Peristiwa

Banjir Landa Desa Sirambas Madina

Banjir Landa Desa Sirambas Madina
M Saima Putra

Panyabungan, (beritasumut.com) – Sedikitnya 80 rumah terendam banjir dan 1 hanyut disapu banjir di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Sabtu (30/03/2013) malam. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke Gudung Sekolah Dasar Sirambas.

Salah seorang warga, Sain Lubis, kepada wartawan, Ahad (31/03/2013) menjelaskan, banjir datang sekitar pukul 18.30 WIB. Banjir datangnya sangat tiba-tiba sehingga warga tidak sempat mengamankan barang-barang milik mereka. Banjir datang karena hujan deras yang mengguyur daerah mereka ditambah Sungai Siseno yang tersumbat karena irigasi yang dibangun tersumbat sehingga debit air bertambah ke Sungai Sipingping. Ini merupakan banjir terparah. Sebelumnya kalaupun sungai sering meluap tidak separah ini.

“Malam tadi kita terpaksa mengungsi di SD Sirambas, karena airnya sangat lama surut dan kita takut ada banjir susulan. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa atau sekita 1 meter dengan air yang cukup deras,” terangnya.

Batubara warga lainnya yang dijumpai wartawan, menyampaikan banjir separah ini baru ini terjadi setalah selama 20 tahun terakhir. Diakui, sungai sering meluap tapi tidak separah ini. Banjirnya ini seperti banjir kiriman dari Sungai Siseno, karena di sana ada yang tersumbat sehingga air mengalir ke Sungai Sipingping ditambah lagi hujan deras malam tadi, sebutnya.

“Saya bilang kiriman, karena sungai yang meluap ini tidak ada membawa kayu-kayu gelondongan. Kalau membawa kayu gelondongan kan berarti karena ada perambahan di hulu sungai, ini tidak ada,” paparnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerag Madina Risfan Juliardi yang dikonfirmasi wartawan, menyampaikan banjir yang terjadi di Desa Sirambas terjadi sekita pukul 18.30 WIB karena curah hujan sangat tinggi.

Berdasarkan pendataan, akibat banjir itu, sedikitnya 80 rumah terendam banjir, 1 unit rumah hanyut disapu banjir, 1 rumah tertimpa pohon, dan satu jembatan rubuh di Desa Aek Ngali, Kecamatan Panyabungan Selatan. Kemudian warga yang mengungsi di SD Sirambas sebanyak 200 jiwa, paparnya.

Pasca terjadinya banjir, hari ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sungainya sudah mulai normal. (BS-026)