Senin, 20 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Aktivitas Warga Halmahera Barat Kembali Normal Pascagempa

Aktivitas Warga Halmahera Barat Kembali Normal Pascagempa

Jumat, 15 November 2019 10:29:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan informasi dari BPBD Halmahera Barat bahwa belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban. Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan beraktivitas normal.
 
Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat Imron Loloroi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan patroli dan pendataan terkait situasi di lapangan.  "Gempa susulan dirasakan cukup kuat," ujar Imron melalui, Jumat (15/11/2019).
 
Sementara itu, situasi Kota Bitung dalam kondisi normal. Namun masih ada masyarakat yang bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa. 
 
Pantauan di Kota Ternate menggambarkan bahwa aktivitas masyarakat cenderung normal. Pusdalops BNPB menerima informasi yang menyebutkan belum ada laporan warga kota terkait kerusakan, termasuk korban. 
 
BPBD Kota Ternate masih intens melakukan pemantauan sambil mengkomunikasikan dengan pihak Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua serta pulau lain di wilayah terluar dari Kota Ternate yang berdekatan dengan pusat gempa. Pihak kelurahan setempat masih melakukan pendataan terkait kerusakan di wilayah tersebut.
 
BPBD Kota Ternate juga menginformasikan bahwa warga yang semalam menjauh dari pantai  pagi ini mulai berangsur kembali ke rumah.  BPBD mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan. 
 
Data Pusdalops BNPB mencatat 2 orang mengalami luka atas nama Delvi Peo dan Mesin Bunga. Keduanya berasal dari Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.  Sedangkan dampak kerusakan, gempa memicu kerusakan di Kota Ternate seperti rumah dan rumah ibadah rusak ringan. Pusdalops BNPB mencatat 6 rumah rusak ringan, di antaranya di Kelurahan Mayau 3 unit, Lekewi 2 dan Bido 1. Semuanya di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, sedangkan 2 unit gereja rusak ringan di Kelurahan Bido dan Lelewi. 
 
Upaya yang terus dilakukan yaitu melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD Kabupaten dan kota serta sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi. Di samping itu, posko telah didirikan di Jalan Hasan Esa Takoma, Ternate.
 
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, menyebutkan, BMKG melaporkan gempa bumi dengan kekuatan M 7.1 pada tanggal 14 November 2019, pukul 23.17.43 WIB pada lokasi 1,67 LS 126.39 BT di kedalaman 73 Km.(rel)
T#g:gempagempa halmaheragempa malukugempa ternate
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Banda Aceh Diguncang Gempabumi

    Beritasumut.com-Wilayah Banda Aceh diguncang gempabumi tektonik, Sabtu (18/01/2020) sekitar pukul 08.55.29 WIB. Berdasarkan hasil analisa BMKG menu

  • satu bulan lalu

    Empat Kementerian/Lembaga Resmikan Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pelabuhan Perikanan Eri

    Beritasumut.com-Pemerintah pusat melalui empat Kementerian/Lembaga di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Kli

  • 2 bulan lalu

    Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Rawat Kesehatan Pengungsi Gempa Ambon

    Beritasumut.com-Pasca gempa berkekuatan 6.8 skala richter yang mengguncang Kota Ambon beberapa waktu lalu, para pengungsi masih terlihat di tenda-t

  • 3 bulan lalu

    Tiru NTB, Presiden Jokowi Ingin Pembangunan Rumah Korban Gempa Maluku Segera Dilakukan

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah mendapatkan laporkan komplet dari Gubernur Maluku, Kepala Badan Nasional Penanggulangan

  • 3 bulan lalu

    Nias Utara Diguncang Gempa 4,8 SR

    Beritasumut.com-Gempa bumi berkekuatan M=4.8 mengguncang wilayah Kabupaten Nias Utara dan sekitarnya, Rabu (16/10/2019) pagi tadi, sekitar pukul 09

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.