Selasa, 10 Desember 2019

DPR Dukung Impor Beras dengan Catatan

Kamis, 18 Januari 2018 22:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini seperti yang disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat Kadir saat rapat kerja dengan Menteri Perdagangan dan Dirut Bulog di Jakarta, Kamis (18/01/2018).  
 
Menurutnya, persoalan ketersedian beras ini sangat penting untuk menyetabilkan harga, terutama bagi daerah yang bukan lumbung padi, sepeti Kepulauan Riau.“Jadi, mohon maaf, saya berbeda pandangan dengan teman-teman Komisi VI lainnya. Saya malah mendukung upaya pemerintah ini,” ungkapnya.
 
Nyat Kadir melanjutkan, dari informasi yang didapatkan, beberapa daerah yang menjadi lumbung padi bahkan juga mengalami gejolak kenaikan harga. Oleh karena itu, menurutnya, kebijakan pemerintah melakukan impor beras adalah dalam upaya meredam gejolak tersebut. Selain itu, hingga pertengahan Januari ini cadangan stok beras nasional memang tidak mencukupi. 
 
"Di bawah besaran yang direkomendasaikan lembaga pangan FAO sebesar 1-1,8 Juta ton.Jadi sudah betul keputusan itu.Kita mengharapkan kepada pemerintah, jangan mengambil risiko sekecil apapun,” terangnya.
 
Memperkuat dukungan tersebut, Nyat Kadir memaparkan kondisi harga beras dari Kepulauan Riau.“Sebagai contoh per hari kemarin saja, beras medium di Batam saja sudah di angka 12.300-12.375 dan kategori premium harga 13.000-14.300. Malah di Natuna sangat menyedihkan, mediumnya di angka 14.300, sedangkan premium mencapai harga 15.000,” tuturnya.
 
Dengan angka yang tinggi itu, daerah seperti Kepulauan Riau memang perlu mendapatkan ketersediaan stok beras. “Saya kira jika memang nanti beras impor ini didatangkan maka jelas distribusinya ke daerah seperti kami lah. Sebagaimana seperti yang dikatakan oleh Pak Dirut Bulog bahwa beras tersebut akan didrop di Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Batam dan Sulut bukan ke daerah lumbung padi,” ungkap mantan Walikota Batam periode 2001-2005 ini.
 
Namun demikian, politisi NasDem ini mengingatkan, kehadiran beras impor perlu juga diawasi secara ketat agar tidak ada kebocoran dalam pendistribusiannya.“Saya kira beras impor ini bisa dijadikan stok cadangan beras kita bukan untuk dilepas begitu saja ke pasaran. Kalau untuk stok, saya oke-oke saja, asal itu konsisten untuk stok. Pendistribusian yang  tepat sasaran dan diawasi secara ketat, saya kira itulah yang terpenting dalam memandang persoalan impor beras ini," pungkasnya.(Rel)  
T#g:BerasBulogDPRimpor berasNyat Kadir
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Inilah Besaran R-APBD Tahun Anggaran 2020 dan 4 Ranperda yang Ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Tobasa

    Beritasumut.com-Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menetapkan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.1,143 Triliun. Selain

  • 5 hari lalu

    Pemerintah Putuskan Lelang 20.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu

    Beritasumut.com-Pemerintah memutuskan untuk melelang 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) karena mutunya berkurang atau susut. Kementerian Ke

  • 3 minggu lalu

    Gara-gara Beritakan Istri Anggota DPRD Deli Serdang Tersungkur, Wartawan Demo ke Polres Deli Serdang

    Beritasumut.com-Puluhan wartawan dan masyarakat peduli wartawan melakukan aksi unjuk rasa damai di Mapolres Deli Serdang, Rabu (20/11/2019). Aksi d

  • satu bulan lalu

    Hasyim dari Fraksi PDI-P Resmi Dilantik Jadi Ketua DPRD Medan

    Beritasumut.com-Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dalam rangka Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Medan Masa Jabatan 2019-2024 berla

  • satu bulan lalu

    5 Pimpinan DPRD Sumut Dilantik, Gubsu Harapkan Terbangun Sinergi Wujudkan Sumut Bermartabat

    Beritasumut.com-Sebanyak 5 pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) resmi dilantik, Senin (28/10)/2019, dalam Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Rapat P

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.