Selasa, 19 Maret 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • FGD Tugas Perbantuan TNI kepada Polri dari Perspektif HAM Dibuka Kasum TNI

FGD Tugas Perbantuan TNI kepada Polri dari Perspektif HAM Dibuka Kasum TNI

Kamis, 14 Maret 2019 23:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD) Tugas Perbantuan TNI kepada Polri dari Perspektif HAM, bertempat di Hotel Santika, TMII, Jakarta Timur, Kamis (14/03/2019).
 
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP dalam sambutannya yang diwakili oleh Kasum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk dengan beragam suku, ras, budaya, agama, dan golongan yang tersebar di berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bisa dikatakan bahwa Indonesia sebagai Negara yang rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat berkembang menjadi konflik horisontal maupun vertikal. “Hal itu bisa terjadi apabila tidak diantisipasi secara dini oleh Tentara Nasional Indoneisa (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Stakeholders lainnya, serta seluruh komponen bangsa secara bersinergi, terintegrasi dan berkesinambungan,” katanya.
 
Panglima TNI mengungkapkan bahwa tugas perbantuan TNI kepada Polri ini mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. “Rule Of Engagement atau Aturan Pelibatan TNI, mengambil referensi dari Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, KUHP, KUHAP, Prosedur Tetap Kepala Kepolisian negara Republik Indonesia tentang Penanggulangan Anarki, Hukum Humaniter, Protokol VII PBB tentang Prinsip dasar penggunaan kekerasan dan senjata api oleh aparat penegak hukum, dan Resolusi PBB tentang Ketentuan Berperilaku (code of conduct) bagi pejabat penegak hukum,” tuturnya.
 
Lebih lanjut dikatakan bahwa aturan pelibatan ini merupakan pedoman bagi prajurit dan satuan dalam melaksanakan tindakan polisional, agar dapat dijamin legalitasnya. “Setiap tindakan, prinsip proporsionalitas dan pembatasan harus dijunjung tinggi, dipatuhi, sehingga dapat meminimalisir dampak gangguan Kamtibmas, serta tercegahnya pelanggaran hukum. Perlu diketahui bahwa dalam tugas perbantuan TNI, apabila tidak diberikan lokasi obyek pengamanan khusus, satuan TNI mem-back up satuan Polri, hal ini yang sering berpotensi terjadi pelanggaran hukum dan HAM,” pungkasnya.
 
Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut yaitu Asops Kapolri yang diwakili oleh Brigjen Pol Kusharyanto, Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik, Dirum HAM Kejaksaan Agung RI, Sidabutar, dengan penanggap utama Bapak Sulaiman Sujono Delegasi ICRC Indonesia, Ibu Indah dari Dir Ham Kemenlu RI dan Brigjen TNI Tudi Syamsir dari Kemenkopolhukam serta diikuti 90 peserta terdiri Pati Sahli, Asisten Panglima TNI dan perwakilan satuan TNI serta Polri. (Rel)
T#g:FGD TNIpanglima TNIPerbantuan TNI
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 11 jam lalu

    Panglima TNI: Satsiber TNI Lindungi Infrastruktur Kritis TNI

    Beritasumut.com-Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) memiliki tugas untuk melindungi dan mempertahankan infrastruktur kritis TNI

  • 3 hari lalu

    TNI Terima Hibah Keramik dari PT Arwana Citramulia Tbk

    Beritasumut.com-Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima hibah keramik sebanyak 35.000 m² dari PT Arwana Citramulia Tbk, yang diserahkan seca

  • 4 hari lalu

    Panglima TNI dan Kapolri Silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama se-Provinsi Riau

    Beritasumut.com-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP dan Kapolri Jenderal Pol Prof H Tito Karnavian PhD, melaksanakan silaturahmi dengan se

  • 5 hari lalu

    Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Ikuti Kuliah Umum Panglima TNI

    Beritasumut.com-Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 500 mahasiswa dan Civitas Akademi Universi

  • 5 hari lalu

    Panglima TNI dan Kapolri, Tinjau Karhutla di Riau

    Beritasumut.com-Perjuangan para prajurit untuk memadamkan api yang telah membakar lahan dan hutan tidaklah mudah, karena dibutuhkan perjuangan dan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.