Pendidikan

Partisipasi Anak Terhadap PAUD di Kota Medan Masih Rendah


Partisipasi Anak Terhadap PAUD di Kota Medan Masih Rendah
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Masyarakat kota medan dinilai masih kurang berminat untuk menyekolahkan anaknya lebih dini. Hal ini terbukti dari hasil akhir penelitian Balitbang Pemko Medan tentang partisipasi anak terhadap PAUD sebagai satuan pendidikan.
 
Demikian disampaikan Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi, diwakili Kepala Balitbang Kota Medan Farid Wajedi, ketika membuka Seminar Akhir Penelitian tentang "Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Anak Usia 4-6 Tahun Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini" di Hotel Grand Antares, Kamis (24/10/2019).
 
"Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak dini. Dalam hal ini, melalui Pendidikan Usia Dini (PAUD) khususnya ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Artinya PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini," ujar KaBalitbang Kota Medan Farid Wajedi, dilansir dari Pemkomedan.go.id, Kamis (24/10/2019).
 
Seminar yang digelar Balitbang Kota Medan ini, diikuti oleh Kepala Sekolah PAUD, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan, dan pemerhati Pendidikan. Hadir Ketua Tim Kelompok Kerja Jaringan Penelitian dan Pengembangan Bidang Pendidikan Dr Kustoro Budiarta, Kepala Laboratorium Paud FIP Unimed Dra Damaiwaty Ray MPd sebagai Pembanding, Tenaga Ahli Yuznizar Heniwaty dan Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Bahrian Efendi SSos.
 
Dikatakan Kepala Balitbang, kesadaran akan pentingnya PAUD saat ini mendapat perhatian yang cukup menggembirakan dari berbagai kalangan masyarakat. Wujud kepedulian itu dimanifestasikan dengan terbentuknya berbagai lembaga PAUD, akan tetapi perkembangan PAUD belum dapat dikatakan optimal. "Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan angka partisipasi kasar baru mencapai 47 persen dan banyak PAUD yang kurang berkembang aktif. Selain itu, banyak PAUD yang lokasinya menumpuk sehingga bersaing ketat untuk menarik minat siswa dan masyarakat yang pada justru tidak terdapat jumlah PAUD yang memadai," terangnya.
 
"Permasalahan ini menjadi perhatian penuh oleh masyarakat Kota Medan. Untuk itu diperlukan kajian terutama yang berhubungan dengan faktor penyebab rendahnya partisipasi anak usia 4-6 tahun terhadap PAUD di Kota Medan," sambung Kepala Balitbang Kota Medan.
 
Selanjutnya Farid Wajedi berharap, hasil penelitian ini dapat memberikan seperangkat rekomendasi arah kebijakan pengembangan PAUD di Kota Medan sehingga tingkat partisipasi masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu hasil penelitian ini nantinya akan dimanfaatkan oleh seluruh OPD khususnya Dinas Pendidikan Kota Medan.
 
Sebelumnya Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Bahrian Efendi S.Sos, dalam laporannya mengatakan sebelum Seminar Akhir, telah digelar seminar Proposal pada tanggal 25 Juli 2019 kemarin. Kemudian Tim Pokja Jaringan penelitian dan pengembangan bidang Pendidikan melakukan survei langsung terhadap 858 PAUD yang terdiri dari TK dan kelompok bermain di Kota Medan.
 
"Seminar Akhir ini digelar untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi rendah partisipasi anak usia 4-6 tahun terhadap PAUD jika dilihat dari Aspek keberadaan sekolah dan Aspek orang tua serta Aspek kebijakan Pemko Medan," terangnya. Seminar Akhir ini diisi dengan pemaparan hasil oleh Tim Pokja Jaringan penelitian dan pengembangan bidang Pendidikan dan dilanjutkan dengan pemaparan Pembanding serta ditutup dengan sesi tanya jawab. (BS09)

Tag:Balitbang MedanDinas PendidikanFarid WajediPAUDPemko MedanPendidikan Anakusia dini