Presiden Direktur PT BSI Adi Andriansyah Sjoekri dan General Manager Tambang Operasi Tujuh Bukit James Francis.
 
Wagub Musa Rajekshah menjelaskan, kehadiran dirinya bersama rombongan untuk melihat langsung bagaimana proses pengelolaan tambang PT BSI secara langsung. Serta penerapan program-program CSR untuk masyarakat dan pelestarian lingkungan. “Karena kami punya dua tambang di Sumut, yang selalu perusahaan hadapi adalah gesekan dengan masyarakat. Tapi kami dengar PT BSI terletak di tengah pemukiman bahkan selama mulai sampai sekarang zero accident dan juga tidak ada gesekan dengan masyarakat. Ini satu hal yang ingin kami lihat bagaimana pengelolaan dan pendekatan kepada masyarakat dan terkhusus limbah dari tambang. Mudah-mudahan ini bisa kami ke tempat kami di Sumatera Utara,” ujar Ijeck.
 
Usai sambutan, Ijeck kemudian memakai Alat Pelindung Diri (APD) dan bersiap masuk ke dalam tambang. Tahap demi tahap Ijeck mellihat proses tambang sampai selesai. Dari segi lingkungan, PT BSI menerapkan, lubang yang sudah selesai digali kemudian akan ditutup kembali dan dikembalikan seperti semula. Perusahaan melakukan penanaman pohon kembali agar hutan kembali tumbuh.
 
Di akhir pengenalan lokasi tambang, Ijeck cukup dibuat kagum dengan berbagai SOP yang diterapkan di tambang serta bagaimana program perusahaan dalam menerapkan CSR dan menghindari pencemaran lingkungan. Ijeck melihat berbagai hal positif yang bisa menjadi pengetahuan serta memungkinkan diadopsi di Sumut. Saat ini ada dua tambang emas di Sumu, yakni di Madina yaitu PT Sorik Emas Mining dan Tapsel yaitu PT Agin Court yang sudah beroperasi.
 
Selama ini, menurutnya, perusahaan sudah berjalan dengan baik. “Tapi kita ingin melihat dan membandingkan apa yang baik di tempat kita, apa yang sudah lebih baik di sini, kita ingin lihat juga khususnya perusahaan bisa bermitra berkomunikasi dengan lingkungannya,” ujar Ijeck.
 
Ke depan, kata Ijeck, akan mengagendakan kunjungan untuk melihat tambang emas yang ada di Sumut. “Kita coba akan kunjungan ke sana kita lihat apakah sudah berjalan sebagaimana mestinya secara aturan. Kalau itu belum kita akan coba berkomunikasi untuk menyosialisasikan pertama CSR harus berjalan. Kedua, masyarakat harus mendapatkan manfaat dari kehadrian perusahaan. Ketiga perusahaan harus terbuka sehingga tidak ada gesekan dengan masyarakat. Kalau ini bisa berjalan dengan baik, investor bisa lebih nyaman masuk ke provinsi kita ke negara kita,” pungkas Ijeck.
 
Sementara itu, General Manager Tambang Operasi Tujuh Bukit dalam sambutannya menjelaskan, tambang beroperasi sejak tahun 2017 dan kini memasuki tahun ketiga. "Selama masa operasi, tambangnya sudah melewati 17 juta jam kerja tanpa ada kecelakaan dan tidak pernah ada pencemaran lingkungan. Dua parameter ini, sebagai parameter tambang kelas dunia," ujar James Francis.
 
Lebih jauh, Presiden Direktur PT BSI menjelaskan, tambang milik PT BSI berhadapan langsung dengan masyarakat dan lokasi wisata. "Hal ini yang menjadi keunikan tersendiri, sehingga dalam pengoperasiannya tambang berprinsip selain menghasilkan keuntungan juga tidak berdampak dan bergesekan dengan masyarakat dan alam sekitar," tutup Adi Andriansyah Sjoekri. (BS03)
T#g:Bumi SuksesindoDana CSRijeckMusa RajekshahPT BSIPemprovsuTambang Sumut
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Di Sumut Banyak Kerajinan, Wagubsu Apresiasi Gelaran Eco Fashion Week Indonesia 2019

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mengapresiasi Eco Fashion Week Indonesia 2019 yang diadakan Kementerian Desa

  • satu minggu lalu

    Kota Medan Raih Enam Besar Penerima Penghargaan APE

    Beritasumut.com-Kota Medan berhasil meraih posisi di peringkat 6 (enam) terbesar dalam nominasi penerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (AP

  • 4 minggu lalu

    Bupati Deli Serdang Terima Anugerah Kihajar 2019 dari Kemendikbud

    Beritasumut.com - Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan menerima Anugerah Kihajar 2019 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Anugerah ini dibe

  • satu bulan lalu

    Rombongan Tour Operator dan Media Maroko Akan Jajal Pariwisata Sumut

    Beritasumut.com-Rombongan turis yang terdiri dari tour operator dan media dari Maroko akan menjajal sejumlah destinasi pariwisata di Sumatera Utara

  • satu bulan lalu

    Pemprovsu Dukung Kanwil Kemenag Sumut Gelar Jambore Siswa Lintas Agama

    Beritasumut.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung rencana kegiatan Jambore Siswa Lintas Agama yang akan digelar

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.