Senin, 23 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

Rabu, 22 Mei 2019 23:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/05/2019), berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama yang diberikan narasi baru berisi ujaran kebencian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun.
 
“Imbauan ini dilakukan memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dilansir dari laman setkab, Rabu (22/05/2019).
 
Kementerian Kominfo mengimbau semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.
 
Ferdinandus mengingatkan, konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Kementerian Kominfo, lanjut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo itu, terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator.“Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif,” kata Ferdinandus.
 
Menurut Ferdinandus, Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta. (BS09)
 
T#g:hoaksPemiluprabowoujaran kebencianUnjuk Rasa
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    KPU Sumut Gelar Rakor Evaluasi Data Pemilih Pemilu 2019

    Beritasumut.com-Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Data Pemilih Pemilu 2019 diselenggarakan pada 12-13 September 2019 di Hotel Grand Mutiara, Berast

  • 3 minggu lalu

    Pj Bupati Pakpak Bharat Janjikan Tahapan Pilkada Berjalan Lancar

    Beritasumut.com-Demi menjamin pelaksanaan tahapan, program dan kegiatan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pakpak Bha

  • 4 minggu lalu

    Terima Aspirasi, Gubernur Temui Ratusan Pengunjuk Rasa

    Beritasumut.com–Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjumpai para pengunjuk rasa dari kelompok buruh Federasi Serikat Pekerja Niag

  • satu bulan lalu

    Buat Laporan Palsu, Taufik Terancam Hukuman Tujuh Tahun Penjara

    Beritasumut.com-Buat laporan palsu, Taufik Hidayat warga Jalan Medan Area Selatan terancam hukuman tujuh tahun penjara. Pasalnya, Taufik sudah mere

  • 2 bulan lalu

    Wali Kota Sibolga: LPM Harus Netral dalam Pemilihan Wali Kota Sibolga Tahun Depan

    Beritasumut.com-Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Pemberda-yaan Masyarakat (LPM) Ke

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.