Selasa, 17 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Ayah Tiri Aniaya Bayi 2 Tahun Hingga Tewas di Kecamatan Salapian Langkat

Ayah Tiri Aniaya Bayi 2 Tahun Hingga Tewas di Kecamatan Salapian Langkat

Kamis, 05 September 2019 20:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Seorang bayi berusia 2 tahun bernama M Ibrahim Ramadan alias Akil harus meregang nyawa di tangan Ayah Tirinya Riki Ramadan Sitepu (30) warga Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Korban tewas sebab mendapatkan penganiayaan berat selama berhari-hari hingga meninggal dunia. Malangnya, bayi 2 tahun ini dikubur oleh pelaku di sebuah lereng bukit di Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pada Selasa (27/08/2019).
 
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, jenazah korban baru ditemukan pada Rabu (04/09/2019). Sebelum membunuh anak tirinya, Riki terlebih dahulu menganiaya sejak Senin (19/08/2019) hingga Minggu (25/08/2019) di rumahnya. "Penganiyaan dilakukan dengan cara memukul di bagian bahu, kaki, tangan, dan bokong korban. Selain itu pelaku juga menyundut rokok pada bagian tangan, kuping, bahu serta memasukan korban ke dalam goni dan digantungnya di luar gubuk," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (05/09/2019).
 
Tak puas dengan aksinya, jelas Fathir, pada Selasa (27/08/2019) sekitar pukul 17.00 WIB, korban yang masih bayi tak kuat dengan siksaan terhadapnya pun meninggal dunia. Mendapati ini, tersangka bersama istrinya kemudian membawa jenazah korban ke lereng dan menguburnya. Namun, seminggu kemudian, tepatnya Rabu (04/09/2019) polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdapat bau busuk menyengat di sekitaran bukit. Mendapatkan informasi ini, pihak kepolisian kemudian langsung melakukan identifikasi. "Saat itu terlihat ada sebuah gundukan tanah yang mencurigakan. Setelah dibongkar, ditemukan jenazah korban yang dibungkus dengan kain. Polisi kemudian membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara untuk diotopsi," jelasnya.
 
Atas kejadian itu, tutur Fathir, pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap Riki Ramadhan dan istrinya Sri Astuti (28) yang merupakan ibu kandung korban. Tak lama kemudian, sekitar pukul 24.00 WIB, keduanya berhasil ditangkap di Jalan Binjai-Bukit Lawang Kabupaten Langkat. "Setelah dilakukan introgasi keduanya mengakui penganiayaan yang dilakukan terhadap korban," ujarnya.
 
Namun begitu, mengenai keterlibatan istri dan motif pembunuhan, Fathir mengaku jika pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Meskipun begitu, terhadap tersangka Riki pihak kepolisian akan menjeratnya dengan Pasal 340 junto Pasal 338 KUHPidana sub Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancamannya maksimal hukuman mati," pungkasnya. (BS04)
T#g:Ayah PembunuhBayi DianiayaKekerasan AnakPembunuhan BayiPembunuhan Langkat
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Polsek Medan Baru Gelar Rekontruksi Kasus Ibu Kandung Bunuh Bayi dan Buang ke Tong Sampah

    Beritasumut.com-Untuk melengkapi berkas dilimpahkan ke pengadilan kasus penghilangan nyawa seorang bayi, Polsek Medan Baru menggelar rekontruksi, R

  • 5 bulan lalu

    Soal Perundungan di Pontianak, Presiden Minta Kapolri Tegas Tangani Sesuai Prosedur Hukum

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa duka dan sedih atas peristiwa perundungan yang terjadi di Pontianak.  

  • 6 bulan lalu

    Polres Langkat Amankan Pelaku Pencabulan Siswi SD di Teluk Bakung

    Beritasumut.com–Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Langkat Sumatera Utara, AKBP Doddy Hermawan SIK menyampaikan pelaku dugaan pencabulan terha

  • 6 bulan lalu

    Takut Dipecat Sebagai PRT, Wanita Ini Buang Bayinya di Komplek CBD Polonia

    Beritasumut.com-Satuan Reskrim Polsek Medan Baru berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pembuangan bayi di lokasi pembuangan sampah di Komplek CB

  • 7 bulan lalu

    Viral Video Anak Dihajar Ayah Tiri dan Ibu Kandungnya di Marelan

    Beritasumut.com–Keluarga selayaknya menjadi tempat anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Namun naas, berbeda dengan apa yang dialami N

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.