Selasa, 20 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Ali Taher: Pemerintah Harus Tinjau Pembagian Kloter Berdasarkan Wilayah

Ali Taher: Pemerintah Harus Tinjau Pembagian Kloter Berdasarkan Wilayah

Senin, 20 Mei 2019 20:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-DPR RI meminta pemerintah meninjau kembali Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah nomor 131 tahun 2019 tentang Pedoman Pengisian Kelompok Terbang Berbasis Zonasi/Wilayah bagi Jemaah Haji Reguler.
 
Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, dalam Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang. “Sistem zonasi ini akan mengalami kendala-kendala teknis. Terutama memecahkan jemaah dari kelompok pembimbing jemaah haji,” kata Ali Taher, dilansir dari laman Kemenag.go.id, Senin (20/05/2019).
 
Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Pemda Kabupaten Tangerang, Kankemenag Kabupaten Tangerang, serta Pimpinan KBIH se-Kabupaten Tangerang ini, Ali Taher menuturkan ia telah memperoleh beberapa informasi terkait kendala yang mungkin dihadapi jika penyusunan kloter didasarkan pada zonasi atau wilayah. “Pertama adalah jemaahnya menjadi terpecah. Kedua kesulitan komunikasi. Ketiga kerumitan melakukan koordinasi yang itu menimbulkan kesulitan tersendiri buat jemaah,” kata Ali.
 
Ali pun menyampaikan, dia akan melakukan koordinasi dengan pemerintah agar peraturan tersebut dapat ditinjau kembali penerapannya. “Peraturan ini tujuannua memudahkan koordinasi, tapi buat KBIH hal itu menyulitkan karena jemaahnya kemana-mana. Belum lagi koordinasi di Haram dengan jutaan jemaah, mengumpulkan di satu titik bukan perkara mudah,” kata Ali.
 
Hal ini menurut Ali dapat menimbulkan tingginya biaya untuk melakukan koordinasi. “Oleh karena itu kita akan evaluasi. Kita akan lakukan revisi atas peraturan itu, agar tidak diberlakukan tahun ini. DPR akan lakukan pertemuan lagi dengan Kementerian Agama,” tuturnya.
 
Sementara, sebelumnya Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali menyampaikan Kemenag tahun ini menerapkan kebijakan penyusunan kloter murni berbasis wilayah untuk lebih memberdayakan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pelaksanaan bimbingan manasik. “Dengan basis wilayah, maka lokasi pembinaan manasik jemaah lebih dekat dengan KUA tempat tinggalnya, atau tidak lintas Kabupaten/Kota,” tegas Nizar di Jakarta, Sabtu (04/05/2019) lalu.
 
Nizar juga memastikan saat di tanah suci, KBIH tetap dapat melayani seluruh jemaahnya. “Bahkan KBIH akan lebih mudah melayani jemaahnya. Sebab, penempatan jemaahnya dipastikan berada dalam satu zona di Makkah. Sementara di Madinah berada di wilayah Markaziyah yang radiusnya dekat dengan Masjid Nabawi. Penyusunan kloter berbasis wilayah juga akan memberikan kemudahan KBIH dalam berkoordinasi. Juga mengatasi kendala bahasa, dan menu kedaerahan,” pungkasnya. (Rel)
T#g:Ali TaherDPR RIDPR-RIjamaah hajiKemenag RiKloter Haji
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Delegasi Amirul Hajj Usulkan Tahun Depan Buku Manasik Dilengkapi Panduan Perlindungan Jemaah

    Beritasumut.com-Delegasi Amirul Hajj Imam Addaruqutni mengusulkan agar di tahun mendatang, buku manasik dapat dilengkapi dengan panduan perlindunga

  • 4 hari lalu

    Seleksi Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2019 Dibuka Hingga 12 September

    Beritasumut.com-Dalam rangka memperingati Hari Santri 2019, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontre

  • satu minggu lalu

    Sambangi BPJPH, Muhammadiyah Siap Berperan sebagai Lembaga Pengawas Halal

    Beritasumut.com-Direktur Utama Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban (LPH-KHT) PP Muhammadiyah, Nadratuzzaman Hosen menyatakan pihakny

  • 2 minggu lalu

    PPIH Sebut 900 Petugas Haji Telah Diberangkatkan Menuju Arafah

    Beritasumut.com-Waktu menunjukkan pukul 00.30 Waktu Arab Saudi (WAS) ketika Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Ase

  • 2 minggu lalu

    Kemenag RI: Lebih 190Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Berada di Makkah

    Beritasumut.com-Sebanyak 193.300 jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah. Mereka tergabung dalam 480 kloter disertai dengan 2.400 petugas.

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.