Sabtu, 20 April 2019

Hutabargot dan Nagajuang Terancam Bencana Besar

Rabu, 00 0000 00:00:00
BAGIKAN:

Panyabungan, (beritasumut.com)

Curah hujan yang semakin tinggi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengkibatkan banjir dan longsor di berbagai kecamatan sehingga menimbulkan bencana. Bahaya juga mengancam jiwa manusia di Kecamatan Hutabargot dan Nagajuang yang melakukan penambangan selama dua tahun terakhir. Sebab perut bumi tersebut sudah penuh rongga lubang yang cukup besar dan punya potensi longsor.

Muammar Nasution warga Kecamatan Hutabargot mengakui ribuan orang beraktivitas sebagai penambang di perbukitan Hutabargot setiap hari. Kemudian ratusan orang seriap harinya berada di dalam lubang tanah mengambil bebatuan yang bercampur dengan biji emas.

“Kita melihat dengan adanya penambangan yang dilakukan oleh masyarakat selama ini di perbukitan Kecamatan Hutabargot secara kasat mata telah terlihat transaksi uang setiap hari di wilayah ini meningkat secara drastis dan ekonomi masyarakat juga beranjak naik akibat dan berbagai lapangan kerja terbuka. Namun warga tidak pernah melihat keselamatan manusia juga terancam akibat perut bumi yang setiap hari terus digali yang akan memberikan dampak longsor secara besar-besaran nantinya, tentu juga akan diikuti oleh banjir,” sebutnya di Hutabargot, Kamis (20/12/2012).

Dikatakan, sudah banyak contoh seperti yang terjadi di Provinsi Jawa Barat maupun di Mandailing Natal sendiri. Misalnya pada Tahun 2005 terjadi longsor di Kecamatan Muara Sipongi dengan puluhan korban jiwa yang diduga akibat perut bumi sudah kosong dan penuh rongga karena penambangan warga di masa lalu.

“Kemungkinan potensi tersebut bisa saja terjadi di Hubargot dan Nagajuang karena ratusan lubang besar yang dibuat warga di perbukitan. Hal tersebut harus menjadi sebuah pemikiran bagi warga yang melakukan penambangan agar tidak menimbulkan bahaya bencana besar di dua kecamatan ini,” katanya.

Menurutnya, ada pepatah mengatakan bahwa siapa yang menanam tentu dia yang akan menuai. Coba kita lihat banjir yang terjadi wilayah Kecamatan Panyabungan yang menghanyutkan sejumlah rumah dan merusak sejumlah tempat ibadah dan sekolah serta jembatan penghubung antar lintas Sumatera yang kemudian berdampak secara ekonomi bagi warga dengan berkepanjangan. Tentu itu terjadi akibat ulah manusia yang melakukan penebangan hutan di hulu sungai. Oleh karena itu hal tersebut harus diantisipasi jangan sampai terjadi kepada para penambang yang tidak memiliki standar keamanan dan dampak lingkungan saat melakukan penggalian.

“Pemerintah daerah juga harus segera berperan untuk melihat dan mengambil langkah terhadap apa yang telah dilakukan warga di dua kecamatan selama ini karena tidak memenuhi standar keamanan dan dampak lingkungan. Kita tidak mau terjadi bencana yang luar biasa di Madina ini yang bisa mengakibatkan korban jiwa karena penambang tersebut adalah saudara kita juga,” sebutnya. (BS-026)


T#g:Hujan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Masuk Musim Kemarau, BNPB Imbau Warga Waspada Karhutla

    Beritasumut.com-Awal musim kemarau tahun 2019 di Indonesia jatuh pada bulan April-Mei. Masa transisi musim dari penghujan menuju kemarau tersebut d

  • 2 bulan lalu

    Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Wilayah Sumut

    Beritasumut.com-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprediksi hujan lebat disertai petir dan angin kencang

  • 3 bulan lalu

    Akhir Januari 2019, Ini Wilayah di Indonesia yang Diprediksi Turun Hujan Lebat oleh BMKG

    Beritasumut.com-Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melanjutkan himbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya tanggal 16 Januari 2019

  • 4 bulan lalu

    Prakiraan BMKG: Libur Natal Berawan, Akhir Desember Hingga Awal Januari Berpotensi Hujan Ringan

    Beritasumut.com-Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama pada per

  • 4 bulan lalu

    Longsor di Tobasa, 8 Korban Tewas Kembali Ditemukan, 2 Masih Hilang

    Beritasumut.com-Pencarian terhadap para korban longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis (13/12/2018) d

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.