Pendidikan

PPDB Online SMA Terhambat Jaringan Internet, Calon Peserta Didik Kecewa

PPDB Online SMA Terhambat Jaringan Internet, Calon Peserta Didik Kecewa
BERITASUMUT.COM/BS08
Beritasumut.com-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online terhambat karena masalah buruknya gangguan jaringan internet. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Rantau Selatan (Ransel).
 
"Dari pagi jaringan sudah terganggu, hingga siang ini juga masih macet-macet. Mulai semalam sampai hari ini jaringan bermasalah," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Ransel, H Yahya SPd MSi, kepada wartawan di ruang kerjanya di Jalan KH Dewantara No 1, Rantauprapat, Kamis (20/06/2019).
 
Selain masalah gangguan jaringan, ketidakpahaman calon peserta didik juga mempengaruhi lambannya sistem PPDB di Kabupaten Labuhanbatu di bawah naungan Kacabdis pendidikan Rantauprapat, Dinas Provinsi Sumut. "Banyak calon yang tidak paham, contohnya masalah persyaratan KK (kartu keluarga). Kalau Orangtuanya pindah alamat, baru berlaku 6 bulan dan seterusnya. Kalau tidak sesuai persyaratan, berkasnya kami pulangkan agar dilengkapi," lanjut Yahya. 
 
Meski penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara Online sudah masuk tahun ketiga, tak terlepas dari kendala yang dialami masing-masing daerah. Yahya mengaku pihaknya telah menyediakan sebanyak sepuluh unit komputer guna melayani calon peserta didik. "Tak terlepaslah dari kendala-kendala. Kendala yang dialami sekolah, sarana prasarana pasti tidak sama dengan yang di provinsi. Biasalah itu. Kalau komputer ada sepuluh, tapikan bukan kendala di komputernya, tapi jaringannya" paparnya. 
 
Sampai saat ini, Yahya menyebut pihaknya terus berupaya mendaftarkan ratusan berkas peserta didik yang sesuai persyaratan. "Banyak, ratusan, tapi belum dapat jumlah pastinya berapa, kita masih upaya terus mendaftarkan sesuai persyaratan "tandasnya.  
 
R warga Rantauprapat mengutarakan kekecewaan karena jaringan sulit, dirinya mengaku butuh berjam-jam untuk melakukan pendaftaran secara online. "Dari pagi jaringan internet sudah sulit, untuk mendownlood formulir pendaftaran saja butuh waktu berjam-jam, kecewa juga," ucapnya diamini rekannya Andi yang juga berusaha mengikuti pendaftaran online di salah satu warung internet di Kota Rantauprapat. (BS08)