Pendidikan

Sampoerna Academy Virtual Schooling, Ini Peran Guru, Orangtua dan Siswa Saat Pendemi Covid-19


Sampoerna Academy Virtual Schooling, Ini Peran Guru, Orangtua dan Siswa Saat Pendemi Covid-19
BERITASUMUT.COM/IST

Gisella Anastasia dan putrinya Gempita Nora Marten

Beritasumut.com-Sampoerna Academy sebagai sekolah pelopor metode STEAM di Indonesia menekankan pentingnya sinergi Guru, Orangtua dan Siswa dalam menemukan gaya belajar yang optimal semasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pendemi Virus Corona (Covid-19). Sinergi ini dihimpun dalam kegiatan Virtual Media Gathering.

Dalam selebrasi Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2020 lalu, Sampoerna Academy menggelar kolaborasinya. Salah satunya dengan menghadirkan 3 narasumber, diantaranya School Director of Sampoerna Academy Dr Mustafa Guvercin, Psikolog Jovita Maria Ferliana MPsi, dan Orangtua Siswa Gisella Anastasia yang juga Penyanyi, Aktris dan Pebisnis ternama di Tanah Air.

School Director of Sampoerna Academy, Dr Mustafa Guvercin, melalui siaran persnya, Kamis (28/05/2020) mengatakan, Sampoerna Academy percaya setiap anak adalah unik. "Karenanya membutuhkan pendekatan yang berbeda satu dengan lainnya. Kami selalu berkomitmen agar masing-masing anak mendapatkan pengajaran yang optimal. Untuk itu, kami ingin mengajak lebih banyak Orangtua untuk dapat memahami pentingnya sinergi ini agar mereka dapat berpartisipasi aktif, terutama dalam masa virtual schooling," ujarnya.

Bagi Dr Mustafa Guvercin, partisipasi ini menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang efektif, sebab sejauh ini kegiatan virtual schooling yang dilakukan telah menunjukan hasil yang positif melalui tingginya tingkat kehadiran siswa sebesar 90%.

"Penerapan metode STEAM yang terus dilaksanakan selama virtual schooling oleh Sampoerna Academy menunjukan hasil yang positif. Selama kurang lebih dua bulan, tingkat kehadiran siswa terjaga dengan efektif. Hal ini ditunjukan dengan persentase tingkat kehadiran sebesar 88,87%. Selain itu, para siswa terus terlibat secara aktif melalui berbagai tugas yang diberikan dengan tingkat penyelesaian tugas sebesar 99,3%," jelasnya.

Untuk itu, dia menyebut, Sampoerna Academy merupakan sekolah intercultural yang menawarkan pendidikan holistik dari jenjang prasekolah hingga menengah atas dengan pendekatan kurikulum internasional yang disesuaikan di setiap tingkatan (IEYC, Cambridge dan IBDP). "Didukung metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics). Melalui metode pembelajaran ini, setiap murid bukan hanya mendapatkan ilmu akademik, namun juga terbentuk Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity dan Character untuk mempersiapkan mereka menjadi generasi yang siap bersaing di masa depan," tandas Dr Mustafa.

Senada dengannya, Psikolog Jovita Maria Ferliana MPsi mengatakan, ada banyak gaya belajar anak, mulai dari gaya belajar auditori, visual, hingga kinestetik. Anak yang punya gaya belajar kinestetik akan lebih menyukai aktivitas pembelajaran yang aktif, bergerak, lewat sebuah permainan, berbeda dengan gaya belajar anak auditori yang lebih menyukai ketenangan.

"Dengan memahami gaya belajar spesifik dari sang anak, akan memudahkan kita untuk mendukung mereka menerima dan menangkap pelajaran. Apalagi di masa virtual schooling, dimana Orangtua menjadi pendamping dan jembatan antara guru dan murid selama masa pengajaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Gisella Anastasia, melalui konten digital yang dibuat bersama buah hatinya, Gempita Nora Marten (Gempi), berkolaborasi sebagai Orangtua di Sampoerna Academy.

Wanita yang kerap disapa Mama Isel ini mengajak lebih banyak Orangtua untuk mengenal gaya belajar sang anak, sehingga kegiatan belajar mengajar sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih efektif. “Virtual Schooling ini benar-benar menyadarkan saya untuk lebih mengenal gaya belajar Gempi. Selama ini perkembangan Gempi di sekolah sudah sangat baik, tentunya tidak lepas dari peranan para guru di Sampoerna Academy yang menerapkan metode STEAM dan Project Based Learning," ujarnya.

Menurutnya, gaya belajar Gempi yang lebih menyukai dengan seni dan sensorial, Mama Isel dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang saat ini dilakukan melalui virtual schooling. "Kegiatan belajar jadi lebih menyenangkan bagi anak dan tetap efektif dengan adanya peranan aktif saya sebagai Orangtua untuk bisa berkolaborasi dengan para guru,” tutupnya. (BS02)


Tag:COVID 19COVID-19Gisella AnastasiaSTEAMSampoerna AcademyVirtual Schooling