Rabu, 29 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Duka Akmal atas Wafatnya Patmi Petani Cor Kaki dari Rembang

Duka Akmal atas Wafatnya Patmi Petani Cor Kaki dari Rembang

Kamis, 23 Maret 2017 13:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin turut berduka cita atas wafatnya Ibu Patmi (48), seorang petani perempuan asal Rembang, Jawa Tengah, yang melakukan cor kaki dengan semen di depan istana negara.
 
Sebelum wafat, Ibu Patmi bersama 19 orang petani lainnya sudah sejak pekan lalu melakukan aksi tersebut untuk meminta pemerintah menolak rencana pendirian dan pengoperasian pabrik PT Semen Indonesia, karena untuk melindungan kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.
 
“Ibu Patmi adalah pahlawan kita, pahlawan lingkungan yang gigih menyuarakan kelestarian alam tempat tinggalnya. Seharusnya, persoalan ini bisa diselesaikan di level provinsi, tanpa harus ada nyawa yang dikorbankan seperti ini,” duka Akmal di Jakarta, Rabu (22/03/2017). 
 
Diketahui, Ibu Patmi meregang nyawa pasca pertemuan dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki, pada Senin (20/3) untuk mencari titik temu. Almarhumah yang awalnya bersikeras untuk melanjutkan aksi, pada akhirnya, memutuskan untuk berhenti dan membuka cor kaki pada malam hari.
 
Nahas, sesaat setelah membersihkan badan sekitar pukul 02.30 dini hari, almarhumah mengeluh sakit dada, kejang-kejang, lalu muntah. Almarhumah segera dilarikan ke RS Saint Carolus Salemba, namun ajal segera menjemputnya di tengah perjalanan atas dugaan serangan jantung, tepat pukul 02.55 dini hari.
 
“Aksi cor kaki ini bentuk keprihatinan warga yang ingin agar Presiden Jokowi segera turun tangan. Negara seharusnya hadir untuk membela kepentingan warganya dan menjaga ekosistem lingkungan. Rezim pembangunan, harusnya juga mementingkan persoalan kemanusiaan,” jelas Doktor Bidang Sosiologi dari Universitas Negeri Makassar ini.
 
Rencana pendirian pabrik PT Semen Indonesia itu sendiri terus berlanjut lantaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan izin baru. Padahal, sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan gugatan warga Kendeng untuk membatalkan izin pabrik semen itu. Dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) MA Nomor 99 PK/TUN/ 2016, jelas melarang penambangan dan pengeboran di atas Cekungan Air Tanah (CAT) di wilayah Pengunungan Kenden.
 
“Ini adalah bagian dari upaya penyelundupan hukum. Harusnya, Gubernur Ganjar patuhi putusan MA dan Perintah Presiden Jokowi agar menunda semua izin tambang di Pegunungan Kendeng. Sebab, dampak dari pembangunan ini akan merugikan tiga daerah sekaligus, yaitu Kudus, Rembang, dan Pati,” tegas Akmal.
 
Oleh karena itu, Akmal akan meminta pimpinan Komisi IV untuk segera memanggil Kementerian Pertanian sebagai mitra, agar menjelaskan dan bertanggung jawab atas persoalan ini. 
 
“Kita akan minta penjelasan bagaimana koordinasi Kementan dengan Kementerian BUMN atas kecolongan izin baru ini. Kementan harus perhatikan mitigasi ekonomi, sosial, dan lingkungan dari ribuan masyarakat yang terganggu ekonominya dengan adanya pabrik semen. Jangan sampai hanya karena kejar target pembangunan fisik, soal non-fisik menjadi terabaikan,” tegas Akmal.(BS01)
T#g:aksiBuruhMeninggalprotes semen
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Personil Brimob Poldasu Meninggal Dunia, Kapolda Sumut Martuani Sormin Datang Melayat

    Beritasumut.com–Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi, Pju Polda Sumut, bersama personil Brimob Polda Sumut datang melaya

  • 3 minggu lalu

    Fraksi PAN DPRD Dukung Kapolresta Deli Serdang Berantas Judi

    Beritasumut.com-Persoalan maraknya praktik judi, khususnya toto gelap (togel) di Kabupaten Deli Serdang, kian hari kian akut. Persoalan inipun lant

  • 3 minggu lalu

    Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Hakim PN Medan, Keluarga Jefri Sesalkan Penyidik Polretabes Arogan

    Beritasumut.com-Keluarga JP Nasution salah seorang saksi yang diperiksa oleh pihak penyidik unit pidana umum (Pidum) Polrestabes Medan terkait kasu

  • 2 bulan lalu

    Diduga Sakit, Penarik Becak Ditemukan Meninggal di Medan Area

    Beritasumut.com-Diduga karena sakit, seorang penarik becak tanpa identitas (Mr X) yang ditaksir berusia 60 tahun ditemukan tewas tergeletak di samp

  • 2 bulan lalu

    Temui Plt Walikota Medan, KSPSI Sampaikan Hal Ini

    Beritasumut.com-Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, MSi menerima audiensi pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.