Peristiwa

FKPPI Sumut Hadiri Munas di Akmil Magelang

FKPPI Sumut Hadiri Munas di Akmil Magelang
Ketua PD II FKPPI Sumut AR Krisman Purba (tengah) bersama Dansatgas Hendra Sembiring (pakai baret) di lokasi munas. (Ist)
Beritasumut.com - Tahun 2015 menjadi tahun kebangkitan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) serta Generasi Muda (GM) FKPPI. Tekad ini ditunjukkan dengan keinginan kedua organisasi untuk melebur dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar selama 3 hari, Jumat hingga Ahad (27-29 Maret) di Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Munas dibuka Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Menurut Ketua Panitia Munas Hans Silalahi, dua raga yang saat ini ada di FKPPI, yakni GM FKPPI dan Keluarga Besar FKPPI, harus bisa menjadi satu. Ini menjadi salah satu semangat munas kali ini. Munas dihadiri 3.375 orang.

"Mereka adalah peserta munas dan peninjau," kata Hans. Menurut Hans yang juga menjabat sebagai Ketua GM FKPPI, peleburan nantinya akan memperkuat dan mempercepat eskalasi konsolidasi dari tingkat rayon hingga ke pusat. Selain itu juga menghimpun kekuatan anak-anak tentara dan polisi ke dalam FKPPI. Selain itu diupayakan sinergis dan komunikasi dengan pembina TNI-Polri. FKPPI adalah barisan terdepan keluarga besar tentara dan polisi yang menjadi gerak juang TNI-Polri.

"Kami bangga karena munas bisa diselenggarakan di Akmil yang notabene kawah candradimuka bagi para pemimpin TNI maupun negara," tuturnya.

Munas ini merupakan kelanjutan dari Rakornas FKPPI dan Generasi Muda FKPPI di Manado, 13 Februari 2015 lalu. Saat itu, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo dan Hans Silalahi sepakat untuk meleburkan organisasi ini menjadi satu. Mereka kembali pada semangat khittah pembentukan FKPPI Tahun 1978.

Hal ini untuk memperkuat organisasi menjadi solid, kuat dan militan. Ini merupakan Munas bersejarah, setelah FKPPI lahir pada 1978. Maka pada Munas III yang berlangsung di Magelang tahun 1987, di Kompleks Akmil ini juga, FKPPI yang awalnya bernama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia, berubah menjadi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri ABRI.  "Sehingga tempat ini sungguh bermakna," jelas Potjo Sutowo dalam pidato pembukaannya.

Sementara Menhan sepakat memilih Kompleks Akmil sebagai tempat munas. Karena Akmil merupakan tempat lahirnya para pemimpin bangsa, juga lambang bersatunya TNI.

"Silahkan secara perorangan anggota FKPPI mau kemana saja. Tapi FKPPI tetap satu. Juga tetap netral," ujar menantu mantan Wapres Try Sutrisno tersebut.

"FKPPI harus satu. FKPPI harus jelas. Bagaimanapun saya juga anak tentara," tegasnya.

Pembukaan munas dihadiri juga Gubernur Akmil Mayjen Sumardi, pimpinan TNI, pejabat daerah dan lainnya. Menhan yang semula hanya berbatik coklat, diberi seragam FKPPI bertuliskan Ryamizard, saat tiba di Gedung Lily Rochli Kompleks Akmil, yang digunakan sebagai tempat pembukaan. Munas ditutup oleh Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo. Sebelum penutupan, peserta melakukan kegiatan di Puncak Gunung Tidar dan Lapangan Sapta Marga.

PD II FKPPI Sumut memberangkatkan puluhan personel berikut seluruh Pengurus Cabang dipimpin Ketua PD II FKPPI AR Krisman Purba didampingi Wakil Ketua Hendra Sembiring selaku Ketua Panitia Pemberangkatan ke munas. Selain personel FKPPI dan Satgasda, PD II FKPPI Sumut juga mengikutsertakan Pelajar, Mahasiswa, Pengusaha dan Wanita FKPPI sebagai organisasi pendukung. 

"Meleburnya Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri Indonesia (FKPPI) dan Generasi Muda FKPPI merupakan pilihan terbaik. Nantinya organisasi baru FKPPI yang dibentuk merupakan induk organisasi," kata Krisman Purba bersama Sekretaris Edo Binsar ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/4/2015) malam. (BS-001)