Sabtu, 20 Juli 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Aksi 2 Desember dan 4 Desember Tidak Perlu Dibentur-benturkan

Aksi 2 Desember dan 4 Desember Tidak Perlu Dibentur-benturkan

Jumat, 02 Desember 2016 05:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.
Beritasumut.com-Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu membentur-benturkan antara yang ikut unjuk rasa pada 2 Desember dan 4 Desember 2016.Hal itu disampaikan Hidayat sebagai bentuk respon atas adanya upaya dari beberapa pihak yang akan mengadakan unjuk rasa berbentuk Parade Bhinneka Tunggal Ika 4 Desember 2016, setelah dilangsungkannya Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016.
 
“Jangan juga dibenturkan dengan seolah-olah nanti tanggal 4 akan ada Parade Bhinneke Tunggal Ika, dalam semangat menjadi pesaing terhadap agenda aksi 2 Desember. Atau koreksi terhadap agenda besok. Jadi, seolah-olah tanggal 2 adalah membahayakan Bhinneka dan NKRI. Menurut saya ini adalah hal yang tidak bertanggung jawab,” tegas Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
 
Sebab, Hidayat merujuk pada peristiwa sebelumnya di bulan November, di mana terdapat aksi bertema Parade Nusantara pada 19 November, yang seolah-olah merujuk pada peristiwa 4 November dengan kesan tidak nasionalis dan anti ke-Bhinneka-an.
 
“Padahal peristiwa 4 November adalah peristiwa sangat NKRI dan Bhinneka. Yang ikut tokoh lintas agama, Lieus Sungkarisma datang, Jaya Suprana datang, bahkan ada pengantin dari umat Kristiani yang ingin pemberkatan di Katedral, dihantarkan oleh peserta aksi untuk sampai masuk ke gereja,” tegas Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini.
 
Oleh karena itu, Hidayat memastikan bahwa peserta aksi bela Islam Jilid III adalah bagian dari aksi damai yang sama-sama mencintai NKRI dan menjaga keutuhan Indonesia. “Karenanya jangan dibentur-benturkan dengan agenda lain, yang seolah-olah kalau ada pembelahan semacam itu akan membahayakan kesatuan kita sebagai bangsa,” tegas Anggota Komisi Bidang Pertahanan dan Keamanan DPR RI ini.
 
Diketahui, masyarakat Indonesia direncanakan akan melangsungkan aksi unjuk rasa secara berturut-turut pada tanggal 2 Desember dan 4 Desember 2016 mendatang. Adapun mengenai agenda aksi unjuk rasa pada 2 Desember adalah terkait penegakan hukum terhadap tersangka kasus Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama, sebagai bagian pula untuk menjaga kerukunan NKRI.(Rel)
 
T#g:2 Desember212AhokDemoPKSUnjuk Rasa
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Irham Effendi Lubis Korban Longsor di Langkat, Ternyata Tersangka Demo Ricuh di Medan

    Beritasumut.com–Salah satu korban meninggal dalam bencana alam berupa longsoran batu di Air Terjun Pantai Salak, Dusun Kwala Gemuk, Kecamatan

  • 2 bulan lalu

    Lempar Polisi dengan Pecahan Botol di Gedung DPRD Sumut, Rabu Alam Ditangkap

    Beritasumut.com-SatRes Polrestabes Medan Kembali mengamankan satu orang dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut yang terlibat melakuka

  • 2 bulan lalu

    Terima Demo Mahasiswa, Gubernur Sumut Jelaskan Proses Assesment Selektif

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menemui belasan pendemo yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jalan

  • 2 bulan lalu

    Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

    Beritasumut.com-Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/05/2019), berupa video aksi kekerasan, ker

  • 2 bulan lalu

    Antisipasi Hal yang Tak Diinginkan, Dinkes Medan Siagakan Bantuan Medis Pasca Rekapitulasi KPU

    Beritasumut.com-Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, seperti adanya potensi kerusuhan pasca penetapan rekapitulasi oleh KPU, Selasa (21

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.