Peristiwa

Asuransi Proteksi Prima BNI Sedot Uang Nasabah di Medan Hingga Raib Rp 1,8 Juta


Asuransi Proteksi Prima BNI Sedot Uang Nasabah di Medan Hingga Raib Rp 1,8 Juta
BERITASUMUT.COM/BS04

Beritasumut.com-Nasabah BNI Taplus di Kota Medan mengeluh, korban mengaku mengalami kerugian Rp 1,8 juta. Diduga Costumer Service dari Asuransi Proteksi Prima BNI dengan banyak cara menjebak nasabah BNI dengan menghubungi nomor yang ada untuk menyetujui program Asuransi Proteksi Prima. Dengan merekam pembicaraan itu, nasabah digiring menyetujui untuk mendebet uang yang ada di rekeningnya sebulan sekali. Adapun besaran nilai uang yang diambil dari rekening tabungan sebesar Rp 624.245,-.

Padahal untuk mengikuti aturan Asuransi Proteksi Prima, harus sesuai dengan prosedur adanya hitam di atas putih dan tertulis dalam materai. Sehingga hal ini jelas merugikan nasabah. Terlebih di masa pendemi Covid-19. dimana ekonomi masyarakat sedang melemah, oknum-oknum nakal yang ada di Asuransi Proteksi Prima BNI tetap melanggar aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan menggunakan aturannya sendiri.

"Kemudian setelah ditutup nomor polisi itu, dana (uang) yang telah dirampok tidak bisa dikembalikan ke rekening nasabah tersebut," ucap Nasabah Bank BNI yang menjadi korban Asuransi Proteksi Prima BNI, Khairunnas kepada wartawan, Rabu (20/05/2029).

Khairunnas mengaku, saat ini situasi sudah sulit dengan merebaknya virus corona, namun para oknum-oknum nakal itu telah menjadi mafia asuransi yang ingin meraup keuntungan dari nasabah tersebut. "Kartu polis tidak pernah dapat, tapi berani mengambil uang dari rekening nasabah yang telah mengikuti BNI Life," tuturnya.

Karena itu, dia meminta OJK agar berperan aktif menyelidiki kasus nasabah yang dirugikan oleh oknum-oknum nakal dari Asuransi Proteksi Prima BNI Pusat tersebut. "Ini permainan yang rapi dilakukan oknum-oknum nakal untuk mencari kaya dari bisnis asuransinya," tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi dengan pihak Asuransi Proteksi BNI Pusat melalui telepon seluler yang diterima oleh Customer Service hanya menyebutkan polis atas nasabah Khairunnas telah ditutup. Namun untuk dikembalikan, dananya sudah habis waktu dan tidak dapat dikembalikan ke rekening BNI Taplus. "Kita saja kalau mau nikah harus ada persetujuan dari kedua belah pihak. Ini dengan modal cakap-cakap, sok kenal, main ambil dari rekening milik nasabah," terangnya kesal.

Korban menyebut, artinya keuntungan banyak dari Asuransi Proteksi Prima BNI. "Sedangkan nasabah BNI merugi," tandasnya. (BS04)


Tag:AsuransiBank BNIKorban AsuransiKriminalProteksi Prima