Senin, 22 Juli 2019

Idul Fitri 1440 H Jatuh Pada Rabu 5 Juni 2019

Senin, 03 Juni 2019 19:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1440H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada Senin (03/06/2019)
 
Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1440H/2019M pada Sidang Isbat Awal Syawal  1440H, di Jakarta.“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep dilansir dari laman kemenag.
 
Hadir dalam pemaparan jelang sidang isbat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI dan Ketua Komisi VIII Ali Taher. Hadir juga dalam kesempatan ini para duta besar negara sahabat, pimpinan ormas termasuk NU dan Muhammadiyah,  pakar astronomi dari LAPAN dan Planetarium Boscha, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.
 
Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. “Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya.“Secara hisab, awal Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu. Ini informasi, konfirmasinya menunggu hasil sidang isbat, menunggu hasil laporan rukyat,” jelasnya.
 
Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.
 
Lantas bagaimana posisi hilal awal Syawal 1440H? Berdasarkan data di Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1440H atau pada 29 Ramadan 1440H yang bertepatan dengan 3 Juni 2019, di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 0,56 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 2,94 derajat; umur minus 40 menit 6 detik. Pelabuhan Ratu termasuk paling tinggi. Ijtimak di Pelabuhan Ratu terjadi sebelum matahari terbenam (qobla ghurub). "Bulan terbenam dalam waktu 3 menit 6 detik sebelum matahari terbenam," kata Cecep. 
 
Sementara itu, lanjut Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal dua derajat atau umur bulan minimal delapan jam. "Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS," tuturnya. 
 
Sehubungan itu, kata Cecep, karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia. “Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1440H pada Senin ini teramati di seluruh Indonesia,” terang Cecep seraya menambahkan tidak ada referensi empirik visibilitas hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.
 
Pemerintah sendiri melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 5 Juni 2019."Sebagaimana ketentuan, sebagaimana kaidah yang berlaku. Ketika hal itu terjadi maka Bulan Ramadhan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. Itu artinya besok hari Selasa kita masih berpuasa karena masih Ramadhan. Dengan demikian 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019," ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin dilansir dari laman detik.com.
 
Penetapan 1 Syawal 1440 Hijriah dilakukan setelah Menag menerima laporan pemantauan hilal dari sejumlah titik di Indonesia. Hilal dilaporkan tak terlihat. Tak hanya di Indonesia, hilal juga tak terlihat di sejumlah negara di luar negeri."Bahwa dari seluruh wilayah di tanah air kita posisi hilal berada di bawah ufuk. Selanjutnya dalam sidang isbat tadi kita mendengarkan laporan dari sejumlah petugas rukyat hilal yang ditugaskan Kemenag bekerja di bawah sumpah yang tersebar tidak kurang 105 titik seluruh wilayah Tanah Air dari provinsi Aceh sampai Papua," imbuh Lukman.
 
"Setidaknya ada 33 perukyat dari 33 provinsi yang ada yang menyatakan bahwa tidak satu pun di antara mereka yang melihat hilal, jadi tidak ada satu pun yang berhasil melihat hilal," pungkasnya.(BS09)
T#g:HilalIdul Fitri 1440KemenaglebaranRamadhansidang isbat
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Kloter 1 Calhaj Asal Medan Berangkat Menuju Madinah, Gubsu: Selamat Jalan Duyufurrahman

    Beritasumut.com-Sebanyak 383 jemaah calon haji (Calhaj) ditambah 5 petugas yang tergabung dalam kelompok terbang 1 asal Medan, berangkat menuju Jed

  • 2 minggu lalu

    Beri Rasa Aman ke Jamaah Umrah, Kemenag Siapkan Layanan Umrah Online

    Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) tengah mempersiapkan aplikasi layanan umrah. Aplikasi online ini nantinya akan memudahkan, memberikan r

  • 2 minggu lalu

    Menag RI Sebut Jemaah Haji Tahun ini Akan Banyak Merasakan Hal Baru

    Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, musim haji 1440H/2019M, ada sejumlah peningkatan pelayanan bagi jemaah haji yang t

  • 2 minggu lalu

    Gelombang I Jemaah Haji Indonesia Mulai Esok Akan Bertolak ke Saudi

    Beritasumut.com-Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali mengatakan jemaah haji Indonesia 1440H/2019M bers

  • 3 minggu lalu

    446 Petugas Haji Gelombang Pertama Berangkat ke Tanah Suci Hari ini

    Beritasumut.com-Pantia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1440H/2019M mulai diberangkatkan hari ini. Tepat pukul 06.00 WIB, 446 petu

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.