Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Pendidikan
  • Peringkat Kemampuan Berbahasa Inggris Orang Indonesia Bertahan di Tingkat Kecakapan Rendah

Peringkat Kemampuan Berbahasa Inggris Orang Indonesia Bertahan di Tingkat Kecakapan Rendah

Kamis, 13 Desember 2018 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-EF Education First merilis laporan hasil penelitian EF English Proficiency Index (EPI) atau EF EPI. Laporan ini disusun berdasarkan analisa data dari hasil tes bahasa Inggris yang dilakukan melalui tes online gratis pertama di dunia, yaitu EF SET (Standard English Test). EF EPI telah menjadi sebuah kajian terbesar di dunia, yang mengukur tingkat kemahiran berbahasa Inggris orang dewasa yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
 
Tahun ini, EF EPI mempublikasikan penelitian edisi ke-8 melalui Jumpa Pers bertema 'Building a Bridge to the World through English Proficiency. Are We Qualified enough for the Challenges?' bertempat di Thamrin Nine, Jakarta.
 
Pada kesempatan ini, Dr. Minh N. Tran, Executive Director of Academic Affairs, EF Education First mengungkapkan temuan utama EF EPI tahun ini, di mana secara umum kecakapan Bahasa Inggris orang dewasa di Asia relatif stabil dibandingkan tahun lalu.“Beberapa Negara-negara di Asia yang memiliki kemahiran dan perkembangan Bahasa Inggris yang baik, menunjukkan pertumbuhan yang pesat pada perdagangan dan teknologi,” ujar Dr Minh dalam siaran persnya, Kamis (13/12/2018).
 
Tahun ini, kata dia, Indonesia menduduki peringkat ke-51 dari 88 negara di dunia, dengan penurunan skor menjadi 51,58 dari 52,14 pada tahun lalu. Skor ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-13 dari 21 negara di Asia dan berada di bawah nilai rata-rata kecakapan Bahasa Inggris kawasan Asia sendiri (53,94). Peringkat Indonesia bertahan di tingkat kecakapan rendah sejak 2017 dan masih berada di bawah peringkat negara ASEAN lainnya, seperti Singapura dengan (68,63) pada tingkat Kecakapan Sangat Tinggi, Filipina (61,84) dan Malaysia (58,32) di Tingkat Kecakapan Tinggi. Bahkan Indonesia, berada di bawah Vietnam (53,12) yang berada di Tingkat Kecakapan Menengah.
 
Berdasarkan data pada EF EPI, kemahiran Bahasa Inggris memiliki keterkaitan dengan daya saing ekonomi, perkembangan sosial dan inovasi. “Negara-negara dengan tingkat kemahiran Bahasa Inggris yang tinggi, cenderung memiliki pendapatan rata-rata lebih tinggi, kualitas hidup lebih baik, serta investasi yang lebih besar dalam penelitian dan pengembangan,” jelas Dr. Tran.
 
Kemahiran berbahasa Inggris juga menunjukkan keterkaitan dengan penghasilan individu, yang diukur berdasarkan pendapatan per kapita negara-negara yang berpartisipasi pada EF EPI. Semakin tinggi tingkat kemampuan Bahasa Inggris suatu negara, maka semakin besar pula rata-rata pendapatan penduduk di negara tersebut.
 
Saat ini, Bahasa Inggris menjadi semakin penting dalam interaksi yang lebih luas dan bahkan pada skala global. Bahasa Inggris secara de facto menjadi bahasa komunikasi untuk segala jenis pertukaran internasional, baik berupa barang, layanan maupun gagasan di berbagai belahan dunia. Menyadari pentingnya Bahasa Inggris sebagai salah satu communication skills yang perlu dimiliki pada era saat ini, EF memiliki keyakinan jika kemampuan Bahasa Inggris ini terus dilatih sejak usia sekolah, maka para siswa kelak dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat berpartisipasi aktif dalam dunia profesional.
 
Sesuai dengan misi EF Education First, yaitu membuka Dunia Melalui Pendidikan, EF EPI menjadi salah satu upaya EF untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kecakapan bahasa Inggris di berbagai negara. Saat ini EF EPI telah menjadi instrumen pengukuran terpercaya dengan data dan analisa komprehensif, yang mempublikasikan peringkat atau ranking pada 88 negara di dunia berdasarkan kemampuan Bahasa Inggris orang dewasa di setiap negara.
 
Laporan EF EPI 2018 juga menunjukkan kota-kota dengan tingkat kecakapan Bahasa Inggris terbaik. Di Indonesia sendiri terdapat tiga kota yang menunjukkan perkembangan kecakapan Bahasa Inggris terbaik, yaitu Surabaya sebagai Best City, Bali sebagai Best Improvement Region dan Bandung sebagai Most Improved City.
 
“Bahasa Inggris menjadi sebuah kemampuan yang penting dimiliki pada era industri saat ini yang disebut sebagai Revolusi Industri 4.0, dimana setiap orang dari berbagai belahan dunia sudah saling terhubung dan bersaing dalam berbagai sektor industri. Oleh karena itu, EF akan terus berkomitmen dalam menjalankan EF EPI dan berharap hasil dari tes ini dapat menjadi rujukan dalam pembahasan pendidikan Bahasa Inggris dan berguna untuk menemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan di kemudian hari demi kemajuan bersama,” tutup Dr. Tran.(Rel)
T#g:Bahasa InggrisEF Education FirstPendidikan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Jumlah Penduduk Buta Aksara di Indonesia Turun Menjadi 3,29 Juta

    Beritasumut.com-Pemerintah berhasil menekan jumlah penduduk buta aksara. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2018, jumlah penduduk

  • satu bulan lalu

    Meriahkan HUT RI ke-74, TK Kartika Armed 12 Angkat Tema Pendidikan Keluarga

    Beritasumut.com-Memperingati HUT ke-74 kemerdekaan RI, TK Kartika IX-43 Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad menggelar banyak perlombaan. Tak hanya untuk pa

  • 2 bulan lalu

    Pemko Medan Minta Ada Penambahan Sekolah Negeri ke Komisi X DPR RI

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi menerima kunjungan kerja Komi

  • 2 bulan lalu

    Agar Bisa Berkembang, Seskab: Mata Pelajaran Untuk Anak Jangan Terlalu Banyak

    Beritasumut.com-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengingatkan, bahwa anak adalah masa depan bangsa, dan pendidikan dan juga keluarga menja

  • 2 bulan lalu

    HUT YP Singosari Delitua, Gubernur Harapkan Lahir Generasi Hebat

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri acara Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Yayasan Pendidikan (YP) Singosar

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.