Peristiwa

Fraksi PAN DPRD Dukung Kapolresta Deli Serdang Berantas Judi

herman herman
Fraksi PAN DPRD Dukung Kapolresta Deli Serdang Berantas Judi
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Persoalan maraknya praktik judi, khususnya toto gelap (togel) di Kabupaten Deli Serdang, kian hari kian akut. Persoalan inipun lantas menjadi perhatian serius Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi.
 
Ditambah lagi dengan adanya instruksi Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, yang meminta semua para Kapolres dan Kapolsek untuk membasmi praktik judi tersebut.
 
Sikap Kapolda Sumut dan Kapolres Deli Serdang dalam memberantas praktik judi inipun didukung anggota DPRD Deli Serdang, Bayu Sumantri Agung. Pria yang sudah dua periode duduk sebagai anggota legislatif Deli Serdang ini menyatakan masyarakat awam di saja sudah tahu siapa bandar togel besar di Deli Serdang dengan omset puluhan bahkan ratusan juta rupiah perharinya.
 
"Kita percaya jika Polresta Deli Serdang mampu dan berani memberantas judi togel. Apalagi pemberantasan salah satu penyakit masyarakat (pekat) itu mendapat dukungan penuh dari Kapolda Sumut," jelas Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Deli Serdang itu di Lubuk Pakam, Jumat (10/01/2020).
 
Kendati begitu, sambung Bayu, apa yang disampaikan Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi dan diinstruksikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, sampai saat ini masih sebatas ungkapan, belum ada aksi nyata.
 
"Ya, masyarakat Deli Serdang menunggu gebrakan Kapolresta. Saya siap mendukung untuk membasmi kebatilan, seperti judi togel ini agar tidak ada lagi judi togel di kabupaten yang sama-sama kita cintai ini," tambah Bayu.
 
Dalam mendukung upaya pemberantasan judi, Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi menyatakan, pihaknya akan memasang jaringan atau 'kaki' atau yang biasa disebut kijang busuk alias kibus di setiap warung di Deli Serdang.
 
"Pemberantasan judi di setiap wilayah merupakan instruksi langsung Kapolda Sumut. Dan dengan terkendalanya jumlah personel, karena anggota juga harus melakukan penyelidikan kasus lain. Jadi tak sebanding dengan jumlah warung yang ada," ujar mantan Kapolres Asahan ini.(BS05)