Pendidikan

Prof Runtung Sitepu Kukuhkan Dua Guru Besar Baru Universitas Sumatera Utara


Prof Runtung Sitepu Kukuhkan Dua Guru Besar Baru Universitas Sumatera Utara
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MH, mengukuhkan dua Guru Besar Tetap (Profesor) baru bagi universitas tersebut. Kedua Profesor baru tersebut masing-masing Prof Dr dr Arlinda Sari Wahyuni MKes, FISPH, FISCM yang dikukuhkan sebagai Guru Besar tetap dalam bidang ilmu harmonisasi perilaku pengobatan penyakit kronis pada layanan primer di Indonesia pada Fakultas Kedokteran USU. Kemudian, Prof Rahmawaty SHut MSi PhD yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang ilmu perencana hutan berbasis spasial dan partisipasi para pihak menuju pengelolaan hutan lestari pada Fakultas Kehutanan USU.
 
Upacara pengukuhan Guru Besar tersebut yang berlangsung Senin (16/03/2020) di Gelanggang Mahasiwa USU. Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MH dalam sambutannya menyampaikan, pengukuhan dua orang Guru Besar Tetap ini semakin bertambahnya Guru Besar untuk USU. "USU mempunyai 41 Guru Besar Tetap yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," ucap Rektor.
 
Rektor USU mengaku, USU saat ini sudah bisa disejajarkan dengan perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa. "Saat ini USU telah mendapatkan nilai Akreditasi A, tentunya ini suatu kebanggaan untuk keluarga besar USU. USU harus terus meningkatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," terangnya.
 
Rektor mengingatkan, kepada kedua Profesor yang baru dikukuhkan, agar memiliki pemahaman atau persepsi, bahwa dengan dikukuhkannya saudara menjadi guru besar, diharapakan akan menghasilkan karya yang besar. Tentunya dengan karya-karya besar atau fenomenal yang akan dilahirkan nantinya, akan berdampak langsung tidak hanya bagi pengembangan kualitas diri individu, tapi juga bagi universitas ini dan masyarakat.
 
Sementara itu, Prof Dr dr Arlinda Sari Wahyuni MKes, FISPH, FISCM dalam pidato pengukuhan yang berjudul harmonisasi perilaku pengobatan penyakit kronis pada layanan primer di Indonesia memaparkan, bahwa penyakit kronis menyebabkan permasalah kesehatan serius. Karena menyebabkan kematian terbesar di dunia. Dari setiap 57 juta kematian orang di seluruh dunia, 71 % (41 juta) adalah diakibatkan penyakit kronis.
 
"Walaupun memiliki durasi yang panjang dan merupakan hasil kombinasi dari faktor genetik, fisiologi, lingkungan, dan perilaku, tidak semua penyakit kronis mengancam jiwa, tetap akan menjadi beban ekonomi bagi individu, keluarga, dan komunitas secara keseluruhan. Selain itu, kondisi penyakit ini tanpa pengendalian yang baik akan menyebabkan kematian dan kecacatan," jelasnya.
 
Sedangkan, Prof Rahmawaty SHut MSi, PhD dalam pidato pengukuhannya yang berjudul perencanaan hutan berbasis spasial dan partisipasi para pihak menuju pengelolaan hutan lestari mengatakan, sebagaimana diamanatkan dalam Sustainable Development Goal (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan bahwa salah satu dari 17 agenda tujuan itu 2015 - 2030 pada tujuan ke XV : Life on Land adalah melindungi, merestorasi, dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, mengentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati, hal ini dimaksudkan guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.
 
Tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh berkelanjutan merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia yang disahkan pada tanggal 25 September-Oktober 2015 di PBB dengan melibatkan para pihak. Dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut, maka Pemerintah Indonesia menindaklanjuti melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
 
"Pembangunan berkelanjutan harus dapat menjaga keberlanjutan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta meningkatkan pembangunan yang inklusif dan pelaksanaan tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tandas Prof Rahmawaty. (BS04)

Tag:dosen USUGuru BesarRektor USURuntung Sitepu