Pendidikan

Perpustakaan Nasional RI Gelar Pertemuan Stakeholder Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Labuhanbatu.

Perpustakaan Nasional RI Gelar Pertemuan Stakeholder Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Labuhanbatu.
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Perpustakaan Nasional RI melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu gelar pertemuan stakeholder perpustakaan berbasis inklusi sosial yang diselenggarakan di Hotel Platinum Rantauprapat, pertengahan pekan kemarin.
 
Asisten Ekbang dan Kesra Ir Hasan Heri Rambe saat membacakan pidato Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT mengatakan perpustakaan berbasis inklusi sosial ini merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensi. "Saat ini minat baca masyarakat khususnya di Desa-desa sangat rendah, ini adalah menjadi tugas kita bersama sebagai stakeholder bagaimana membuat perpustakaan terlihat menarik, sehingga masyarakat dan anak-anak memiliki minat baca yang tinggi," kata Hasan dilansir dari laan labuhanbatukab.go.id, Minggu (25/08/2019).
 
Hasan mengungkapkan perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat, disamping itu juga untuk mengakses informasi dan tempat belajar bagi anak didik."Perpustakaan juga merupakan pelayanan dasar untuk menyediakan layanann sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat sesuai dengan amanat UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan," ujar Asisten Ekbang dan Kesra itu. 
 
Lebih lanjut Hasan menyampaikan, dengan adanya pertemuan stakeholder ini, diharapkan kepada para peserta agar dapat menyampaikan buku-buku apa saja yang dibutuhkan untuk perpustakaan yang ada di desa, misalnya buku tentang pertanian. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Labuhanbatu Ir H Leo Sunarta MMA menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peserta umum dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, melalui peningkatan kemampuan literasi yang meningkatkan kretaifitas masyarakat dan kemiskinan akses informasi. 
 
Adapun para peserta yang hadir adalah perwakilan dari 6 Desa yang mendapat program bantuan perpustakaan berbasis inklusi sosial yakni, Desa Kampung Baru dan Desa Tebing Linggahara Kecamatan Bilah Barat, Desa Lingga Tiga Kecamatan Bilah Hulu, Desa Kampung Padang dan Desa Sidorukun Kecamatan Pangkatan serta Desa Sei Tampang Kecamatan Bilah Hilir, kemudian dari Civitas Akademika, Perwakilan dari Perbankan, Perwakilan dari PTPN 3 dan Masyarakat Forum Literasi.
 
Leo menambahkan, bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu dari 60 Kabupaten/Kota terpilih sebagai Kabupaten yang mendapat program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, untuk Provinsi Sumatera Utara ada 3 Kabupaten di antaranya Kabupaten Labuhanbatu, Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.(BS09)