Rabu, 22 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Balon Udara Membahayakan Penerbangan, AirNav Indonesia Terbitkan NOTAM

Balon Udara Membahayakan Penerbangan, AirNav Indonesia Terbitkan NOTAM

Senin, 26 Juni 2017 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menerbitkan Notice To Airman (NOTAM) untuk penerbangan yang melintasi wilayah Jawa Tengah. Hal ini dilakukan menyusul tradisi pelepasan balon udara di beberapa lokasi di Jawa Tengah yang menyebabkan banyaknya balon udara yang berterbangan sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. 
 
“Kami menerbitkan Notice To Airmen (NOTAM) dengan nomor A2115 berlaku satu bulan sejak diterbitkan 25 Juni 2017, supaya pilot waspada dengan kondisi ini,” ujar Sekretaris Perusahaan Airnav Indonesia Didiet K S Radityo dalam siaran persnya, Senin (26/06/2017).
 
Didiet menyatakan, pelepasan balon udara tradisional membahayakan keselamatan penerbangan. Sebab, balon dapat terbang bebas tanpa terkendali bahkan bisa mencapai radius 100NM lebih dari titik pelepasan dengan ketinggian di atas 24.000 kaki di atas permukaan laut.
 
Bahkan, beberapa balon pecah di udara saat sudah berada di ketinggian yang sama dengan rute penerbangan."Di daerah Wonosobo, Cilacap, Kebumen, Purworejo itu ada banyak sekali balon yang meluncur ke atas sampai ketinggian 28.000 kaki, jadi itu berada di ketinggian penerbangan jet," ujar Didiet. 
 
Dijelaskannya, posisi geografis Kota Wonosobo tepat berada pada jalur Udara (airways) W45 dan 17N pada Jakarta FIR dan merupakan jalur atau rute penerbangan yang cukup padat dilalui oleh Pesawat untuk penerbangan domestik dan internasional. "Kalau kita tarik garis dari Australia yang ke arah China pasti lewat daerah itu, karena itu banyanya balon udara di atas area tersebut sangat berbahaya,” jelas Didiet. 
 
Banyak pilot yang terbang di di Airways W45 dan 17N melaporkan kepada AirNav Indonesia saat terbang melihat Balon Udara tersebut terbang cukup dekat dengan posisi pesawat udara.Didiet menyampaikan, balon udara tanpa awak membahayakan keselamatan penerbangan sebab dapat bertabrakan dengan pesawat udara. Bila hal itu terjadi akan berakibat terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator and rudder pada pesawat. 
 
"Ini mengganggu fungsi aerodinamika dan kemudi pesawat," katanya. Selain itu, dapat juga mengakibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat udara. Kerusakan pada permukaan badan dan jendela pesawat udara dapat berakibat hilangnya tekanan udara di dalam ruang kabin sehingga mengganggu sistem pernafasan penumpang dan awak pesawat.
 
Pelepasan balon tanpa izin ini, lanjut Didiet, mendapat ancaman pidana. Dalam Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 421 ayat (2) menyatakan  'Setiap orang membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)'. Pasal 210 menyatakan 
 
'Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan  kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.
 
Karena itu, lanjut Didiet, pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melepas balon karena akan mengganggu penerbangan. Setiap tahun Airnav melakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah setempat, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta LSM mengenai bahaya balon udara bagi penerbangan.(Rel)
T#g:AirNavBalon UdaralebaranpenerbanganPesawat
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Ini Penjelasan Batik Air Terkait Adanya Penumpang Diduga Mabuk

    Beritasumut.com-Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memberikan klarifikasi sehubungan layanan bernomor ID-6050 dan penanganan

  • satu bulan lalu

    Tingkatkan Pariwisata Sumut, Pemprovsu dan Air Asia Kerjasama Jajaki Rute Penerbangan Baru

    Beritasumut.com-Pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut). Berbagai upaya

  • 2 bulan lalu

    Hindari Penyesatan Informasi, Dirjen Perhubungan Udara Imbau Masyarakat Hati-Hati Beli Tiket Pesawat Online

    Beritasumut.com-Guna menghindari kesalahpahaman terkait dengan harga tiket dan agar dapat memperoleh layanan yang terbaik, Kementerian Perhubungan

  • 2 bulan lalu

    Dua Pesawat Herkules C-130 Turunkan Sinterklas dari Langit Timika Papua

    Beritasumut.com-Fajar menyingsing di ufuk timur Timika, Papua, diiringi gemuruh suara dua pesawat C-130 Hercules TNI AU. Puluhan payung mengembang

  • 4 bulan lalu

    Upacara HUT ke-74 TNI, Pesawat Tanpa Awak Mengudara di Angkasa

    Beritasumut.com-Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-74, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menampilkan pesawat terbang tanpa awak CH-4 di depan Presiden R

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.