Minggu, 23 Februari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • BNPB dan BPBD Siapkan Rencana Kontinjensi Antisipasi Kekeringan

BNPB dan BPBD Siapkan Rencana Kontinjensi Antisipasi Kekeringan

Kamis, 28 Mei 2015 23:21:00
BAGIKAN:
Istimewa
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Beritasumut.com - Musim kemarau Tahun 2015 ini diperkirakan normal. BMKG telah memprediksikan fenomena El Nino tidak menguat, masih dalam normal hingga sedang sehingga musim kemarau tidak akan berkepanjangan. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau sejak bulan Mei dan Juni. Puncak kemarau diperkirakan September.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5/2015).

Meskipun kemarau normal, namun kekeringan dan krisis air diperkirakan terjadi di beberapa wilayah yang kondisi alamnya memang kering. Juga karena ketersediaan airnya sudah defisit dibandingkan dengan kebutuhan air. Beberapa daerah di Jawa, Bali, NTT, NTB, Lampung dan sebagian di Sumatera diperkirakan akan mengalami krisis air seperti Purwakarta, Wonogiri, Purwodadi, Pacitan, Boyolali, Pantura Jawa, Tuban, dan lainnya seperti tahun sebelumnya yang memang rawan kekeringan.

Masih menurut Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah meminta jajaran di BNPB dan BPBD menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Rencana kontinjensi disusun untuk mengatur strategi penanganan darurat kekeringan. Kekeringan bersifat slow on set. Artinya berlangsung secara perlahan sehingga lebih mudah mengatasinya. Untuk kelangkaan air dilakukan dengan pengerahan tangki air dan logistik ke daerah rawan kekeringan. Himbauan hemat air dan pengaturan air untuk irigasi pertanian. Gerakan pemanenan hujan, restorasi sungai, pengurangan risiko bencana dan perbaikan lingkungan lebih ditingkatkan. Solusi jangka panjang mengatasi kekeringan perlu mitigasi struktural secara masif dengan pembangunan embung, bendung dan waduk. Tugas ini adalah kewenangan oleh Kementerian PU Pera dan Kemen Pertanian.

Dampak kemarau lain adalah potensi kebakaran hutan dan lahan yang akan terus meningkat. Umumnya pola hotspot di Sumatera dan Kalimantan akan banyak hotspot selama Juni-Oktober. Untuk itu antisipasi karhutla terus dilakukan bersama dengan Kemen LH dan Kehutanan dan Pemda, pungkas Sutopo. (BS-001)
T#g:BNPB
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    Beritasumut.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gojek menjalin kerja sama dalam penanggulangan Bencana Indonesia. Ini merupakan up

  • 2 minggu lalu

    BNPB Catat Lebih dari 400 Bencana Terjadi Hingga Minggu Ketiga Februari 2020

    Beritasumut.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020, atau per 1

  • 3 minggu lalu

    Rakornas PB 2020: Presiden Jokowi Perintahkan Beberapa Poin Solusi Penanggulangan Bencana yang Lebih Baik

    Beritasumut.com-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa kejadian bencana yang semakin meningkat. Hal tersebut disampaik

  • 4 minggu lalu

    Banjir Tapteng, Kapolres Turun Langsung Kerahkan Personil Bantu Warga

    Beritasumut.com–Curah hujan yang tinggi sejak Selasa (28/01/2020) merendam beberapa kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Diantar

  • 4 minggu lalu

    BNPB Luncurkan Uji Coba Layanan Operasional Call Center 24 Jam

    Beritasumut.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) melakukan peluncuran uji coba operasional

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.