Peristiwa

Di Kampus USU, Kombes Darto Juhartono Sebut Angka Kasus Kecelakaan, Sebagian Besar Korbannya Para Milenial


Di Kampus USU, Kombes Darto Juhartono Sebut Angka Kasus Kecelakaan, Sebagian Besar Korbannya Para Milenial
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dalam rangka meningkatkan kesadaran berkendara yang baik dan mengurangi angka kecelakaan lalu-lintas, Kepolisian Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Police Goes To Campus, Kampus Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas. Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium USU itu dibuka oleh Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Drs Darto Juhartono.
 
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor V USU Ir Luhut Sihombing MP, Wadirlantas Polda Sumut AKBP Harimudin Ritonga SH MH, Kabbid Dokkes Polda Sumut, Kasubdit Bin Gakum Polda Sumut, Psikolog Sinta SPd MSi MA, pakar transportasi Ir Medis Sejahtera Surbakti ST MT PhD, Forum LLAJ, sejumlah pimpinan satuan unit kerja di USU dan para mahasiswa/i USU.
 
Mewakili Rektor USU, Warek V USU Luhut Sihombing sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Tim Korlantas Mabes Polri dan Tim Dirlantas Polda Sumut untuk memilih USU sebagai salah satu institusi yang mendapatkan kehormatan melaksanakan kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas.
 
"Saya berharap agar seluruh mahasiswa/i yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan informasi lebih detil tentang aturan berkendara serta menjadikan mereka lebih disiplin dan taat aturan. Juga diharapkan mampu berperan sebagai pelopor penegakkan aturan lalu-lintas di tengah teman-temannya, serta mensosialisasikannya di dalam lingkungan terdekat," ungkapnya dilansir dari laman usu.ac.id, Minggu (08/12/2019).
 
Sementara itu, Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Drs Darto Juhartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sepanjang satu tahun ini terdapat 109 ribu kasus kecelakaan lalu lintas, di mana 30 ribu jiwa melayang sia-sia. Dari 30 ribu jiwa tersebut, sebahagian besar dari korban adalah mereka yang berusia dari 15 hingga 35 tahun, para milenial dan usia produktif.
 
“Besarnya jumlah korban jiwa tersebut merupakan kondisi darurat yang harus ditangani bersama dan dicarikan tindakan preventif serta solutifnya. Karena kecelakaan secara langsung akan berdampak terhadap menurunnya kesejahteraan dalam keluarga. Baik dengan meninggalnya kepala keluarga, anak-anak yang kurang kasih-sayang orangtua karena orangtuanya menjadi korban laka lantas, dan lain-lain,” kata Kombes Pol Drs Darto.
 
Menguatkan pemaparannya, ia juga menyertakan tampilan video beberapa pelanggaran lalu-lintas yang mengakibatkan kecelakaan. Seperti menggunakan telepon selular ketika berkendara, melawan arus lalu-lintas, mengabaikan blind spot, menyalip dan beberapa tindakan melanggar aturan lalu-lintas lainnya.(BS09)

Tag:KecelakaanMilenialPolriUSU