Minggu, 08 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Atasi Permasalahan Akta Kelahiran, Kemendagri Ciptakan Inovasi Supertajam

Atasi Permasalahan Akta Kelahiran, Kemendagri Ciptakan Inovasi Supertajam

Selasa, 10 September 2019 17:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dengan akta kelahiran, keberadaan dan status hukum seseorang diakui oleh negara. Bisa dibayangkan jika seorang anak tidak memiliki akta kelahiran. Kurang terlindungi keberadaannya, kurang terjamin masa depannya, sulit mengakses pelayanan publik dan rentan terhadap tindakan kriminal, diantaranya perdagangan dan perkawinan anak.
 
Pada tahun 2014, dari jumlah anak usia sampai dengan 18 tahun sebanyak 68.969.0531 anak yang memiliki akta kelahiran baru mencapai 21.552.814 anak atau 31,25 persen. Hal ini disebabkan antara lain karena penduduk tidak dapat memenuhi persyaratan penerbitan akta kelahiran, seperti surat keterangan kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran.
 
Untuk mengatasi permasalahan dalam kepemilikan akta kelahiran dan sebagai upaya meningkatkan kepemilikan akta kelahiran, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak tinggal diam. Mereka menciptakan inovasi Penerapan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Sebagai Solusi dalam Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran atau Supertajam.
 
Supertajam merupakan inovasi yang dibuat oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang memberikan solusi agar masyarakat mendapatkan kemudahan mengurus akta kelahiran.
 
Supertajam telah mendapatkan penghargaan dalam ajang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang dianugerahkan oleh KemenPAN-RB.“Apabila penduduk tidak dapat memenuhi persyaratan berupa surat keterangan kelahiran, dapat diganti dengan SPTJM Kebenaran Data Kelahiran,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dilansir dari laman kemendagri, Selasa (10/09/2019).
 
Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menambahkan, SPTJM juga digunakan untuk kasus lainnya."Jika orang tua tidak memiliki buku nikah/akta perkawinan, tetapi dalam Kartu Keluarga sudah menunjukkan sebagai suami istri, dapat diganti  dengan SPTJM Kebenaran Sebagai Suami Istri.Demikian juga bagi anak yang tidak diketahui asal usulnya, jika tidak dapat memenuhi persyaratan berupa Berita Acara dari kepolisian, dapat diganti dengan SPTJM,” paparnya. 
 
SPTJM ini diberlakukan atas dasar Permendagri Nomor. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran. Berdasarkan Permendagri, persyaratan dan tata cara pencatatan kelahiran dipermudah, antara lain, dengan memberlakukan SPTJM.Penerapan SPTJM pada penerbitan akta kelahiran bermanfaat untuk pemerintah kabupaten/kota dalam mempermudah pelayanan. Sedangkan bagi penduduk, inovasi ini bermanfaat dalam memenuhi kepastian hukum, tuntutan kebutuhan pelayanan yang sederhana, cepat, dan mudah.
 
Zudan berharap ke depan inovasi ini dapat direplikasi untuk SPTJM perkawinan, perceraian, kematian maupun untuk dokumen kependudukan yang lain. “Untuk pemanfaatan data bisa digunakan untuk semua rumah sakit, perguruan tinggi, sekolah, bahkan sistem zonasi ke depan bisa berbasis NIK dan koordinat rumah-rumah penduduk,” tutup Zudan.(BS09)
T#g:Akta KelahiranAnakKemendagriSupertajam
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 11 jam lalu

    Goes to Campus di Unimed, KPAI Bahas Isu Perlindungan Anak

    Beritasumut.com-Isu perlindungan anak saat ini bukan lagi menjadi isu yang biasa tetapi telah menjadi hajat kepentingan nasional. Hal tersebut dite

  • 4 minggu lalu

    Peringatan Maulid Nabi, Danyonarmed 12/ Divif 2 Kostrad Santuni Anak Yatim

    Beritasumut.com-Memperingati Maulid Nabi Muhammad saat ini, berbagai kegiatan pun mulai digelar oleh seluruh Satuan TNI-AD. Seperti yang berlangsun

  • satu bulan lalu

    Kabupaten Deli Serdang Jadi Model Pesantren Ramah Anak di Sumut

    Beritasumut.com-Sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di Pondok Pesantren, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP

  • satu bulan lalu

    Sempat Kabur dari Polisi, Pemerkosa Anak Dibawah Umur Dibekuk di Asahan

    Beritasumut.com-Polres Tanjung Balai berhasil membekuk pria bernisial R alias Tuah (37) yang berusaha memperkosa anak di bawah umur berusia 14 tahu

  • satu bulan lalu

    1.145 Anak Ikuti Kegiatan Bulan Kreasi Anak VI di Kecamatan Medan Tuntungan

    Beritasumut.com-Sebanyak 1.145 anak-anak yang berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kanak Kanak (TK) dan SD se-Kecamatan Medan Tuntungan m

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.