Peristiwa

Dana BOS Bermasalah, Anggota Komisi A DPRD Sumut Diminta Segera Tindaklanjuti LHP BPK RI


Dana BOS Bermasalah, Anggota Komisi A DPRD Sumut Diminta Segera Tindaklanjuti LHP BPK RI
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasmut.com-Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Subdit III/Tipikor Polda Sumut terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Langkat, Salam Syahputra dan 10 orang lainnya, seolah menjadi barang contoh (barcon) bobroknya pengelolaan dan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sumatera Utara (Sumut).
 
Terkait masalah dugaan penyelewengan dana BOS di Disdik Sumut itu, anggota Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz, juga turut membenarkannya. Bahkan, kata politisi Partai Demokrat ini, dugaan penyimpangan itu sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Wilayah Sumut.
 
Diapun berharap agar masalah ini diusut tuntas oleh penegak hukum, sama seperti kasus di Langkat. "Kita mengapresiasi kinerja kepolisian yang mengungkap praktik-praktik penyelewengan dan penyalahgunaan terhadap dana BOS. Itu menjadi pertanda bahwa ada penyelewengan yang terjadi. Kemungkinan tidak hanya di Langkat saja, daerah kabupaten/kota lainnya mungkin mengalami hal yang sama".
 
"Soal di Disdik Sumut ini, kita meminta agar Kepala Disdik Sumut (Arsyad Lubis) untuk segera menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI itu. Karena memang sudah jadi temuan BPK. Tindaklanjut dilakukan agar tidak menjadi benang merah dari penyelewengan yang terjadi di daerah," paparnya ketika dihubungi via seluler, Kamis (19/10/2017).
 
Dia kemudian menjelaskan, temuan pengelolaan dana BOS di Disdik Sumut tersebut, yakni dari Rp2,69 miliar dana BOS yang bermasalah, Rp1,57 miliarnya tersimpan di rekening penampungan. Dan jumlah Rp1,57 miliar itu merupakan dana BOS dari tahun 2012 sampai 2015. "Artinya, ini tidak dicair-cairkan sampai sekarang. Sementara sisanya sebesar Rp1,12 miliar merupakan dana BOS TA 2016, yang anehnya tidak diketahui nomor rekening penerimanya," ungkapnya.
 
Terpisah, Kepala Disdik Sumut, Arsyad Lubis ketika dikonfirmasi via seluler enggan mengangkat telepon seluler (ponsel)-nya, kendati nada dering ponselnya terdengar aktif. Begitu juga saat dilayangkan pesan singkat atau Short Message Service (SMS), mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut ini juga tak memberikan balasan. (BS04)
 

Tag:BPKDana BOSOTTpungliSekolahTim Saber Pungli