Selasa, 20 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Berlaku Mulai Sabtu Besok, Menhub Berharap Maskapai Terapkan Tarif Tiket 50%-80% dari Tarif Batas Atas

Berlaku Mulai Sabtu Besok, Menhub Berharap Maskapai Terapkan Tarif Tiket 50%-80% dari Tarif Batas Atas

Jumat, 17 Mei 2019 21:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada 15 Mei 2019 telah menandatangani Keputusan Menhub No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Keputusan ini menggantikan Keputusan Menteri Nomor 72 TAHUN 2019 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
 
Dalam lampiran Keputusan Menhub Nomor 106 Tahun 2019 itu di antaranya disebutkan, Tarif Batas Atas (TBA) untuk rute Jakarta-Surabaya dipatok di harga Rp1.167.000, sedangkan TBB (Tarif Batas Bawah)-nya di harga Rp408.000; TBA rute Jakarta-Medan (Kualanamu) TBA Rp1.799.000, TBB-nya di harga Rp 630.000.
 
Sedangkan TBA rute Jakarta-Palembang Rp844.000, TBB-nya Rp295.000; TBA Rute Jakarta-Semarang Rp796.000,  TBB-nya Rp279.000; TBA rute Jakarta-Solo Rp906.000, TBB-nya Rp317.000; TBA rute Jakarta-Makassar TBA Rp1.830.000, TBB-nya Rp641.000; TBA rute Jakarta-Yogyakarta (Adisutipto) Rp860.000, TBB-nya Rp301.000; TBA rute Jakarta-Lombok Praya Rp1.396.000, TBB-nya Rp489.000; TBA rute Denpasar-Jakarta TBA Rp1.431.000, TBB-nya Rp 501.000.
 
Menurut Menhub Budi K. Sumadi regulasi penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) Pesawat akan mulai berlaku efektif pada Sabtu, 18 Mei 2019. “Maskapai harus mengikuti regulasi tersebut,” jelas Menhub dilansir dari laman setkab, Jumat (17/05/2019).
 
Mehub menjelaskan, kebijakan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap tarif pesawat yang dirasa oleh masyarakat terlalu tinggi, walaupun sebenarnya tarif yang dikenakan tidak melanggar TBA yang telah ditetapkan Kemenhub.“Setelah kami lakukan evaluasi dan persuasi ternyata belum juga terjadi suatu harga yang terjangkau bagi masyarakat. Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat, komplain dari sektor pariwisata, perhotelan dan juga terjadinya inflasi,” ungkap Menhub.
 
Untuk itu, Menhub mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian, dan stakeholder terkait seperti Kementerian BUMN, Maskapai dan lain sebagainya, yang memutuskan bahwa harus dilakukan penyesuaian dengan menurunkan TBA pesawat.“Jalan terbaik yaitu kami harus melakukan penyesuaian TBA,” tegas Menhub.
 
Dengan diterapkannya regulasi ini, Menhub Budi K. Sumadi berharap maskapai dapat menyesuaikan dengan TBA yang baru.“Harapannya maskapai LCC juga menyesuaikan. Kami mengharapkan bahwa maskapai LCC memberikan harga-harga yang dapat dijangkau. Misalnya menjual tiket dari tarif yang 50 persen sampai 80 persen dari batas atas itu tersedia. Sehingga masyarakat itu punya pilihan,” ujar Menhub.
 
Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dalam konferensi persnya mengatakan bahwa revisi Keputusan Menhub terkait penyesuaian TBA pesawat dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aspirasi dari masyarakat, namun juga dengan tetap memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, terutama menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2019.
 
Menurut Polana, penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12–16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.Selain itu, Polana mengatakan bahwa faktor On Time Performance (OTP) yang semakin baik dari maskapai juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam mengambil keputusan untuk melakukan penyesuaian TBA pesawat.
 
OTP yang baik dari maskapai, memberikan kontribusi terhadap efisiensi pengoperasian pesawat udara yaitu, efisiensi bahan bakar dan juga efisiensi jam operasi pesawat udara. Tercatat, terjadi Peningkatan OTP terjadi pada Januari s.d Maret 2019 rata –rata 86,29 persen dari 78,88 persen pada periode yang sama tahun 2018.
 
Lebih lanjut Polana mengharapkan agar masyarakat juga memahami bahwa harga tiket pesawat bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh banyak faktor yang sangat dipengaruhi oleh Kurs mata uang.“Diharapkan agar masyarakat dapat memahami, karena harga tiket bersifat fluktuatif. Terkait Penentuan dasar tarif tidak hanya dipengaruhi oleh single factor, tapi multi factor di antaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi dan lain-lain. Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi oleh kurs dolar terhadap Rupiah,” pungkasnya.(BS09)
T#g:harga tiket pesawatlebaranMudikpuasaRamadhantiket pesawat
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Penerbangan Murah Domestik Tersedia Hari Selasa, Kamis dan Sabtu

    Beritasumut.com-Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Evaluasi Kebijakan Penurunan Tarif Angkutan Udara yang digelar di kantor Kementerian Pere

  • 2 bulan lalu

    Sepakat Turun, Menhub: Dalam Satu Minggu Ini akan Diumumkan Tarif Baru Tiket Pesawat

    Beritasumut.com-Para stakeholder terkait memberikan dukungannya dan kesiapannya untuk bekerjasama dalam upaya menurunkan harga tiket pesawat. Mente

  • 2 bulan lalu

    Mulai Minggu Depan, Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Low Cost Carrier

    Beritasumut.com-Setelah mengevaluasi secara berkala penurunan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat yang telah diatur dalam Peraturan Menteri

  • 2 bulan lalu

    Calon Penumpang Bus ALS Mendadak Tewas di Loket

    Beritasumut.com-Seorang calon penumpang bus ALS, bernama Eddy Nasution (42) warga Silayang-layang Kelurahan Wek II Kecamatan Psp Utara, mendadak me

  • 2 bulan lalu

    Ustadz Munzir Situmorang: Usai Ramadhan Sedekah dan Ibadah Lainnya Juga Harus Berlomba-lomba

    Beritasumut.com-Badan Kemakmuran Masjid (BKM) As Sakinah menggelar Halal Bihalal di Masjid As Sakinah Komplek Citra Garden Jumat malam (14/06/2019)

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.