Senin, 21 Mei 2018
  • Home
  • Peristiwa
  • Dinilai Arogan, Kapolres Simalungn AKBP Liberty Panjaitan Akan Dilaporkan ke Poldasu
pilkada beritasumut.com

Dinilai Arogan, Kapolres Simalungn AKBP Liberty Panjaitan Akan Dilaporkan ke Poldasu

Kamis, 18 Januari 2018 22:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Dinilai bersikap aroga, Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan akan dilaporkan Nur Asyiah Pagit Tarigan ke Polda Sumut (Poldasu).Nur merupakan kuasa pendamping yang diutus oleh Iwi alias Mincu (51), salah satu pemegang saham Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari yang berlokasi di Jalan Siantar-Perdagangan, Km 32.5, Huta IV, Pematang Kerasaan, Kabupaten Simalungun.
 
Dari informasi dihimpun, Pada Rabu (17/01/2018) kemarin, Nur datang ke Polres Simalungun untuk menemui salah seorang penyidik yang menangani kasus diamankannya ratusan tabung gas elpiji 3 kg milik PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari, 5 Januari lalu.Kepada petugas yang ada di sana, Nur bertanya siapa yang bisa ditemuinya untuk mengonfirmasi terkait surat yang diterima Irwan, Manager SPBE PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari.
 
Saat tak mendapat jawaban dari petugas, Nur memutuskan untuk bertemu dengan Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan."Saat saya ingin mengajak kapolres untuk berbincang di suatu tempat, beliau menjawab di sini saja biar terbuka dan terang-terangan, lalu mengambil kertas yang ada di tangan saya," ujar Nur kepada wartawan di Poldasu, Kamis (18/01/2018).
 
Kemudian adu argumen terjadi antara Nur dan Liberty. Liberty bertanya Nur siapa dan ada perlu apa datang ke Polres Simalungun. Nur pun memberi tau kalau dia adalah kuasa hukum pendamping untuk menanyakan duduk persoalan terkait penangkapan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Simalungun."Saat itu kami ke ruangan Kasat Reskrim bersama kapolres dan saya jelaskan kalau surat yang mereka layangkan kepada Irwan tidak sesuai dengan nama PT yang Irwan pimpin," ujar Nur.
 
Lalu, kata Nur, dia sempat bertanya kepada AKBP M Liberty mengapa suaranya keras, lalu dijawab oleh Liberty kalau ini adalah kantor dia. "Ini kantor saya, kata beliau. Lalu saya menjawab ini rumah masyarakat. Begini cara Anda mengayomi masyarakat? Anda sangat kasar, saya adalah tamu di sini," kata Nur, kepada Liberty saat itu.
 
Saat situasi mulai mereda, kemudian Irwan dipanggil Kapolres. Kemudian Irwan dipaksa untuk menelepon Iwi, pemilik SPBE. Saat telepon tersambung, Liberty bertanya kepada Iwi mengapa dia mengirim orang ke Polres Simalungun, padahal Nur adalah pengacara pendamping yang ingin mengkonfirmasi diamankannnya tabung gas milik Iwi.
 
"Saya keberatan dengan perbuatan Kapolres Simalungun yang saya anggap telah mengkangkangi Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai pengayon masyarakat dan penegak hukum. Tadi kami sudah ke Propam, tapi diarahkan membuat pelayanan pengaduan yanduan)," tegas Nur.
 
Untuk itu, kata Nur, dia pun rencananya akan melayangkan surat yang ditujukan kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw atas perlakuan Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty dan agar kasus ini mendapat titik terang.
 
Sebelumnya, pada 5 Januari lalu, Sat Reskrim Polres Simalungun mengamankan 1.120 tabung gas elpiji 3 kg milik PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari yang berlokasi di Jalan siantar perdagangan km 32,5 Huta IV Pematang Kerasaan, Kabupaten Simalungun.Dua truk yang mengangkut masing-masing 560 tabung tersebut distop petugas sesaat setelah keluar dari SPBE PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari.
 
"Alasannya karena ada tiga tabung yang tidak menggunakan karet berlogo SNI. Tapi semuanya disita mereka. Delapan hari kemudian Sat Reskrim Polres Simalungun mengembalikan 920 tabung, sisanya masih ditahan dengan alasan untuk bukti di persidangan," ujar Irwan, Manager SPBE PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari yang ikut hadir di Poldasu.
 
Irwan heran kenapa tabung-tabung gas miliknya bisa ditahan, padahal dari pertama perusahaan mereka berdiri, baru kali ini Polres Simalungun mempermasalahkannya. Lagian, kata Irwan, mereka adalah agen resmi dari Pertamina.
 
Iwi alias Mincu (51), salah satu pemilik saham di SPBE tersebut menuturkan, diamankannya gas elpiji milik mereka sempat membuat warga kesulitan mendapatkan gas, sebagaimana mestinya . Iwi berujar, dia dan Irwan juga sudah menerima surat masing-masing dengan Nomor: K/06/I/2018/Reskrim dan Nomor: K/07/I/2018/Reskrim, perihal permintaan keterangan."Saya gak habis fikir dengan kasus ini. Tadi malam saya juga mendapat semacam intimidasi. Ada orang yang tidak dikenal mengetok rumah saya, untuk mengantarkan surat," pungkas Iwi. (BS04)
 
T#g:GasKapolres Simalungn AKBP Liberty PanjaitanPoldasuSNISPBE PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Sumut-RRT Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bisnis

    Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat untuk meningkatkan kerja sama

  • 24 jam lalu

    Jelang Pilkada 2018, Bhabinkamtibmas Polres Tapteng Terima Arahan Dari Dir intelkam Poldasu

    Beritasumut.com-Dalam rangka Upaya Deteksi Dini Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 di Provinsi Sumut, Bhabinkamtibmas Polres Tapanuli Teng

  • kemarin

    Janjikan Lulus PNS, Mantan Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang Ditetapkan Jadi Tersangka

    Beritasumut.com-Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK menjelaskan jika pihaknya telah menetapkan status tersangka terhadap mantan Bu

  • 3 hari lalu

    Minta Uang Rp 450 Juta dengan Imbalan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Ditetapkan Jadi Tersangka

    Beritasumut.com-Tersangkut kasus penipuan dan penggelapan, mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Syukran Tanjung ditetapkan sebagai tersangka ol

  • 3 hari lalu

    Satgas Pangan Poldasu Sidak Pasar, Harga Bahan Pokok Masih Stabil

    Beritasumut.com-Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dalam menghadapi hari besar keagamaan bulan suci Ramadhan dan ha

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.