Rabu, 19 Februari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • 5 Bulan Tak Kunjung Dapat STNK dan BPKB, PNS Pemprov Sumut Mencak-mencak di Dealer Honda IDK

5 Bulan Tak Kunjung Dapat STNK dan BPKB, PNS Pemprov Sumut Mencak-mencak di Dealer Honda IDK

Senin, 19 Mei 2014 23:31:00
BAGIKAN:
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) Pelayanan tak memuaskan diberikan Dealer Honda IDK. Salah seorang PNS Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) Rosmawaty Boru Nadeak terlihat mencak-mencak mendatangi dealer yang berada di Jalan Adam Malik, Medan, Senin (19/5/2014).

Kedatangan wanita yang merupakan staf Binsos Pemprov Sumut ini lantaran pada saat dirinya hendak pergi bekerja dengan mengendarai mobil Honda Civic BK 1381 OH miliknya, ia distop oleh petugas Satlantas di Jalan Sisingamangaraja, Medan persisnya di depan Yuki Simpang Raya dan ditilang oleh petugas.

Awalnya petugas meminta wanita paruh baya ini untuk menunjukkan surat-surat kendaraan. Namun wanita ini tak dapat menunjukkan surat-surat berupa STNK kendaraannya tersebut karena belum diberikan oleh pihak Dealer Honda IDK.

Bersama petugas Satlantas, Rosmawaty kemudian mendatangi Dealer Honda IDK untuk meminta STNK dan BPKB dan memastikan bahwa mobil yang dikendarainya resmi miliknya.

Setiba di Dealer Honda IDK, pelayanan tak memuaskan diterima wanita ini. Bahkan, saat Rosmawaty menanyakan perihal STNK dan BPKB mobil yang sudah dikendarainya selama 5 bulan tersebut, pihak dealer tidak dapat memberikan STNK dan BPKB mobil yang dibelinya secara lunas pada awal Januari lalu seharga Rp409 juta itu.

Bahkan, Manager Honda IDK Jenny terkesan lepas tangan dan tidak mengetahui laporan administrasi konsumennya tersebut. Ia malah berdalih STNK kendaraan itu terkendala dari pihak biro jasa Mitra Kencana.

Saat diwawancarai Rosmawaty mengatakan, dirinya merasa tidak terima atas pelayanan yang diberikan Dealer Honda IDK.

"Seharusnya pembeli itu adalah raja, saya bukan kredit beli mobil ini, saya beli cash seharga Rp409 juta, sampai jual tanah saya beli mobil ini. Sudah berulang kali mereka seperti ini, masak sudah 5 bulan dari bulan Januari saya tidak mendapatkan STNK mobilnya. Banyak sekali alasan orang ini, saya dari pemerintahan kok mau ditipu-tipu pula," ucapnya emosi.

Rosmawaty selanjutnya mengultimatum 1x24 jam agar STNK mobilnya diberikan.

"Pokoknya saya tidak mau tahu, sudah 5 bulan saya seperti ini. Sampai-sampai ditilang polisi, apa seterusnya saya harus berurusan dengan polisi. Masak saya beli kontan dapatnya mobil bodong tanpa surat-surat. Kalau tidak ada STNK dan BPKB-nya, besok saya akan kembalikan mobil ini dan kembalikan uang saya berikut uang Rp50 juta. Kalau tidak saya tuntut mereka," cetusnya.

Sementara, salah seorang Staf Honda IDK bermarga Simarmata ketika dikonfirmasi mengatakan surat-surat kendaraan terkendala di biro jasa.

"Sebenarnya terkendala di biro jasa. Ketika kita koordinasi dengan pihak biro jasa progresnya hilang dan akan diurus di Samsat. Makanya sampai saat ini kita belum dapat pastikan kapan STNK-nya keluar. Mengenai BPKB mobil, sudah ada dan baru sampai sama kita. Selanjutnya coba tanyakan langsung saja sama manager," kata wanita yang tengah mengandung tersebut.

Sementara, Manager Honda IDK Jenny ketika dikonfirmasi Jenny terlihat gusar. Dirinya hanya bisa mengatakan tidak tahu atas laporan konsumen terhadap mobil tersebut.

"Saya tidak tahu, belum ada laporannya sama saya. Saya baru hari ini masuk, soalnya saya libur cuti. Kalau mau menuntut saya akan panggil pengacara dan mengenai tuntutan tersebut akan saya sampaikan ke pimpinan saya terlebih dahulu," ucapnya tergesa-gesa berlalu.

Berselang satu jam kemudian, Jenny selaku Manager Honda IDK menyetujui dan menandatangani surat pernyataan berupa tuntutan dari pihak konsumen. Setelah itu, Rosmawaty meninggalkan dealer dengan harapan pihak Dealer Honda IDK bersikap profesional dalam melayani konsumen.

"Manager apalah itu, masak seorang manager tak tau ada laporan dari bawahannya. Tidak ada sopannya terhadap konsumen, berjam-jam saya dari tadi disitu, masak seperti itu pelayanan yang diberikan kepada saya. Kita lihat saja besok, semua pernyataan sudah lengkap dan ditandatangani sama dia. Kalau saja besok tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat, akan saya tuntut mereka," ucapnya sembari meninggalkan dealer tersebut. (BS-031)
T#g:STNK
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Penerbitan SIM, STNK dan BPKB Oleh Dishub Dinilai Langkah Mundur Pelayanan Publik

    Beritasumut.com-Wacana Komisi V DPR RI terkait penerbitan SIM, STNK dan BPKB oleh Kemenhub dinilai sebagai langkah mundur bagi pelayanan publik. Bahka

  • 2 tahun lalu

    Sosmed Heboh Info Razia STNK, Ternyata Hoax

    Beritasumut.com-Baru-baru ini sosial media dihebohkan dengan kabar akan digelarnya Razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor, yang dilakuka

  • 3 tahun lalu

    Tak Disiplin, Propam Polres Deli Serdang Potong Rambut dan Jenggot Anggota

    Beritasumut.com-Kabag Sumda Polres Deli Serdang Kompol H Delami Saleh SH MH bersama Kasie Propam Polres Deli Serdang Iptu Kuat Tarigan, Kasie Was I

  • 3 tahun lalu

    Polres Binjai Berhasil Amankan 7 Sindikat Pemalsu KTP, SIM dan STNK

    Beritasumut.com-Polres Binjai berhasil mengamankan 7 (tujuh) orang tersangka yang tergabung dalam sindikat pemalsu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Sura

  • 3 tahun lalu

    PNBP Naik, Polri Harus Lakukan Peningkatan Pelayanan

    Beritasumut.com-Sosialisasi PP No.60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang berlaku pada Polri untuk Rayon I

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.