Selasa, 10 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • IMT-GT Buka Peluang Kerja Sama, Gubsu Minta OPD dan Pemkab/Pemko Tindaklanjuti

IMT-GT Buka Peluang Kerja Sama, Gubsu Minta OPD dan Pemkab/Pemko Tindaklanjuti

Jumat, 04 Oktober 2019 22:20:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) atau Segitiga Pertumbuhan Indonesia–Malaysia–Thailand akan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan semua pihak. Karena itu, diminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dan kabupaten/kota untuk menindaklanjutinya.
 
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi pada acara Sosialisasi Peningkatan Peran Provinsi Sumut Dalam Pelaksanaan Kerja Sama IMT-GT, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pengaran Diponegoro, Nomor 30, Medan, Jumat (4/10/2019).
 
Hadir di antaranya Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation-Growth Triangle (CIMT-GT) Firdaus Dahlan, Sekdaprov Sumut Sabrina, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Sjahrian Harahap, sejumlah pimpinan OPD Pemprov, perwakilan Pemkab/Pemko serta akademisi.
 
“Dengan adanya kerja sama seperti ini, akan banyak yang bisa kita bangun. Jadi kalau ada di Malaysia atau di Thailand, kenapa kita harus pergi ke yang lain. Begitu juga dengan kita di sini, kalau ada di Sumut, untuk apa diambil dari luar,” ujar Gubsu.
 
Untuk itu, lanjut Gubsu, adanya IMT-GT ini menjadi potensi menyejahterakan masyarakat melalui pembangunan bersama antara masing-masing negara. Sehingga perlu adanya tindak lanjut nyata. “Seperti di Karo, penghasil sayuran. Ada di sana sayur kol, yang diminati orang Malaysia. Jadi sudah dikontrak dia. Tetapi syaratnya harus organik, tak boleh pakai pupuk dan pestisida kimia,” sebut Edy Rahmayadi.
 
Selain itu, Sumut punya potensi pariwisata luar biasa seperti Danau Toba.  Destinasi wisata kelas dunia ini dapat dijadikan tujuan wisata bagi para pelancong dari Malaysia dan Thailand. Karena itu, perlu disiapkan konsep yang membuat nyaman bagi wisatawan tersebut.
 
Dengan begitu, kata Edy, kerja sama yang sudah berjalan selama dapat dimaksimalkan lagi ke depan. Khususnya kepada Kadin Sumut, yang merupakan sektor terdepan dalam rangka membangun jaringan yang dapat saling menguntungkan dengan segala potensi yang dimiliki.
 
Sementara itu, dalam paparan singkatnya, Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation-Growth Triangle (CIMT-GT) Firdaus Dahlan menyebutkan, sejak berdiri pada 1993 silam, kerja sama ketiganya telah dibangun. Hanya saja belum begitu diperhatikan dengan baik.
 
Padahal katanya, jika dilihat peta IMT-GT di Indonesia, ada 2-10 provinsi di dalamnya, Malaysia ada 4-8 negara bagian dan Thailand ada 5-14 provinsi. Ditambah lagi jumlah populasi penduduk jika di total ketiga negara yang daerahnya termasuk dalam IMT-G, mencapai 8,3 juta jiwa, dengan peningkatan Produk Domestik Bruto US$ 1,258 Miliar.“Dalam beberapa tahun terakhir, Sumut memang belum aktif. Apalagi kerja sama ini beda, karena sejak 1993 didirikan, pengusaha lah yang punya peran. Pemerintah adalah sebagai fasilitator. Makanya peran Kadin di sini penting,” kata Firdaus.
 
Selanjutnya adalah peran pemerintah kabupaten/kota. Konsepnya juga harus realistis dan dapat diterapkan. Karena intinya adalah bagaimana negara-negara ini bisa saling meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Contohnya seperti kehadiran wisatawan yang bisa dilakukan kerja sama.“Kita juga sudah ada koridor ekonomi yang akan menghubungkan antar daerah/negara bagian di ketiga negara ini,” sebutnya, sembari mengatakan bahwa pihak pendonor Asian Development Bank (ADB) dan lainnya akan mengucurkan dana bantuan untuk pembangunan beberapa sektor seperti pariwisata hingga pengelolaan sampah.
 
Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Kadin Sumut Sjahrian Harahap berharap pemerintah memberikan dukungan kepada para pengusaha. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan CIMT-GT dalam rangka mengefektifkan kembali kerja sama tiga negara.“Banyak sudah ketertinggalan, Sumut harus mangambil kesemaptan ini. Karenanya kami sudah menyusun beberapa peluang ke depan berupa program kerja. Kami juga sudah bicara dengan Pak Firdaus tentang ini. Kami mohon dukungan pemerintah. Agar setidaknya kita punya sekretariat bersama,” kata Sjahrian.(BS03)
T#g:GubsuIMT-GTIndonesiaMalaysiaThailand
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Pemkab Pakpak Bharat Siap Bersinergi dengan BI

    Beritasumut.com-Guna meningkatkan pemberdayaan sekaligus peningkatan kualitas perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat

  • 4 hari lalu

    Di Sumut Banyak Kerajinan, Wagubsu Apresiasi Gelaran Eco Fashion Week Indonesia 2019

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mengapresiasi Eco Fashion Week Indonesia 2019 yang diadakan Kementerian Desa

  • 7 hari lalu

    Mida Situmorang dan Keluarganya Terlantar di Hutan di Malaysia, Gubernur Perintahkan Tim Pemprov Menjemput

    Beritasumut.com–Satu keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan terlantar di sebuah pondo

  • 7 hari lalu

    Desember 2020 Selesai, Presiden Jokowi Berharap UIII Jadi Kampus Masa Depan Kajian Peradaban Islam

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pemerintah tengah membangun Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di

  • satu minggu lalu

    Rektor Bangga, Mahasiswi FBS Unimed Raih Juara 1 The Voice Indonesia

    Beritasumut.com-Mahasiswi Unimed kembali menorehkan prestasi yang gemilang, Vionita Sihombing berhasil menjadi juara The Voice Indonesia 2019. Maha

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.