Rabu, 17 Juli 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • 9.000 Lebih Warga Medan Terdaftar Sebagai Peserta Mandiri BPJS

9.000 Lebih Warga Medan Terdaftar Sebagai Peserta Mandiri BPJS

Senin, 20 Januari 2014 15:52:00
BAGIKAN:
Google
Ilustrasi
Medan, (beritasumut.com) – Diumurnya yang baru 20 hari, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Divisi Regional I Medan telah menerbitkan kartu sebanyak 10.655 lembar. Kartu ini diperuntukkan bagi warga yang telah mendaftar sebagai peserta mandiri untuk wilayah Kota Medan, Binjai dan Kabupaten Langkat. Untuk Kota Medan sendiri, kartu yang telah diterbitkan  lebih kurang 9.000-an lembar. Dengan demikian bagi warga yang telah mendaftarkan kartu ini, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di 40 rumah sakit yang telah resmi menjadi provider BPJS Kesehatan.

Demikian terungkap dalam pertemuan Kepala Cabang BPJS Devisi Regional I Medan Mariamah saat diterima Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin S di Balaikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Senin (20/1/2014). “Berdasarkan data terakhir kita sampai dengan Jumat (17/1/2014), kartu yang telah diterbitkan sebanyak 10.655 untuk peserta mandiri meliputi Kota Medan, Binjai dan Langkat. Sebab, wilayah kerja saya mencapai Kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Khusus Kota Medan, kartu yang telah kita terbitkan lebih kurang 9.000-an kartu,” kata Mariamah.

Selanjutnya Mariamah yang didampingi 2 stafnya menjelaskan, bagi warga yang telah terdaftar sebagai peserta Askes (PNS), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek, Jamkesmas, TNI dan Polri otomatis masuk BPJS Kesehatan tanpa perlu mendaftar. Jika sakit, mereka cukup membawa kartu yang lama dan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit yang telah resmi menjadi provider.

Berdasarkan data yang ada sama mereka, Mariamah mengungkapkan jumlah penduduk Kota Medan saat ini sekitar 2.097.610 jiwa. Sedangkan  jumlah warga yang terdaftar dan otomatis mendapatkan BPJS Kesehatan 890.000 jiwa. Artinya masih ada sekitar 1,2 juta jiwa yang tidak terdaftar di BPJS. Untuk itu bagi warga yang tidak terdaftar, mereka bisa mendaftarkan diri ke Kantor BPJS dengan membawa KTP, KK dan pasfoto 3 x 4. Untuk ruang perawatan kelas III, preminya Rp25.500, Kelas II Rp42.500 dan kelas I Rp59.500.

“Sesuai dengan Perpres No 111 Tahun 2013 disebutkan, BPJS hanya menanggung masyarakat miskin sesuai dengan kuota Jamkesmas. Di luar kuota, kita tidak diberi wewenang untuk melayaninya. Jadi bagi warga yang tidak masuk dalam kuota Jamkesmas, mereka bisa mendaftar sebagai peserta mandiri,” jelasnya.

Menurut Mariamah, warga yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan akan mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih banyak. Sebab, BPJS ini merupakan gabungan dari pelayanan kesehatan yang selama ini menggunakan Askes, Jamsostek  dan Jamkesmas. Di samping itu jumlah rumah sakit yang telah resmi terdaftar sebagai provider sebanyak 48 rumah sakit, 40 diantaranya berada di Kota Medan. Sedangkan sisanya 8 rumah sakit lagi berada di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.

“Untuk Rumah Sakit Columbia, belum terdaftar sebagai provider. Sedangkan Rumah Sakit Murni Teguh dan Sumatera Eye Centre sudah menyampaikan proposal untuk mendaftar. Kita kini sedang dalam proses tahapan seleksi. Insya Allah kedua rumah sakit itu akan menjadi provider BPJS Kesehatan,” ungkapnya. 

Sementara itu Pelaksana Tugas Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin S mengatakan, pihaknya melalui instansi terkait akan kembali merapatkan dengan pihak BPJS menyangkut warga yang belum terdaftar, terutama bagi  kurang mampu. Selama warga  kurang mampu belum terdaftar, Pemko Medan masih memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk berobat selama 1 triwulan ini. “SKTM itu kita berikan kepada warga yang benar-benar kurang mampu,” kata Eldin.

Diakui Eldin, pihaknya masih diberi waktu sampai Tahun 2016 terkait warga yang belum terdaftar. Namun melihat kondisi yang ada saat ini, kita berharap agar warga kurang mampu bisa terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Untuk itu akan dicari solusi, termasuk melaporkan hal ini kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar warga kurang mampu yang tidak masuk dalam kuota Jamkesmas bisa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Atas dasar itulah Eldin mengaku telah mengistruksikan Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta camat supaya melakukan pendataan. Dari hasil pendataan yang dilakukan, dia optimis akan mendapatkan data yang valid dan diserahkan kepada BPJS untuk selanjutnya diserahkan kepada Menteri Kesehatan. Setelah itu baru mendata tuna wisma, Mr X maupun anak jalanan agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebab, sistem pendaftar BPJS  adalah by name by addres. 

“Ini akan kita pertanyakan kembali guna mendapatkan solusi apa yang harus kita lakukan untuk menanganinya,” terangnya. (BS-001)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Ini Kronologis Penangkapan Tiga Pembunuh Warga Medan

    Beritasumut.com-Tiga pelaku pembunuhan Hamonangan Sipangkar (24) warga Jalan Menteng VII, Gang Sepakat, Medan yang ditemukan tewas ternyata memiliki p

  • 3 tahun lalu

    Tersangka yang Ditembak Otak Pelaku Pembunuhan Warga Medan

    Beritasumut.com-Tersangka Martin yang ditembak polisi diduga menjadi otak pelaku pembunuhan Hamonangan warga Jalan Menteng VII, Gang Sepakat, Medan.Ka

  • 3 tahun lalu

    Tiga Pembunuh Warga Medan Diringkus, Satu Ditembak

    Beritasumut.com-Polres Deli Serdang berhasil meringkus tiga pelaku pembunuhan Hamonangan Sipakkar (24) warga Jalan Menteng VII, Gang Sepakat Nomor 28,

  • 3 tahun lalu

    Kasus Tewasnya Warga Medan di Galang, Polisi Periksa 3 Saksi

    Beritasumut.com-Pasca Hamonangan Sipakkar (24) warga Jalan Menteng VII, Gang Sepakat, Medan ditemukan tewas dengan luka bacok di Jalan Pandu, Blok VII

  • 3 tahun lalu

    Warga Medan Tewas Dibunuh di Galang

    Beritasumut.com-Hamonangan Sipangkar (24) warga Jalan Menteng VII, Gang Sepakat Medan ditemukan tewas dengan kondisi luka akibat benda tajam pada bagi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.