Jumat, 21 Februari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • BBPOM Medan:Temuan Telur Ayam Sintetis oleh Warga Padang Bulan Tidak Terbukti Benar

BBPOM Medan:Temuan Telur Ayam Sintetis oleh Warga Padang Bulan Tidak Terbukti Benar

Senin, 23 Oktober 2017 21:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Beberapa hari lalu, seorang warga Medan bernama Noermansyah (52), warga Jalan Masjid Syuhada, Pasar 6, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Medan Selayang, mengaku telah menemukan telur ayam diduga sintetis berbahan karet/plastik. Pasalnya, kata dia, telur tersebut sangat aneh, karena menjadi keras dan sangat kenyal ketika dimasak.
 
Ia menuturkan, awalnya tak mencurigai sama sekali jika telur ayam eropa yang dibeli oleh istrinya di Pasar Sembada, Padang Bulan seperti itu. Keanehan baru diketahuinya setelah telur direbus untuk makanan burung kenari peliharaanya.
 
Terkait hal itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Yulius Sacramento Tarigan memastikan, bahwasanya, telur ayam temuan warga yang di duga berbahan baku sintetis karet/plastik tidak terbukti benar. Sebab, berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah mereka lakukan, ternyata hasilnya negatif."Hasil uji lab yang sudah dilakukan, tidak ada indikasi karet atau plastik. Hasilnya yang kita dapat negatif," ungkapnya kepada wartawan, Senin (23/10/2017).
 
Sacramento mengaku, sebelum melakukan uji laboratorium itu, pihaknya juga sudah menelusuri lokasi peternakan dimana tempat telur itu diproduksi. Hal itu setelah pihaknya terlebih dahulu mendapatkan informasi dari penjualnya yang berada di pasar Sembada, Padang Bulan, Medan."Indikasinya, kenapa telur bisa mengeras dan mengenyal seperti karet/plastik itu, ialah dikarenakan telah terjadi penggumpalan protein," jelasnya.
 
Penggumpalan protein itu, tutur Sacramento, kuat dugaan dikarenakan telur tersebut telah melalui proses penetasan. Namun karena proses penetasannya gagal, selanjutnya telur itu dijual ke pasar."Peternakannya itu sebagai tempat petelur sekaligus penetasan. Sehingga, bisa jadi karena penetasannya gagal, lalu telur tersebut dijual," sebutnya.
 
Padahal, lanjut Sacramento, telur yang sudah melalui proses penetasan seharusnya tidak lagi boleh dijual. Sebab, telur tersebut sudah tidak layak, karena kondisinya sudah tidak bagus."Kita sebetulnya sudah mencurigai itu. Makanya, hal itulah yang perlu kita telusuri," tutupnya. (BS03)
 
T#g:BBPOM MedanPasar SembadaTelurTelur Sintetis
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Obat Tradisional Herbal Senilai Rp 2,5 Miliar dari Malaysia Diamankan BBPOM Medan

    Beritasumut.com-Ribuan produk obat tradisional herbal mengandung bahan kimia obat (BKO) tanpa izin edar senilai Rp 2,5 miliar disita Balai Besar Pe

  • 2 tahun lalu

    Peneliti: Cacing di Ikan Kaleng Tak Terlalu Berpengaruh Bagi Kesehatan

    Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng merek IO, Farmer Jack dan HOKI m

  • 2 tahun lalu

    4.100 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Sumut, BBPOM Lakukan Penarikan

    Beritasumut.com-Hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng, yaitu me

  • 2 tahun lalu

    Temuan Zat Mikroplastik di Air Kemasan, BBPOM Akan Kaji Ulang

    Beritasumut.com-Sebuah penelitian pada air kemasan mengandung mikroplastik baru-baru ini telah dilakukan oleh ilmuwan yang berbasis di State Univer

  • 2 tahun lalu

    Ikan Sarden IO, Farmer Jack, dan HOKI Positif Mengandung Cacing

    Beritasumut.com-Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengaku, bahwa pihaknya tengah melakukan

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.