Sabtu, 18 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Hasil Litbang Tata Kelola Air Permukaan Diharapkan Dapat Atasi Genangan Air

Hasil Litbang Tata Kelola Air Permukaan Diharapkan Dapat Atasi Genangan Air

Jumat, 06 Desember 2019 12:01:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Infrastruktur yang memadai secara kuantitas maupun kualitas merupakan prasyarat yang mutlak bagi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pertumbuhan ekonomi akan menjadi terhambat jika Infrastruktur kota tidak berfungsi dengan baik, seperti yang saat ini sedang dihadapi Kota Medan karena itensitas hujan tinggi menyebabkan genangan air di beberapa kawasan.
 
Demikian hal ini disampaikan Kaban Litbang, Farid Wajedi mewakili Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi ketika membuka seminar Akhir Tata Kelola air Permukaan di Kota Medan.
 
Studi kasus Kawasan genangan air di Medan Timur dan Medan Selayang yang digelar Balitbang Kota Medan di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja, Kamis (05/12/2019).
 
Seminar Akhir yang merupakan kegiatan koordinasi Tim Kelompok Kerja(Pokja) Jaringan Penelitian dan Pengembangan Bidang Infrastruktur ini menghadirkan narasumber Dr Kuswandi ST MT, Yudha Hanova ST MEng dan Rahmad Dian ST MT dari Institut Teknologi Medan (ITM) serta pembanding, Ir Makmur Ginting, Msc dari Universitas Sumatera Utara (USU). Seminar ini juga diikuti Perwakilan OPD terkait perwakilan Kecamatan, Dewan Riset Daerah dan Komunitas Peneliti Muda.
 
Dikatakan Kaban litbang, ditinjau dari bentuk permukaan bumi, Kota Medan terletak di dataran peralihan yaitu dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Kemudian tiga sungai besar yang ada di Kota Medan merupakan Badan air alami yang dapat mengalirkan air permukaan ketika hujan. Selain sungai juga terdapat alur- alur alam yang telah terbentuk dan berfungsi mengalirkan air permukaan, namun saat ini genangan terkonsentrasi di alur-alur alami tersebut.
 
"Perubahan tata guna lahan serta meningkatnya alih fungsi tutupan lahan menjadi lahan dengan perkerasan menyebabkan limpasan air permukaan meningkat. Oleh sebab itu perlu dilakukan kajian akademik untuk mendapatkan akar masalah sekaligus menghasilkan rekomendasi dalam mengatasi genangan air di Kota Medan saat itensitas hujan," jelas Farid Wajedi.
 
Menurut Farid Wajedi, pembangunan Kota Medan tidak dapat dibatasi dan Urbanisasi juga tidak dapat dicegah. Artinya siklus air tetap berjalan, untuk itu perlu ada keselarasan antara pembangunan dan siklus air sehingga keselarasan dapat diwujudkan melalui penataan air kita secara menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan.
 
"Melalui Pertemuan ini dapat diharapkan dapat menghasilkan formulasi yang strategis sehingga dapat menjadi acuan bagi Pemko Medan khususnya OPD terkait dalam mengatasi permasalahan-permasalahan genangan air di beberapa kawasan di Kota Medan," ungkap Kaban Litbang.
 
Sebelumnya, Kabid Ekonomi dan Pembangunan, Balitbang Kota Medan, Dr Nuraisyah, Seminar Akhir Tata kelola air Permukaan di Kota Medan ini mengambil studi kasus di Kecamatan Medan Timur, tepatnya di Jalan Jawa- Center Point dan Kecamatan Medan Selayang tepatnya di Jalan Bunga Cempaka seputaran Kantor Camat.
 
"Sejak Bulan Juni hingga bulan Juli, Tim Pokja melakukan penelitian. Kemudian melakukan seminar Proposal dan seminar Pra Hasil. Seluruh hasil kegiatan kajian kebutuhan dan pemanfaatan fasilitas umum akan dituangkan dalam Buku Hasil Kajian dan Laporan Kegiatan kemudian disampaikan kepada Bapak Plt Wali Kota Medan," jelas Nuraisyah.
 
Sementara itu berdasarkan Hasil Penelitian dan Pengkajian Tim Pokja bahwa Luas Daerah Pengaliran Saluran di Jalan Jawa Kecamatan Medan Timur sebesar 15 Hektar dengan pola aliran jaringan drainase di sekitar jalan Jawa terutama di Jalan Irian Barat tidak bisa teridentifikasi karena semua saluran tertutup oleh beton.
 
Sedangkan di Kawasan Medan Selayang, Tim Pokja menjelaskan bahwa Jalan Cempaka terdapat 2 aliran sungai dan ditemukan tinggi muka air banjir di Sei Selayang lebih tinggi dibandingkan drainase yang masuk ke Sei Selayang. Oleh sebab itu disimpulkan untuk bagian barat Jalan Cempaka sumber genangan diawali dari limpasan air yang berasal dari Sei Selayang.(BS07)
T#g:Banjirbanjir medangenangan airtata kelola air permukaan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 8 jam lalu

    Medan Bebas Banjir 2022, Pemprov Sumut Canangkan Gerakan 1 Juta Biopori

    Beritasumut.com-Setelah mendeklarasikan Medan Bebas Banjir Tahun 2022 bersama ribuan warga Medan dan sekitarnya pada Desember 2019, Pemerintah Prov

  • 2 hari lalu

    Antisipasi Banjir, Pangkosek Hanudnas III Medan Siap Dukung Pemko Medan

    Beritasumut.com-Panglima Kosekhanudnas III Medan, Marsekal Pertama TNI, Djohn Amarul SAB beserta jajarannya mengaku siap membantu dan mendukung Pem

  • 7 hari lalu

    Banjir Jakarta, Tujuh Wilayah Sudah Tidak Ada Pengungsi

    Beritasumut.com-Berdasarkan rekapitulasi data dampak banjir dan longsor Jabodetabek dan Lebak yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal

  • satu minggu lalu

    Banjir di Sumsel, 78 Unit Rumah Teredam, 12 Rumah Hanyut

    Beritasumut.com-Banjir menerjang Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Selatan), Kamis (09/01/2020) pagi. Banjir tersebut meluas hingga ke beberapa de

  • satu minggu lalu

    Kapolrestabes Medan Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir Bersama Jajaran Pemko Medan

    Beritasumut.com-Penanggulangan bencana rawan banjir di Kota Medan harus dilakukan dengan baik dan bijaksana. Sehingga tidak ada lagi rumah-rumah wa

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.