Minggu, 15 September 2019

BNPB Dukung Program Desa Bebas Api

Selasa, 16 Mei 2017 23:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kebakaran hutan kerap kali menghampiri Indonesia, bahkan menjadi rutinitas di setiap tahunnya. Kebakaran hutan kini sudah sering terjadi khususnya di hutan dan lahan gambut Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan. Banyak faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut seperti musim kemarau, dan pembukaan lahan dengan cara membakar. Akibat dari kebakaran hutan dan lahan menimbulkan banyak dampak merugikan baik dari segi ekologi hingga ekonomi. 
 
Untuk mencegah dan mengurangi kebakaran hutan dan lahan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan unit bisnis APRIL Group kembali meluncurkan program Desa Bebas Api atau Free Fire Village pada tahun 2017 ini. Program Desa Bebas Api ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. 
 
Sejak diluncurkan pada tahun 2014 lalu, program desa bebas api mampu menekan terjadinya kebakaran secara signifikan diawali dengan 4 desa, berkembang terus hingga 18 desa yang menjadi pesertanya saat ini. Hal ini menunjukkan kesadaran dan upaya masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan sangat penting.
 
"Kunci keberhasilan pencegahan kebakaran lahan dan hutan adalah kolaborasi pemangku kepentingan. Pencegahan kebakaran memerlukan komitmen dan kesadaran yang kuat dari berbagai pihak. Semua pihak juga perlu saling mengingatkan dan menjaga agar hal itu tidak terus terulang."
 
"Program desa bebas api ini dapat berkontribusi dalam menekan kebakaran lahan dan hutan. Semoga program yang saat ini dilaksanakan secara lokal ini dapat diperluas atau diadopsi di daerah-daerah lain di Indonesia dalam upaya pencegahan kebakaran," papar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam sambutannya dalam acara Peluncuran Program Desa Bebas Api 2017 Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Pelalawan Airstrip, Riau, Selasa (16/5/2017).
 
Sementara itu, Direktur Utama RAPP Rudi Fajar mengatakan, "Kami dari PT. RAPP sangat berterimakasih atas dukungan seluruh stakeholder, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa, serta seluruh masyarakat, karena pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat secara holistik. Semoga program desa bebas api ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi berbagai pihak untuk melakukan pencegahan kebakaran," kata Rudi.
 
Program desa bebas api ini mencakup 5 kegiatan (reward dan incentive, cree leader, agriculture assistant, haze monitoring, socialization), tahun ini telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Jika tahun 2016 dilakukan di 50 sekolah, maka tahun 2017 ini dilakukan di 72 sekolah. Dalam bersosialisasi, melakukan berbagai acara, baik melalui pemutaran film-film di 50 desa, ataupun melalui religius leader dengan melibatkan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) sehingga sosialisasi dilakukan juga lintas agama dan bersama-sama.(Rel)
T#g:ApiBNPBkebakaranRiaukebarakan hutan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Padamkan Kebakaran Hutan di Sumatera, Pemerintah Kerahkan Puluhan Helikopter

    Beritasumut.com-Pemerintah mengerahkan sebanyak 50 helikopter dari berbagai kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan swasta untuk melakukan water bombi

  • 23 jam lalu

    Dampak Kabut Asap, Penerbangan Lion Air Group Alami Keterlambatan, Pengalihan hingga Pembatalan

    Beritasumut.com-Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memberika

  • 2 hari lalu

    Upaya Pemadaman Karhutla di Kalteng, Panglima TNI Tinjau Kesiapan Alutsista

    Beritasumut.com-Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, didampingi Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna SE MM, dan Wakasau Marsdya TNI Fahru Zain

  • 6 hari lalu

    Bawa Narkoba di Bus Rapi Tujuan Jambi, Pria Ini Ditangkap Polres Asahan

    Beritasumut.com-Tim preventif bentukan Sat Res Narkoba Polres Asahan yang kerap disebut Tim Paus, kembali beraksi. Tim Paus dikenal dengan sinergi

  • 6 hari lalu

    Deteksi 2.510 Titik Panas, BMKG:Tidak Ada Sebaran Asap Lintas Batas Sumatera ke Malaysia

    Beritasumut.com-Sedikitnya 2.510 titik panas terpantau tersebar di seluruh wilayah Asean. Seluruh titik panas tersebut terpantau oleh citra Satelit

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.