Peristiwa

Caleg Nias Utara Ditangkap Polisi Karena Aniaya Dua Petugas BPK, Ini Kata Kapolres Nias


Caleg Nias Utara Ditangkap Polisi Karena Aniaya Dua Petugas BPK, Ini Kata Kapolres Nias
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com–Seorang anggota Calon Legislatif (Caleg) berinisial OL alias Jevan (36) asal Nias Utara terpaksa berurusan dengan polisi, lantaran diduga telah melakukan penganiayaan‎ terhadap dua orang petugas Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI, saat meninjau proyek pembangunan di Kabupaten Nias Utara.
 
Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan mengatakan, insiden penganiayaan itu terjadi saat kedua petugas BPK RI, Jamanna Sembiring (38) warga Semarang dan Sandro Simatupang (34) warga Pematang Siantar, tengah melakukan pemeriksaan dan audit ‎terhadap bangunan milik Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Nias Utara di Objek Wisata Pantai Indah Tureloto di Kabupaten Nias Utara, pada Selasa (12/12/2018) lalu.
 
“Saat itu, pelapor bersama rekannya memperkenalkan diri sebagai anggota BPK RI. Kemudian pelapor menanyakan tentang proyek bangunan objek wisata Pantai Indah Tureloto. Kebetulan sedang ada pembangunan di sana yang anggarannya dari APBD Nias Utara, tersangka di situ merupakan orang yang bekerja menyediakan material,” jelasnya dilansir dari Tribratanews.sumut.polri.go.id, Sabtu (29/12/2018).
 
Kemudian bangunan yang dikerjakan oleh tersangka dilakukan pemeriksaan dan audit oleh kedua petugas BPK ini. Namun tersangka merasa tidak senang sehingga terjadilah, adu mulut dan berujung pada penganiayaan yang dilakukan ‎Ama Jevan bersama 4 rekannya. “Pelaku merasa tidak senang dengan kedatangan kedua korban yang mengecek proyek itu. Tersangka kemudian mengusir dengan cara mendorong dada korban. Karena korban ini tidak mau pergi, pelaku bersama-sama dengan empat orang temannya kemudian memukuli kedua korban,” tuturnya.
 
Kapolres Nias mengaku, pihaknya telah memproses laporan korban dan menahan tersangka. “Setelah kita lakukan gelar perkara dan bukti yang cukup, pelaku Jevan warga Kecamatan Lahewa Nias Utara ini kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan pada Kamis (27/12/2018) kemarin,”‎ ungkapnya. 
 
Kapolres mengakui, saat ini pihaknya tengah mengejar empat orang pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Dia menambahkan, dalam kasus ini, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 214 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (1) KUHP atau Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. “Untuk keempat tersangka lainnya, saat ini sedang dalam pengajaran dan pencarian hingga keluar Provinsi Sumatera Utara,” pungkasnya. (BS04)

Tag:Aniaya BPKBPK-RIBPK RICaleg JevanCaleg NiasKapolres NiasNias Utara