Selasa, 17 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Bahasa Belanda Membawa Debora Kagumi Sosok Edy Ikhsan

Bahasa Belanda Membawa Debora Kagumi Sosok Edy Ikhsan

Sabtu, 22 Juni 2019 14:30:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Semuanya berubah semenjak Debora mendapat kelas Bahasa Belanda dengan dosen yang unik, namanya Edy Ikhsan. Edy duduk di atas meja lalu mengajar dengan santai dan banyak bercanda.
 
Bukan dekan dan bahkan bukan rektor, tapi dia dosen yang bekerja dengan hati dan jauh dari perpolitikan kampus. Dan rasa-rasanya sosoknya lebih terkenal lebih dulu daripada petinggi-petinggi kampus USU.
 
Begitu petikan testimoni Debora ...., alumni mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). 
 
Debora mengawali kisahnya pada tahun 2007, yang dianggapnya menjadi momen terberat saat mengetahui gagal HI UI dan harus masuk ke Fakultas Hukum USU. 
 
"Tapi semuanya berubah semenjak aku dapat kelas Bahasa Belanda dengan dosen yang unik di FH USU ini, namanya Pak Edy Ikhsan. Beliau duduk di atas meja lalu ngajar dengan santai dan banyak bercanda," ungkap Debora, Kamis (20/06/2019).
 
Dia merasa tiga setengah tahun di FH USU, tidak mungkin bisa survive jika tanpa sosok Edy Ikhsan.
 
"Dukungannya selalu terasa pada hal paling sederhana. Beliau selalu membeli bukaan puasa yang aku jual untuk acara kampus setiap sore di bulan Ramadhan selama tahun 2007-2010 (baik untuk PERMAHI maupun ILSA)," tulis Debora.
 
Edy, kata Debora, juga salahsatu voter yang mencalonkannya menjadi Ketua ILSA FH USU padahal Edy Ikhsan bukan dosen Hukum Internasional.
 
"Sampai di akhir kuliah saat aku gak bisa maju meja hijau karena alasan tertentu, beliau baru pulang penelitian dari Leiden Belanda dan sedang mampir ke kampus, sebagai seorang drama queen yang menangisi ketidakinginan menghabiskan 6 bulan lagi di Medan, aku masih ingat betul duduk di koridor FH USU aku mulai mencaci maki kampus saat itu. Pak Edy datang dan langsung membantu proses pengeluaran nilai hingga akhirnya aku bisa meja hijau sebagai mahasiswa terakhir yg selesai jam 6 sore tanggal 31 Desember 2010," urai Debora.
 
Debora yakin banyak dari teman teman,  senior dan juniornya di Fakultas Hukum USU juga merasakan dukungan dan cinta kasih dari Edy Ikhsan yang selalu tulus dan tak harap kembali.
 
"Huuh sampai mewek mengingat betapa banyaknya mahasiswa yang mencintai Pak Edy," kata Debora. 
 
Debora berujar, meski bukan dekan dan bahkan bukan rektor, tapi Edy Ikhsan merupakan dosen yang bekerja dengan hati dan jauh dari perpolitikan kampus. Dan rasa-rasanya sosoknya lebih terkenal lebih dulu daripada petinggi-petinggi kampus USU.
 
Debora pun menyinggung banyaknya dorongan masyarakat agar Edy Ikhsan maju pada Pilkada Medan 2020 lewat jalur non partai. 
 
"Butuh minimal 150.000 potokopi KTP dan saatnya aku yang bukan mahasiswi lagi tapi minimal punya keluarga dan teman dan temannya keluarga yang tinggal di Medan minta tolong kepada teman teman ku tercinta yang berdomisili Medan untuk kirimkan potokopi KTP domisili Medannya ke WA aku 0821-1128-3130 supaya kita mudahkan niat Pak Edy Ikhsan membenahi Kota Medan," ungkap Debora.(BS03)
 
T#g:Edy IkhsanPilkadaPilkada 2020Pilkada Medan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pj Bupati Pakpak Bharat Janjikan Tahapan Pilkada Berjalan Lancar

    Beritasumut.com-Demi menjamin pelaksanaan tahapan, program dan kegiatan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pakpak Bha

  • 4 minggu lalu

    Edy Ikhsan Gelar Reuni Bersama Millenial Tionghoa

    Beritasumut.com-Kebahagiaan tak terkira bisa bertemu kembali dengan para mahasiswaku yang sekarang sedang meniti karirnya masing-masing. Menanyakan

  • 4 minggu lalu

    Labuhan Hasibuan Sebut Masyarakat Sergai Inginkan Pemimpin Baru di Tahun 2020

    Beritasumut.com-Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Serdang Bedagai (Sergai), Labuhan Hasibuan SAg menyebut sebagian besar masyarakat

  • satu bulan lalu

    Pilkada Medan 2020, Walikota Medan yang Baru Harus Perhatikan Pendidikan Anak Nelayan

    Beritasumut.com-Pilkada Medan kerap hanya menghasilkan penguasa yang alpa. Janji-janji yang terucap saat kampanye tak pernah dijadikan pemicu untuk

  • satu bulan lalu

    Kemendagri Tampung Kajian Perbaikan Regulasi Pilkada Serentak dari Berbagai Daerah

    Beritasumut.com-Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) saat ini tengah melakukan roadshow ke berbagai daerah untuk mendapatkan masukan te

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.