Kamis, 17 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Cegah Masalah Kesehatan Akibat Karhutla, Menkes Anjurkan Gunakan Teknologi Tepat Guna

Cegah Masalah Kesehatan Akibat Karhutla, Menkes Anjurkan Gunakan Teknologi Tepat Guna

Minggu, 22 September 2019 15:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Melihat banyaknya penderita Infeksi Saluran Pernapsan Akut (ISPA) pada masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), upaya pencegahan dan pengobatan terus dilakukan oleh sektor kesehatan. Menkes menyarankan upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.
 
Penggunaan teknologi tepat guna sempat dimanfaatkan pada 2017 dengan kasus yang sama, Karhutla. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Krisi Kesehatan, Kemenkes dr. Ahmad Yurianto mengatakan dua tahun lalu Kemenkes pernah kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung membangun save community pada masyarakat salah satunya menciptakan teknologi tepat guna sederhana berupa pemasangan kain dakron yang dibasahi.
 
"Setelah diuji coba di beberapa sekolah dan dilakukan pengukuran ISPU di dalam dan di luar kelas, ternyata udara lebih baik di dalam kelas karena terpasang kain dakron," Dr Ahmad Yurianto yang kerap disapa Yuri seperti dilansir dari laman depkes.go.id, Minggu (22/09/2019).
 
Dr Yuri menambahkan pengalaman masalah Karhutla pada 2015, telah terjadi kematian pada anak. Hal itu sebenarnya disebabkan gastroenteritis dan dehidrasi berat karena kurang tersedianya air bersih."Saat itu sebenarnya episode yang diawali kekeringan dan sulit dapat air bersih sehingga yang muncul gastroenteritis. Terlambat melakukan rujukan karena memang warga takut asap di luar sehingga kematian ada. Informasi yang ramai meninggal karena asap padahal bukan," jelasnya.
 
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengungkapkan kalau sudah musim kemarau yang utama adalah air bersih. Ia mengatakan bahwa Poltekkes sempat menciptakan teknologi tepat guna berupa penjernih air dan berhasil menjernihkan air gambut di Kalimantan."Kalau sudah musim kemarau yang utama itu air. Poltekkes sudah bisa menjernihkan air gambut, kecil alatnya," kata Menkes.
 
Selain itu, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam 4 tahun lalu juga membuat teknologi penjernih air agar bisa langsung minum. Teknologi tersebut dijadikan replika untuk daerah agar bisa mengembangkan sendiri.
 
Dr Yuri menambahkan teknologi tepat guna lainnya adalah oksigen konsentrator. Tim Pusat Krisis Kesehatan sempat memantau Puskesmas Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang bermasalah karena kabut asap yang begitu pekat."Kita datangi, kita beri oksigen konsentrator kemudian Puskesmasnya kita tutup pakai kain dakron. Tim Puskris mau mengecek lagi ke sana," tambah dr. Yuri.
 
Rencananya, tambah Dr Yuri, kalau oksigen konsentrator ini sesuatu yang bagus maka Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer dapat meminta Puskesmas untuk menggunakan oksigen konsentrator."Ke sini juga, kami mengirim (oksigen konsentrator) ke Riau," katanya.
 
Terkait teknologi tepat guna ini, Menkes Nila mengatakan bisa dijadikan contoh untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat Karhutla."Ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bisa kita gunakan untuk masyarakat. Jangan sampai kita telat lagi dalam pencegahan," pungkasnya. (BS09)
 
T#g:AsaphutanKabutkarhutlakebakarankebakaran hutanMenkes
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 10 jam lalu

    Tiga Pesawat TNI Berhasil Lakukan Modifikasi Cuaca di Sumatera dan Riau

    Beritasumut.com-Tiga pesawat TNI berhasil melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Sumatera dan Riau dengan melakukan penyemaian ga

  • 2 hari lalu

    Potensi Penyebaran Asap Karhutla Masih Tinggi, Masyarakat Diimbau Waspada

    Beritasumut.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat dari kebaka

  • 5 hari lalu

    Kebakaran Rumah Kos Jalan Pintu Air, BPBD Medan Turunkan 4 Unit Mobil Pemadam

    Beritasumut.com-Kebakaran terjadi di 1 unit rumah kost-kostan yang berlokasi di Jalan Pintu Air Gang Langgar, Lingkungan 8, Kelurahan Sitirejo, Kec

  • satu minggu lalu

    Koramil 09/NL Bilah Hilir Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sei Kasih Labuhanbatu

    Beritasumut.com-Koramil 09/NL Bilah Hilir memberikan bantuan kepada warga korban kebakaran di Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labu

  • 2 minggu lalu

    Usai Dievakuasi, Pendaki Gunung Raung Jalani Pemeriksaan Kesehatan

    Beritasumut.com-Sebanyak 13 orang pendaki termasuk 7 WNA Singapura yang terjebak di Gunung Raung, Jawa Timur akhirnya berhasil dievakuasi. &nbs

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.