Selasa, 25 Juni 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

Rabu, 22 Mei 2019 23:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/05/2019), berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama yang diberikan narasi baru berisi ujaran kebencian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun.
 
“Imbauan ini dilakukan memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dilansir dari laman setkab, Rabu (22/05/2019).
 
Kementerian Kominfo mengimbau semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.
 
Ferdinandus mengingatkan, konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Kementerian Kominfo, lanjut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo itu, terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator.“Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif,” kata Ferdinandus.
 
Menurut Ferdinandus, Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta. (BS09)
 
T#g:hoaksPemiluprabowoujaran kebencianUnjuk Rasa
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Soal Rekonsiliasi, Presiden Jokowi: Di Manapun Bisa, Bisa Dengan Naik Kuda, Bisa MRT

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, rekonsiliasi dengan pasangan Calon Presiden (Capres) 02, Prabowo Subianto dan Sandiga Uno

  • 2 minggu lalu

    Menko Polhukam : Aparat Keamanan Terus Siaga Jaga Persidangan Gugatan Pemilu di MK

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto, menegaskan jika aparat keamanan, baik kepolisia

  • 2 minggu lalu

    MK Jamin Independen, Presiden Jokowi: Proses Hukum Harus Kita Hormati

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pendapatnya terkait proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan menyidangka

  • 3 minggu lalu

    Disambut Antusias, Presiden dan Ibu Iriana Silaturahmi bersama Masyarakat di Istana Negara dan Monas

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo merayakan Idulfitri 1440 H hari pertama di Jakarta. Selepas mel

  • 3 minggu lalu

    Berlebaran dengan AHY dan EBY, Presiden Jokowi dan Keluarga Sampaikan Doa dan Dukungan

    Beritasumut.com-Seusai menerima dan mendatangi masyarakat yang hendak bersilaturahmi, Presiden Joko Widodo kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.