Peristiwa

Bupati Deli Serdang: Masyarakat Harus Gemar Makan Ikan, Jangan Tergiring Isu Hoax


Bupati Deli Serdang: Masyarakat Harus Gemar Makan Ikan, Jangan Tergiring Isu Hoax
BERITASUMUT.COM/BS05
Beritasumut.com-Terkait viralnya pemberitaan virus Hog Kholera yang marak belakangan ini di wilayah Sumatera Utara dan juga di wilayah Deli Serdang, ternyata sangat berdampak kepada nelayan pencari ikan di laut. Menyikapi hal itu, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan melakukan kunjungan ke Desa Percut, tepatnya di Lesehan Kak Ani, Jalan Kilang Kapur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, awal pekan ini.
 
Setibanya di lokasi, Bupati Deli Serdang beserta rombongan langsung di sambut oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, Camat Percut Sei Tuan Drs Khairul Azman MAP, berserta Muspika, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan menu utama ikan.
 
Turut hadir mendampingi Bupati Deli Serdang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Faisal Arif Nasution SSos MSi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Khoirum Rizal ST MAP, Kadis PU Donal L Tobing, Kadis Perikanan dan Kelautan TM Zaki Aufa, Ketua MUI Deli Serdang Arifin Marpaung MA, Anggota DPRD Deli Serdang H Rahmadsyah, Direktur RSUD Deli Serdang Dr Hanif Fahri, seluruh Kepala Desa se-kecamatan Percut Sei Tuan, para kadus desa Percut tokoh agama beserta Tokoh masyarakat desa Percut.
 
Bupati Deli Serdang mengatakan kehadirannya ke tempat ini adalah dalam rangka menunjukkan simpati empati dan keprihatinan kepada para nelayan Deli Serdang, terkhusus nelayan Percut Sei Tuan yang selama beberapa waktu belakangan ini terkena dampak dari adanya berita berita yang tidak benar. Hoax itu menyampaikan, seolah-olah makan ikan merupakan sesuatu yang berbahaya.
 
"Kami makan siang bersama sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa makan ikan adalah sehat dan tidak bermasalah sama sekali. Saya berharap kiranya masyarakat akan mendapatkan keterangan yang benar tentang duduk persoalan yang sebenarnya. Pada akhirnya, menunjukkan bahwa tidak ada masalah dengan makan ikan di Percut Sei Tuan dan bahkan di seluruh wilayah Kabupaten Deli Serdang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).
 
Dijelaskannya, bukan hanya isu ini, bahkan sejak pada waktu yang lalu, ikan-ikan yang ditangkap di tengah laut sama sekali tidak kontaminasi dengan bangkai-bangkai babi yang memang beberapa waktu yang lalu sempat di temukan di sungai di sekitar sini. "Tapi saya memastikan dan berdasarkan keterangan yang saya peroleh sekali lagi, ikan-ikan yang ditangkap di tengah laut dan dipenjual belikan di tengah-tengah masyarakat, sama sekali tidak terkontaminasi," jelasnya.
 
Bupati berharap, melalui kegiatan makan ikan bersama di desa Bagan Percut ini mudah-mudahan dapat menepis semua berita bahwa makan ikan tidak sehat. "Mudah-mudahan dengan demikian kegiatan ekonomi masyarakat khususnya nelayan di Percut ini kembali pulih seperti sedia kala," harap Ashari Tambunan.
 
Sementara itu, Anggota DPRD Deliserdang H Rahmadsyah SH menyampaikan, ini adalah bentuk kepedulian Bapak Bupati Deli Serdang, sebagai bupati peduli terhadap masyarakat pesisir dan masyarakat Percut pada umumnya. "Ini yang kami harapkan atas nama masyarakat kami ucapkan terima kasih kepada bapak H Ashari Tambunan sebagai Bupati Deli Serdang," imbuhnya.
 
Hal senada dikatakan MUI Deli Serdang, Drs H Mujahiduddin yang menyatakan bahwa ikan laut itu hukum asalnya halal, dan tidak ada dalil bahwa hukum ikan di laut haram. "Oleh karenanya kita tidak boleh merubah hukum allah, yang halal dikatakan haram itu malah melanggar perintah Tuhan. Jadi kita tetap menghalalkan yang halal, karena itu memang dihalalkan allah, dan penjelasan kesehatan dari dokter ahli peternakan bahwa ikan tetap menjadi makanan yang sehat dan mencerdaskan bagi kita semua," ujarnya.
 
Di akhir kegiatan kunjungan, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan beserta rombongan, membagikan ikan segar kepada para masyarakat tokoh agama dan perwakilan insan Pers. (BS05)

Tag:Bangkai Babibupati DeliserdangMakan IkanNelayanPercut SeituanVirus HogKholera