Peristiwa

Eldin Marah Besar Saat Ditanya Dugaan Korupsi Hasan Basri


Eldin Marah Besar Saat Ditanya Dugaan Korupsi Hasan Basri
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan tahun 2008 sebesar Rp28,5 miliar yang melibatkan Kepala Dinas Hasan Basri kian memanas. Ini setelah Walikota Medan Dzulmi Eldin marah besar kepada wartawan saat ditanya kasus yang melibatkan bawahannya tersebut.
 
"Kenapa kau tanya itu? Kok itu pula yang kau tanya di sini," jawab Eldin saat dikonfirmasi usai apel gelar pasukan Operasi Ramadniya Toba 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Senin (19/06/2017).
 
Emosi Eldin kian memanas saat ditanya kenapa dia kembali mengangkat Hasan Basri menjadi Kadisdik Kota Medan, padahal ada kasus tersebut.Bahkan dia sempat meminta data dugaan korupsi itu. "Mana datanya, mana datanya? Kok persoalan angkat mengangkat pula yang ditanya," jawab Eldin.
 
Melihat orang nomor satu di Pemko Medan itu marah-marah, Kabag Humas Pemko Medan, Ridho Nasution yang berada tepat di samping Eldin sempat berupaya mencegah wartawan untuk menanyakan hal itu. "Bang, bang...!" ucap Ridho.
 
Setelah melihat Eldin mulai tenang, wartawan kembali menyinggung kasus Hasan Basri. Apakah indikasi korupsi itu tidak menjadi bahannya untuk melakukan evaluasi terhadap Hasan Basri, lagi-lagi Eldin murka."Laporkan saja. Kalau memang ada datanya itu, laporkan saja," jawabnya lagi sambil masuk ke mobil dinasnya.
 
Aksi emosi Eldin membuat beberapa pejabat yang kebetulan melihat terkaget-kaget. Salah seorang kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Medan yang berada di lokasi sempat bertanya kepada wartawan. "Apa yang kau tanya tadi? Kok marah-marah beliau," tanya kepala SKPD tersebut.
 
Wartawan pun menjelaskan yang ditanya adalah kasus dugaan korupsi di Disdik Kota Medan tahun 2008 yang diduga melibatkan Hasan Basri. Kepala SKPD tersebut serasa tak percaya. Lantas, wartawan menunjukkan foto hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut kepadanya. Melihat itu, dia pun terperangah.
 
Sebelumnya, Kadisdik Medan, Hasan Basri ketika dikonfirmasi pada Jumat (16/06/2017) kemarin, jam 16.07 wib, via layanan Whats App (WA), ogah memberikan jawaban. Pesan dari WA hanya dibacanya namun tak dibalasnya.
 
Untuk diketahui, beberapa item temuan Disdik Medan tahun 2008 yang tertera pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tersebut antara lain, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Medan digunakan tidak sesuai buku panduan BOS. Selain itu, ada juga masalah jasa giro dari dana safeguarding Disdik Medan sampai Desember 2008 tidak disetor ke kas negara. 
 
Kemudian, masalah beberapa sekolah belum menyusun dan mempublikasikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS TA 2007 dan 2008 kepada masyarakat. Dana BOS yang disalurkan kepada sekolah-sekolah mampu tidak efektif. Tidak ada pemisahan pengelolaan dan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS antara SMP terbuka dan SMP induk. Terdapat pengeluaran dana BOS yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Serta banyak lagi item temuan lainnya.(BS04)

Tag:Dana BOSDisdik Kota MedanKorupsipungliWalikota MedanHasan Basri