Peristiwa

Begini Cara Bhabinkamtibmas Polsek Delitua Selesaikan Perselisihan Warga yang Arogan

Begini Cara Bhabinkamtibmas Polsek Delitua Selesaikan Perselisihan Warga yang Arogan
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Personil Bhabinkamtibmas Polsek Delitua Aiptu David Surbakti melaksanakan kegiatan problem solving dan blusukan terkait adanya perselisihan pasca terkait pencabulan anak di bawah umur.
 
Problem solving dilaksanakan Senin (09/10/2017) pukul 22.00 WIB di Jalan Pintu Air IV Gang Rosma Sari, Lingkungan XIX, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.
 
Permasalahanya adalah adanya pertengkaran para pihak terkait masalah pencabulan anak di bawah umur yang sudah diproses oleh petugas Polsek Delitua. Sikap arogan dari orangtua pelaku cabul menyebabkan warga di Jalan Pintu Air IV Gang Rosma Sari, Lingkungan XIX, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor hendak menghakimi orangtua tersangka.
 
Tindakan yang dilakukan petugas yakni mendatangi TKP bersama Lurah Kwala Bekala, memanggil pihak pelaku dan korban, melakukan introgasi di TKP, memanggil perwakilan warga yang pernah korban, memanggil Ketua Pamswakarsa Prima lingkungan XX dan memangil kepling. 
 
Kejadian bermula, Minggu (08/10/2017) saat anak pihak II (korban pencabulan) lewat di depan rumah orangtua orangtua pelaku pencabulan (pihak I) Rena br Nainggolan. Pihak I mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa diterima orangtua korban Simon Petrus Saragih (pihak II).
 
Tindakan yang dilakukan Pihak I yang tidak menerima vonis terhadap anaknya yang terbukti melakukan pencabulan juga memicu kemarahan warga sekitar. Bahkan pihak pertama selalu membela tingkah laku anaknya.
Akibat ini semua Warga sudah ingin menghakimi orang tua pelaku.
 
Setelah dilakukan musyawarah yang difasilitasi Aiptu David Surbakti bersama Lurah, para pihak sepakat melakukan perdamaian dengan membuat pernyataan/perjanjian, yakni, Apabila anak pihak I (pelaku) selesai menJalani hukuman pelaku tidak boleh lagi tinggal di Gang Rosalin Sari, Lingkungan XIV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.  Bila pihak I masih arogan dengan pernyataan yang tidak pantas, maka warga akan mengusir paksa.
 
Poin selanjutnya, orangtua pelaku Cabul  agar minta maaf atas kelancangan mulutnya kepada orang tua korban (pihak II) dan kepada warga. 
 
Dalam kesempatan tersebut, pihak I menyesali perbuatannya hingga satu persatu saling bersalaman, dan membuat pernyataan untuk tidak ulangi perbuatannya tersebut dan disaksikan oleh Lurah dan Kepling serta warga perwakilan.(BS06)