Selasa, 12 November 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Dugaan Suap, Walikota Kendari dan Tiga Orang Lainnya Ditahan KPK

Dugaan Suap, Walikota Kendari dan Tiga Orang Lainnya Ditahan KPK

Jumat, 02 Maret 2018 10:31:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kepada Walikota Kendari terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Kendari Tahun 2017-2018, Kamis (01/03/2018) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya hukum penahanan terhadap keempat tersangka, yaitu ADR (Walikota Kendari periode 2017–2022), ASR (Swasta), FF (Swasta) dan HAS (Direktur Utama PT SBN).
 
Keempatnya ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di dua rumah tahanan terpisah. ADR, ASR dan FF ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK. Sedangkan HAS di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.
 
Sebelumnya, KPK telah menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka. Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara Walikota Kendari secara bersama-sama dengan ASR dan FF dari HAS selaku Direktur Utama PT SBN terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Kendari Tahun 2017–2018.
 
Atas perbuatannya, ADR, ASR dan FF disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan, HAS diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
 
KPK sebelumnya mengamankan total 12 orang pada Selasa hingga Rabu, 27-28 Februari 2018 di Kendari. Pada Senin siang, 26 Februari 2018, KPK mengetahui telah terjadi penarikan uang Rp1,5 miliar dari Bank Mega di Kendari dan kemudian teridentifikasi komunikasi dugaan peruntukan dan pengantaran uang pada pihak yang terkait dengan Walikota Kendari. Setelah memastikan ada indikasi kuat telah terjadi transaksi, pada Selasa, 27 Februari 2018 sekitar pukul 20.08 WITA berturut-turut hingga keesokan harinya tim KPK mengamankan sejumlah pihak termasuk Walikota Kendari, ASR, FF dan HAS. 
 
Dikutip dari website KPK, Sebelum diterbangkan ke Jakarta, KPK telah melakukan pemeriksaan awal kepada para pihak yang diamankan di Polda Sulawesi Tenggara.(BS01)
T#g:OTT KPKWalikota Kendarisuaptersangka KPK
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK, Tokoh Masyarakat Prihatin

    Beritasumut.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara pada Selasa-Rabu, 15-16 Oktober

  • 4 minggu lalu

    Tersangka Suap, KPK Tahan Walikota Medan Dzulmi Eldin

    Beritasumut.com-KPK telah menahan Walikota Medan Dzulmi Eldin yang merupakan tersangka kasus dugaan suap. Dia diduga menerima suap total Rp 330 jut

  • 4 minggu lalu

    Terjaring OTT, Walikota Medan Dzulmi Eldin Sudah di Gedung KPK

    Beritasumut.com-Walikota Medan Dzulmi Eldin yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tiba di gedung KPK. Eldin hanya diam saat dibawa masuk ke d

  • 4 minggu lalu

    OTT KPK, 6 Orang Pejabat Pemko Medan Diperiksa di Polrestabes Medan, Walikota Diboyong ke Jakarta

    Beritasumut.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan  Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada pejabat daerah Kota Medan, total ada 6 orang

  • 2 bulan lalu

    Gantikan Imam Nahrawi, Presiden Jokowi Tunjuk Hanif Dhakiri Jadi Plt Menpora

    Beritasumut.com-Menyusul pengunduran diri Imam Nahrawi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) penunjukan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.