Peristiwa

Bakamla RI Gelar Patroli Koordinasi Turunkan Armed Robbery di Laut

Try Try
Bakamla RI Gelar Patroli Koordinasi Turunkan Armed Robbery di Laut
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-ReCAAP mencatat tindak kejahatan bersenjata (armed robbery) tahun 2018 di Indonesia terjadi 27 insiden (21 aktual dan 6 attempted) menurun angkanya di tahun 2019 menjadi 23 insiden (18 aktual dan 5 attempted). Penurunan ini tentunya hasil dari patroli terkoordinasi Bakamla RI terutama di wilayah rawan insiden (Selat Singapura dan Selat Malaka) dan juga peningkatan kegiatan pemantauan dan surveillance keamanan dan keselamatan laut.
 
Demikian ungkap Executive Director ReCAAP ISC Mr Masafumi Kuroki, yang didampingi oleh Assistant Director (Research), ReCAAP ISC Ms Lee Yin Mui saat berkunjung ke Markas Besar Bakamla RI, Jalan Proklamasi No.56, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. "ReCAAP berdiri dengan misi combating armed robbery terhadap kapal-kapal yang berada di wilayah perairan Indonesia," kata Mr Masafumi Kuroki melalui siaran pers Bakamla RI, Kamis (06/02/2020).
 
Pada kesempatan tersebut, ReCAAP menawarkan kepada Bakamla RI dalam beberapa program capacity building mereka dan juga kerjasama information exchange dengan Bakamla RI mengingat Bakamla RI (dalam hal ini Indonesia) belum masuk dalam member countries ReCAAP. Maka belum terbentuk formal channel untuk pertukaran info terkait data kejadian atau insiden armed robbery yang perlu di verifikasi antara ReCAAP dan Bakamla RI.
 
Direktur Kebijakan Laksma Bakamla Samuel Kowaas, menyambut baik maksud kedatangan Mr Masafumi Kuroki. Mengenai tawaran program capacity building, seperti tahun sebelumnya Bakamla RI tidak keberatan menerima tawaran tersebut, tetapi untuk kerjasama info exchange Bakamla RI akan membicarakan hal tersebut dan meminta saran kepada Kemlu dan akan menginfokan kepada ReCAAP setelah mendapat jawaban dari Kemlu.
 
"Karena bagi Bakamla RI dirasa perlu membicarakan dengan Kemlu terkait koridor pertukaran, info mana yang memang dibolehkan atau ditidak diperbolehkan secara kacamata hubungan politik dan diplomatik dari Kemlu," ujar Samuel Kowaas. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Kerja Sama Kolonel Bakamla Salim SE, dan Kasubdit Kerja Sama Luar Negeri Kolonel Bakamla Satya Pratama dan Kasubdit Garopsla Kolonel Bakamla Imam Hidayat. (Rel)