Jumat, 08 Mei 2026

Domba Waringin Hasil Rekayasa Genetika Capai Berat 200 Kg

Senin, 14 November 2016 11:38 WIB
Domba Waringin Hasil Rekayasa Genetika Capai Berat 200 Kg
beritasumut.com/BS08
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Domba Waringin, begitulah orang menyebutnya. Domba yang beratnya bisa mencapai 200 kg lebih ini, adalah hasil rekayasa genetika, yang di ilustrukan dengan bentuk nyata.

Dia adalah Ir H M Tista Waringin Sitompul (alm), yang pernah jadi dosen di Universitas Sumatera Utara (USU), yang merupakan penemu domba Waringin.

"Waringin" diambil dari nama dirinya. Hasil rekayasa genetika domba Waringin, di mulai sekitar tahun 1990. Ketika saat itu dirinya membeli 3 pasang domba dari 3 negara lain, seperti Australia dan Inggris.

Hal itu di ungkapkan oleh putra beliau yang bernama Mirsal Waringin SSt alias Ical (30), saat wartawan, berkunjung kerumahnya, yang sekaligus menjadi peternakannya, di jalan D I Panjaitan, Lingkungan ll, Desa Sidomulyo, Kabupaten Langkat, Senin (14/11/2016).

"Sekitar tahun 1990, Almarhum Orang Tua Saya  mencari bibit domba dari tiga negara. Setelah di teliti, akhirnya domba jenis 'Safok' asal negara Inggris, yang sesuai dengan iklim di negara kita ini," ungkap Ical.

Kini setelah orang tua Ical (Ir H M Tista Waringin Sitompul) meninggal dunia pada 30 Oktober 2016, karena penyakit Diabetes yang di deritanya, Ical yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung, bertekad untuk meneruskan program dan usaha Almarhum orang Tuanya.

Dengan dibantu oleh beberapa mahasiswa yang sedang Magang, Ical dengan tekun mengurus domba domba yang diwariskan orang tua nya tersebut.

"Ada sekitar 180 Ekor domba yang ada di sini. Namun untuk di Kabupaten Langkat, domba Waringin ini mencapai jutaan lebih, yang sumbernya berasal dari tempat kami," beber Ical.

Lebih lanjut di katakan Ical, Ir H M Tista Waringin semasa hidupnya selalu memberikan Zakat kepada  orang yang membutuhkan. Itu merupakan salah satu program Almarhum yang harus di teruskan.

"Sewaktu masih hidup, beliau tidak pernah lupa berzakat. Hal tersebut yang selalu kami ingat," kata Ical sembari di Amin kan oleh abangnya yang bernama Arif.

Domba Waringin mempunyai ciri tersendiri dari domba pada umumnya. Selain bobotnya yang lebih berat, perbedaan domba Waringin dengan domba biasa terletak pada panjang Tubuhnya yang lebih panjang dari domba pada umumnya.

Selain itu, lanjut Ical. Tidak adanya tanduk serta adanya bintik bintik di mukanya, merupakan ciri ciri domba Waringin hasil karya Almarhum Orang Tuanya.

Untuk pemasaran Domba Waringin, di akui Ical sudah keluar Provinsi, seperti Aceh, Pekan Baru, dan Palembang.

"Sebenarnya banyak sekali orang yang menginginkan domba Waringin ini. Namun dalam hal ini kita akan penuhi untuk kuota Sumut dulu," katanya.

Dari sekitar 180 ekor domba yang di milikinya, ada 4 jenis domba yang di golongkan sebagai domba Waringin.

"Kalau untuk pembibitan, biasanya usia yang cocok buat domba berusia 4 sampai 6 bulan. Begitupun di setiap makanannya kita selalu menambahkan Concentrate, sebagai penambah selera makan buat domba tersebut," demikian Ical.(BS08)

Tags
beritaTerkait
 Sebut Palas Ideal untuk Peternakan, Pj Gubernur Sumut Dukung Pengembangan Peternakan di Palas
Langkat Punya SMK Peternakan, Pj Gubernur Sumut Sebut akan Jadi Investasi Besar
Plt Bupati Langkat Bersama Pj Gubernur Sumut Hadiri Peresmian SMK Peternakan Prof DR H Mohd Hatta
Kapolda Sumut Minta Aktifkan Posko PPKM Cegah PMK
Antispasi Penyakit Mulut Kuku, Polrestabes Medan Turun Tangan Cek Kondisi Hewan Ternak di Kelurahan Namo Gajah
Jaga Harga Tetap Stabil, Wabup Labura Berharap Dinas Pertanian Buat Program Pasar Hewan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker