Peristiwa

Demo Mengecam Perubuhan Masjid Berakhir Bentrok


Demo Mengecam Perubuhan Masjid Berakhir Bentrok
Abdul Manan
Salah seorang aparat tampak mengarahkan senjata gas air mata ke arah pengunjukrasa.
Medan, (beritasumut.com) Aksi unjukrasa ratusan umat Islam mengecam perubuhan Masjid Raudhatul Islam di depan Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan, Sumatera Utara, berakhir bentrok, Jumat (01/02/2013) sore.

Awalnya, pendemo menuding Hotel Emerald Garden merupakan simbol istana para kapitalis. Massa kemudian memaksa masuk ke hotel yang diduga milik pengembang yang menghancurkan Masjid Raudhatul Islam, Jalan Putri Hijau Gang Peringatan, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan tersebut. 

Aksi saling lempar antara pendemo dengan petugas kepolisian pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya dua orang pendemo mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu. Akhirnya petugas kepolisian melepaskan tembakan gas air mata dan mengerahkan water canon untuk membubarkan pendemo.

Koordinator Aksi Ustadz Zulkarnaen dalam orasinya mengatakan, penghancuran masjid bertentangan dengan Undang-Undang Wakaf dan syariat Islam. 

"Kami menyayangkan sikap tidak profesional aparat keamanan dalam menyikapi kasus penodaan agama dan penghancuran masjid. Aparat lebih membela dan mendukung kapitalis," katanya.

Massa mendesak agar PT Jatimasindo mengembalikan masjid-masjid yang sudah dihancurkan di Kota Medan. Massa juga meminta seluruh pemimpin di daerah ini melindungi masjid demi kelangsungan kehidupan beragama dan mengimbau seluruh elemen bangsa agar tidak mudah terprovokasi hasutan kapitalis.

Penghancuran dan pemindahan Masjid Raudhatul Islam oleh pengembang properti PT Jatimasindo beberapa tahun lalu terus mendapat tentangan sejumlah Ormas Islam. Mereka menyatakan lahan masjid itu tidak bisa dihancurkan atau dipindahkan tanpa cara yang benar karena berstatus wakaf dan memiliki sertifikat wakaf. (BS-035)

Tag: