Senin, 17 Juni 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Antisipasi Kecelakaan, DPRD Medan Minta PT KAI Perhatikan Perlintasan Rel Kereta Api

Antisipasi Kecelakaan, DPRD Medan Minta PT KAI Perhatikan Perlintasan Rel Kereta Api

Kamis, 08 November 2018 18:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS07
Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong
Beritasumut.com-Guna meminimalisir kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api, pemerintah harus memperhatikan ketersediaan palang pintu di setiap perlintasan rel kereta api. Seperti yang terjadi di kawasan Medan Labuhan beberapa waktu lalu, kecelakaan lalu lintas antara mobil taksi online Suzuki Ertiga dan kereta api karena tidak berpalang. 
 
"Ketika ada perpotongan sebidang, pasti ada koordinasi antara Ditjen Perkeretaapian, KAI, dan stakeholder yang berkepentingan untuk persoalan palang pintu. Ketersedian palang pintu ini diyakini dapat menimalisir kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api," terang Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong, Kamis (8/11/2018).
 
Diakui politisi Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan itu, banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu. Namun, hal itu luput dari perhatian pemerintah. 
"Tidak hanya satu dua perlintasan yang tidak ada palang pintunya. Tetapi tidak ada perhatian untuk membuat palang pintu, baik dari PT KAI maupun pemerintah daerah.," sebutnya. 
 
Parlaungan juga meminta PT KAI tidak serta merta lepas tangan bila terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api. Sebab, beberapa kasus kecelakaan di perlintasan kereta api, PT KAI tidak memberikan perhatian kepada masyarakat yang terlibat dalam kecelekaan itu. "PT KAI juga harus bertanggungjawab. Tidak bisa lepas tangan dan menyalahkan masyarakat," paparnya. 
 
Di sisi lain, Parlaungan meminta PT KAI tidak mengkomersilkan lahan di seputaran rel kereta api kepada masyarakat. Sebab, usaha PT KAI untuk 'membisniskan' lahannya kepada masyarakat, dapat menjadi bom waktu bagi Pemko Medan. "Kita lihat, rumah penduduk menjamur di daerah pinggir rel. Tetapi ini seakan dibiarkan PT KAI. Kita khawatir, pembiaran ini dapat menjadi bom waktu bagi pemerintah daerah," tegasnya. 
 
Pasalnya, penduduk yang tinggal di kawasan pinggir rel itu akan menjadi warga Kota Medan. Dan bila dilakukan penggusuran, warga akan mengadu ke Pemko Medan dan DPRD Medna. "Ini seolah-olah dipelihara PT KAI, hingga akhirnya menjadi PR bagi kota Medan. Mereka yang kutip retribusi, harusnya mereka juga yang sediakan tempat relokasi bila terjadi penggusuran," pungkasnya.(BS07)
 
T#g:DPRD MedanKecelakaanKereta ApiPT KAIRel
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 jam lalu

    Sharp dan LG Akan Relokasikan Pabriknya Dari Thailand dan Vietnam ke Indonesia

    Beritasumut.com-Dua perusahaan elektronik asal Jepang dan Korea Selatan, yaitu Sharp dan LG akan merelokasikan sejumlah pabriknya dari negara Thail

  • 3 hari lalu

    Perluasan Akses Pasar Marelan, Pembebasan Lahan Rampung

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan pembebasan lahan untuk akses perluasan jalan menuju Pasar Marelan sudah rampung.  

  • 6 hari lalu

    Toko Bangunan Milik Acien di Jalan Marelan Raya Terbakar

    Beritasumut.com-Kebakaran menghanguskan satu unit rumah toko (ruko) tempat usaha panglong (bangunan) milik Acien di Jalan Marelan Raya Pasar lV, Li

  • 3 minggu lalu

    Di Masjid Nurul Huda Marelan, Kapolrestabes Hadiri Dialog Bersama Walikota Medan Sekaligus Sholat Tasbih

    Beritasumut.com-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto menghadiri kegiatan Dialog bersama Walikota Meda dan masyarakat sekaligus sholat

  • 4 minggu lalu

    Walikota Medan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar DPRD Medan

    Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH berbuka puasa bersama Keluarga Besar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan,

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.