Selasa, 20 Agustus 2019

Soal Ujian Nasional 2018 Akan Dibuat Lebih Bervariasi

Senin, 19 Juni 2017 19:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuat soal UN lebih bervariasi. Soal UN tahun 2018 sebagian besar memang masih berupa pilihan ganda. Namun, Kemendikbud juga akan menggunakan soal yang tidak hanya berupa pilihan ganda. Beberapa soal bisa berupa mengisi jawaban, pilihan yang tidak tunggal, esai, atau bentuk lainnya.
 
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan, bentuk soal UN yang variatif itu bertujuan untuk mengukur level kognisi siswa lebih dalam. Variasi soal juga diharapkan bisa mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) yang menjadi tuntutan kompetensi generasi abad 21.
 
“Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi semuanya pilihan ganda. Sehingga dapat mengukur level kognisi siswa lebih dalam,” ujar Nizam dilansir dari laman resmi kemdikbud.go.id, Senin (19/06/2017).
 
Nizam menuturkan, penerapan soal UN yang tidak hanya berbentuk pilihan ganda juga dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Saat ini, katanya, banyak guru maupun siswa yang belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Padahal soal UN dibuat dengan berbasis kurikulum. “Jadi kurikulumnya juga harus dituntaskan (di sekolah). Kalau (soal) ujiannya sesuai dengan kurikulum, maka seharusnya tidak ada masalah,” kata Nizam.
 
Menurut Nizam, yang sering terjadi adalah kecenderungan guru-guru untuk men-drill siswa dengan kisi-kisi saja, sehingga tidak menuju pada ketuntasan belajar. Padahal sejak dua tahun lalu, melalui soal UN, Kemendikbud telah melakukan perubahan level kognisi siswa di semua mata pelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Karena itulah mulai tahun 2018 juga akan dilakukan perubahan untuk bentuk soal UN.
 
“Kita akan mengurangi soal pilihan ganda. Tujuannya untuk membuat kognisi siswa lebih dalam dan mencapai ketuntasan kurikulum. Itu baru aspek kognisi, belum termasuk aspek afeksi dan keterampilan yang tak kalah penting, seperti sikap dan perilaku,” pungkas Nizam. (BS02)
T#g:SekolahUNUjianUjian Nasional
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Pemko Medan Lantik Pengurus Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja

    Beritasumut.com-Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Medan, drg Hj Usma Polita Nasution MKes, didampingi Camat Medan Tuntungan Topan OP G

  • 5 jam lalu

    Satuan Sabhara Polrestabes Medan Bakal Gempur Kampung Narkoba di Medan

    Beritasumut.com-Satuan Sabhara Polrestabes Medan tidak pernah berhenti memberikan rasa aman di masyarakat. Kali ini, kawasan kampung narkoba yang b

  • 10 jam lalu

    Hanyut di Sungai Belawan, Pemuda 21 Tahun Ditemukan Dalam Keadaan Tak Bernyawa

    Beritasumut.com-Witnes Waren (21), warga Dusun IV, Gang Harapan, Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang ditemukan tewas di Sungai Belawan,

  • 23 jam lalu

    Delegasi Amirul Hajj Usulkan Tahun Depan Buku Manasik Dilengkapi Panduan Perlindungan Jemaah

    Beritasumut.com-Delegasi Amirul Hajj Imam Addaruqutni mengusulkan agar di tahun mendatang, buku manasik dapat dilengkapi dengan panduan perlindunga

  • 24 jam lalu

    Kadinkes Sumut Proyeksikan Eliminasi Kasus Stunting Hingga 0%

    Beritasumut.com-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, jika pihaknya akan mengambil langka

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.