Senin, 18 November 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Erupsi Gunung Sinabung Capai 2.000 Meter, Masyarakat Diimbau Menjauh

Erupsi Gunung Sinabung Capai 2.000 Meter, Masyarakat Diimbau Menjauh

Selasa, 07 Mei 2019 13:49:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Gunungapi Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali mengalami erupsi hingga setinggi 2.000 meter, pada Selasa (07/05/2019), pukul 07.48 WIB.
 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.
 
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, PVMBG memonitor bahwa erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sekitar 42 menit 49 detik.
 
"Hujan abu cukup tebal saat erupsi dan distribusi abu vulkanik mengarah ke barat daya dari puncak gunung," ungkapnya kepada wartawan.
 
Sutopo menjelaskan, hujan abu vulkanik yang jatuh di beberapa desa sekitar Gunung Sinabung dengan cukup tebal. Namun masyarakat tidak panik menyikapi erupsi Gunung Sinabung, karena telah banyak belajar dengan erupsi-erupsi yang berlangsung sebelumnya.
 
"Masyarakat telah memahami daerah yang berbahaya daerah luncuran awan panas. Apalagi ribuan masyarakat sekitar Gunung Sinabung yang tinggal di zona merah telah direlokasi," jelasnya. 
 
Lebih lanjut Sutopo mengatakan, berdasarkan pantauan distribusi abu vulkanik, PVMBG telah mengeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) atau notifikasi terkait dengan aktivitas penerbangan. Notifikasi yang dikeluarkan berstatus warna oranye (Orange).
 
"Ini berarti aktivitas gunung api berpotensi membahayakan penerbangan. VONA yang diperbaharui akan dikeluarkan apabila kondisi telah berubah secara signifikan atau perubahan status warna terjadi," terangnya.
 
Saat ini tambah Sutopo, Gunungapi Sinabung berada pada status level IV atau ‘Awas.’ Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG – Badan Geologi yaitu masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara - Barat, 4 km untuk sektor Selatan - Barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara, di dalam jarak 6km untuk sektor Tenggara - Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara -Timur.
 
"Di samping itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat," pungkasnya.(BS06)
T#g:ERupsgunung apiGunung Sinabung
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Kebakaran di Gunung Raung, 13 Pendaki Dievakuasi

    Beritasumut.com-Hutan di Gunung Raung, Jawa Timur dilaporkan terbakar pada Jumat (04/10/2019) pukul 18.00 WIB. Karenanya, sebanyak 13 orang pen

  • 4 bulan lalu

    Erupsi Lagi, Status Gunung Tangkuban Parahu Kini Menjadi Waspada

    Beritasumut.com-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhitung J

  • 6 bulan lalu

    Erupsi Sinabung, Polres Simalungun Bagikan Masker kepada Masyarakat Kecamatan Raya

    Beritasumut.com–Terjadinya erupsi Gunung Sinabung berdampak abu vulkanik yang menyebar hingga ke Pematang Raya, Kabupaten Simalungun. Untuk m

  • 10 bulan lalu

    Berada di Cincin Api, Presiden Jokowi: Rancangan Pembangunan Harus Perhatikan Resiko Bencana

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, negara Indonesia berada dalam garis-garis cincin api sehingga setiap pembangunan dan ra

  • tahun lalu

    Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali, Status Waspada

    Beritasumut.com-Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung untuk sekian kali meletus. PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.