Sabtu, 25 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Diskusi UIN Sumut, Orang Miskin Sulit Mendapat Kepastian Hukum

Diskusi UIN Sumut, Orang Miskin Sulit Mendapat Kepastian Hukum

Senin, 22 Juli 2019 14:12:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumut menggelar diskusi tentang demokrasi dan HAM, Kamis (11/07/2019). 
 
Mengambil tema 'Masa Depan Demokrasi Rule Of Law dan HAM di Indonesia Pasca Pemilu 2019', diskusi dihelat di Aula Sains dan Teknologi Kampus UIN Sumut Jl Sutomo Medan. 
 
Mahasiswa mengundang dua pembicara utama, yakni dosen Antroplogi Hukum USU Dr Edy Ikhsan SH MA dan Direktur Pusham UNIMED Majda El Muhtaj. 
 
Dalam paparannya, Edy Ikhsan mengurai cakupan-cakupan tentang kepastian hukum yang nyata di Indonesia. 
 
Di antaranya, tersedianya aturan-aturan hukum yang jelas, konsisten dan mudah diperoleh serta diterbitkan oleh atau diakui karena (kekuasaan) negara.
 
Namun Edy menggarisbawahi, biasanya orang-orang miskin dan termarginalkan kerap mendapat perlakukan ketidakpastian hukum yang nyata. 
 
"Banyak contoh kasus bahwa orang miskin kerap sulit mendapat kepastian hukum yang nyata. Bahkan mengaksesnya pun sulit. Ironisnya, justru perlakuan akan berbeda kepada penguasa, anak penguasa dan pemilik modal," kata Edy Ikhsan. 
 
Kepastian hukum yang nyata juga dilihat dari hakim-hakim peradilan yang mandiri dan tidak berpihak (independent and impartial judges) menerapkan aturan-aturan hukum tersebut secara konsisten dalam kasus yang mereka sidangkan.
 
"Bahwa keputusan peradilan secara konkrit dilaksanakan," ungkap Edy. 
 
Di bagian lain, Edy mengatakan ada beberapa kendala menghadirkan kepastian hukum yang nyata di Indonesia. 
 
Di antaranya soal politik. "Misalnya penguasa memperlakukan militer sebagai kuda troya. Hukum dikorbankan demi stabilitas dan ideologi pembangunan yang dianut," ungkap aktivis perlindungan perempuan dan anak tersebut.
 
Dan kendala lainnya, sambung Edy Ikhsan, yakni pemerintahan (aparat penguasa). 
 
"Lemahnya kepemimpinan, korupsi yang merajalela, plutokrasi dimana politikus lebih banyak mengandalkan kekuatan kapital sebagai senjata utama. Ini hal-hal yang menjadi kendala kepastian hukum yang nyata di Indonesia," tukas Edy Ikhsan. 
 
Di tempat yang sama, pembicara lainnya Majda El Muhtaj MHum menekankan bahwa komitmen demokrasi itu ada pada beberapa hal.
 
"Di antaranya soal kesetaraan dan hak asasi," kata Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PushaM) UNIMED tersebut. 
 
Menurutnya, kampus dan mahasiswa sejatinya harus menjadi penyeimbang proses demokratisasi yang terjadi di tengah masyarakat.
 
"Demokrasi tanpa civil society tak akan berjalan sesuai harapan. Pers dan media juga harus menjadi penyeimbang karena pers juga bagian pilar demokrasi," kata Majda. 
 
Dalam slide yang dipaparkannya, Majda banyak mengurai pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara sebagai bagian dari proses berdemokrasi. 
 
Salahsatu rekomendasinya yakni penguatan pendidikan dan pelatihan HAM di seluruh jenjang pendidikan non diskriminatif dan inklusi. 
 
Majda juga menyoroti UU ITE yang kerap mendapat kritik karen dianggap menyalahi hak asasi.(BS03)
T#g:DiskusiHAMUIN SumutUU ITE
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    430 Peserta Rebut Piala Akhyar Nasution di Medan Futsal Championship 2020

    Beritasumut.com-Sebanyak 430 peserta memeriahkan Medan Futsal Championship 2020 dengan memperebutkan piala Akhyar Nasution, Minggu (19/01/2020) di

  • satu minggu lalu

    Panglima TNI: Sinergitas TNI-Polri Ciptakan Stabilitas Keamanan Nasional

    Beritasumut.com-Sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadikan satu kekuatan untuk men

  • satu minggu lalu

    Begini Sosok Akhyar Nasution di Kalangan Warga Muhammadiyah

    Beritasumut.com-Nama pelaksana tugas Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi terus menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Kalau

  • 2 minggu lalu

    Kapolda Sumut Ungkap Kasus Narkotika Bersama Polsek Hamparan Perak, Polres Belawan

    Beritasumut.com–Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi, memimpin pengungkapan kasus narkotika tangkapan Polres Pelabuhan Belawan, be

  • 3 minggu lalu

    Hamzah Al-Fansuri, Ini Nama Jembatan Termegah di Tapteng Berbiaya 52 Miliar yang Diresmikan Bupati

    Beritasumut.com-Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanu

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.