Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
Beritasumut.com-Direktur Utama (Dirut) PT Multi Grafindo Mandiri, Irwan akhirnya diperiksa penyidik Polsek Delitua atas dugaan penampungan barang bekas berupa bongkahan papan reklame milik Pemko Medan hasil curian (penadah) yang diduga dilakukan oleh dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Medan berinisial RG (38) dan VH (40).
Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna mengatakan, pemeriksaan terhadap Irwan dilakukan berdasarkan keterangan dari kedua tersangka RG dan VH.
"Kedua tersangka yang kita amankan itu menyebut, bongkahan besi papan reklame milik Pemko Medan itu mereka jual ke perusahaan PT Multi Grafindo Mandiri. Dalam hal ini Dirutnya langsung kita panggil dan sudah diperiksa," kata Wira, Minggu (15/01/2017).
Menurut Wira, selain Irwan, pihaknya juga akan memanggil dan memeriksa pimpinan langsung dari RG dan VH, termasuk salah satu perusahaan penyedia atau pemilik Crane yang digunakan kedua tersangka untuk mengangkat bongkahan besi tersebut.
"Mereka (tersangka) mengaku mendapat gaji. Sebab, yang menyuruh keduanya diduga dilakukan oleh atasannya langsung. Karena itulah kita akan memeriksa atasannya tersebut," ujarnya.
Dia menjelaskan, kedua tersangka tidak mungkin melakukan perbuatan itu tanpa ada kerjasama dan yang menyuruhnya. Sebab, dari hasil penjualan bongkahan barang bekas itu seharusnya tersangka mendapat uang senilai Rp800 juta. Namun, bedasarkan hasil pemeriksaan sementara kedua tersangka justru mendapat 10 persen dari total penjualan itu," sebutnya.
Wira menambahkan, kemungkinan masih banyak keterlibatan orang tertentu dalam kasus ini. Sebab, sejumlah saksi termasuk orang-orang yang disebutkan tersangka belum seluruhnya diperiksa. "Pemeriksaan kan akan berkembang terus, semua yang disebutkan tersangka itu akan diperiksa meskipun statusnya masih sebatas saksi. Tetapi, pasti akan berkembang," terangnya.
Ditanya mengenai keterlibatan AK selaku pemilik perusahaan Multi Grafindo Mandiri, pihaknya pasti akan memanggilnya. Dan tidak akan mungkin bisa lepas jika penyidik sudah menemukan dua alat bukti dan keterangan saksi. "Keterangan awal sudah kita punya, dia (AK) tidak akan mungkin bisa lepas. Kita tunggu saja, pasti akan sampai pada titik itu," ungkapnya.
Sebelumnya, dua oknum PNS Pemko Medan berinisial RG (38) dan VH (40) yang diamankan petugas Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan atas dugaan pencurian bekas bongkaran reklame milik Pemko Medan ditetapkan sebagai tersangka.
Kedua PNS tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencurian bongkahan besi bekas papan reklame milik Pemko Medan, sebagaimana disebut pada pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Selain itu, keduanya juga melanggar Peraturan Walikota (Perwal) Kota Medan No.38/2014 tentang Reklame. Untuk sementara, dari kedua tersangka disita barang bukti berupa dua unit mobil truk Crane dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 9151 LE dan BK 9324 LB dan sejumlah bongkahan besi atau rangka reklame dengan taksiran kerugian mencapai Rp800 juta. Sedangkan pada PT Multi Grafindo Mandiri diduga melanggar pasal 340 KUHPidana tentang penadah.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Multi Grafindo Mandiri, Irwan saat dikonfirmasi tidak memberikan respon. Berkali-kali di hubungi tidak dijawab.
Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, Polisi diminta untuk terbuka dalam melakukan proses penyelidikan kasus itu. "Ini milik Rakyat, karenanya rakyat harus tau siapa sebenarnya pemain dan orang-orang yang selama ini terus mencuri uangnya (Rakrat)," katanya.
Dia menyebut, kedua PNS yang diamankan itu tidak akan mungkin bisa melakukan aksinya jika tidak ada yang menyuruh atau membekinginya selama ini. "Mereka (tersangka) itu kan bawahan, apa mungkin bawahan mau bertindak jika tidak ada perintah dari atasannya? Setidaknya pemilik perusahaan itu tau dan mengenal atasan kedua tersangka," ujarnya.(BS04)
Baca Juga:
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
beritasumut.com Sidang perdana perkara pembatalan perdamaian (homologasi) yang diajukan oleh 34 mantan karyawan terhadap PT Tor Ganda di Pe
Peristiwa
PT Dua Rimba Medtech Indonesia resmikan fasilitas di Cikarang untuk dorong manufaktur alat kesehatan lokal dan solusi perawatan luka modern.
Kesehatan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi