Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • BNPB dan BPBD Siapkan Rencana Kontinjensi Antisipasi Kekeringan

BNPB dan BPBD Siapkan Rencana Kontinjensi Antisipasi Kekeringan

Kamis, 28 Mei 2015 23:21:00
BAGIKAN:
Istimewa
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Beritasumut.com - Musim kemarau Tahun 2015 ini diperkirakan normal. BMKG telah memprediksikan fenomena El Nino tidak menguat, masih dalam normal hingga sedang sehingga musim kemarau tidak akan berkepanjangan. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau sejak bulan Mei dan Juni. Puncak kemarau diperkirakan September.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5/2015).

Meskipun kemarau normal, namun kekeringan dan krisis air diperkirakan terjadi di beberapa wilayah yang kondisi alamnya memang kering. Juga karena ketersediaan airnya sudah defisit dibandingkan dengan kebutuhan air. Beberapa daerah di Jawa, Bali, NTT, NTB, Lampung dan sebagian di Sumatera diperkirakan akan mengalami krisis air seperti Purwakarta, Wonogiri, Purwodadi, Pacitan, Boyolali, Pantura Jawa, Tuban, dan lainnya seperti tahun sebelumnya yang memang rawan kekeringan.

Masih menurut Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah meminta jajaran di BNPB dan BPBD menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Rencana kontinjensi disusun untuk mengatur strategi penanganan darurat kekeringan. Kekeringan bersifat slow on set. Artinya berlangsung secara perlahan sehingga lebih mudah mengatasinya. Untuk kelangkaan air dilakukan dengan pengerahan tangki air dan logistik ke daerah rawan kekeringan. Himbauan hemat air dan pengaturan air untuk irigasi pertanian. Gerakan pemanenan hujan, restorasi sungai, pengurangan risiko bencana dan perbaikan lingkungan lebih ditingkatkan. Solusi jangka panjang mengatasi kekeringan perlu mitigasi struktural secara masif dengan pembangunan embung, bendung dan waduk. Tugas ini adalah kewenangan oleh Kementerian PU Pera dan Kemen Pertanian.

Dampak kemarau lain adalah potensi kebakaran hutan dan lahan yang akan terus meningkat. Umumnya pola hotspot di Sumatera dan Kalimantan akan banyak hotspot selama Juni-Oktober. Untuk itu antisipasi karhutla terus dilakukan bersama dengan Kemen LH dan Kehutanan dan Pemda, pungkas Sutopo. (BS-001)
T#g:BNPB
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia, Kepala BNPB: Butuh Dukungan Semua Pihak

    Beritasumut.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegaskan, instansi pemerintah tidak dapat mengatasi masalah keba

  • 5 hari lalu

    Panglima TNI Pimpin Rakor Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Riau

    Beritasumut.com-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP didampingi Gubernur  Riau Drs H Syamsuar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Be

  • 6 hari lalu

    Padamkan Kebakaran Hutan di Sumatera, Pemerintah Kerahkan Puluhan Helikopter

    Beritasumut.com-Pemerintah mengerahkan sebanyak 50 helikopter dari berbagai kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan swasta untuk melakukan water bombi

  • 2 bulan lalu

    Soal Isu Megathurst, Presiden Jokowi Minta BNPB Persiapkan Masyarakat Hadapi Evakuasi

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui adanya potensi terjadinya gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) atau yang sering di

  • 2 bulan lalu

    Sampaikan Ucapan Dukacita, Presiden Jokowi Kenang Kalimat Sutopo BNPB

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyaraka

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.