Peristiwa

Akhyar Kecewa Lihat Lingkungan SMKN 5 Medan

Try Try
Akhyar Kecewa Lihat Lingkungan SMKN 5 Medan
Beritasumut/Ilustrasi
Sekolah
Beritasumut.com-Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution M.Si didampingi Asisten Umum Setdakot Medan Ikhwan Habibi Daulay, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Ramlan Tarigan dan Camat Medan Timur Parulian Pasaribu melakukan peninjauan UN 2016 ke SMA Negeri 7 Medan dan SMK Negeri 5 Medan Jalan Timor, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Selasa (05/042016).

Usai meninjau SMAN 7 Medan, Wakil Wali Kota selanjutnya berjalan kaki menuju SMK Negeri 5 Medan yang lokasinya berdekatan. Di SMKN 5, jumlah siswa yang mengikuti UN berjumlah 341 orang dan dibagi dalam 18 ruangan. Umumnya ruangan berisi 20 siswa, namun ada dua ruangan lagi yang hanya berisi 10 dan 11 orang siswa.

Sama seperti yang dilakukannya di SMAN 7, di SMKN 5 Akyar juga mengecek kondisi sekolah. Ada rasa kecewa di wajah Akhyar, sebab kondisi sekolah agak kumuh dan kurang terawat. Selain itu kondisi ruangan kelas tidak memiliki jendela, banyak asbes yang pecah, ruang praktek tak digunakan dan berdebu. Serta toilet untuk siswa juga kurang terjaga kebersihannya. Untuk itulah Akhyar minta kepada Kepsek SMKN 5, Drs Maraguna Nasution untuk segera menatanya.

Maraguna mengakui kondisi sekolah seperti kurang terawat karena tengah melakukan pembenahan. Dikatakannya, kondisi SMKN 5 dulu lebih parah dari yang ada saat ini. Begitu menjabat kepsek, Maraguna mengaku tidak hanya memperbaiki fisik bangunan tetapi juga sarana sekolah.

"Dulu sekolah ini setiap kali hujan langsung banjir, Alhamdulillah setelah kita timbun setinggi 40 cm, barulah banjir hilang. Jadi masih banyak lagi pembenahan yang harus kita lakukan sehingga SMKN 5 lebih baik lagi," sahut Maraguna.

Terkait pelaksanaan UN, Maraguna mengatakan  menyediakan 18 ruangan untuk ujian, masing-masing ruangan diawasi 2 orang pengawas. Setelah dua hari pelaksanaan UN, Maraguna mengaku ada 3 siswa yang tidak masuk mengikuti ujian. "Saya tidak tahu apa penyebabnya, 

kita berusaha. Namun saat dihubungi handphone ketiganya tidak aktif. Apabila mereka tidak amsuk karena sakit, kita akan memberi kesempatan agar mereka mengikuti ujian susulan," terang Maraguna.(BS01)